Diduga Petugas Kolam Renang I Amsterdam Arogan Terhadap Ketum DPP Awan Pers


TANGERANG- Pemilik Kolam Renang I Amsterdam sepertinya salah menempatkan petugas, sebab adanya perlakuan salah seorang petugas kolam renang I Amsterdam yang beralamat di Perumahan Villa Tomang Baru, Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, dianggap buruk dan arogansi terhadap pengunjung.

Pasalnya, Noven Saputera yang merupakan Pimpinan Umum Media Purna Polri dan juga merupakan Ketua Umum DPP Awan Pers (Aliansi Wartawan Amphibi Nkri) pada hari minggu (05/08/2018) sekitar pukul 08.00 Wib, telah mendapat perlakuan yang dianggapnya buruk dan arogansi, yang menurutnya bukan cerminan seorang petugas yang seyogyanya melayani pengunjung dengan baik. Namun hal itu tidak dirasakan oleh Noven Saputera.

Foto ini Merupakan
Petugas Penjaga Pintu Masuk
Yang Berna

Menurut keterangan Ketua Umum DPP Awan Pers Noven Saputera kepada awak media, bahwa dirinya terlebih dahulu meminta izin kepada petugas penjaga pintu masuk, agar dirinya dapat masuk melihat kegiatan anaknya didalam, hanya dalam waktu beberapa menit.

Namun, Noven mendapat sebuah jawaban dan pelayanan yang tidak memuaskan dari salah satu penjaga tiket pintu masuk yang bernama Darsim.

"Saya sangat kecewa terhadap petugas penjaga pintu masuk yang bernama Darsim, dengan arogannya dia menjawab sambil posisi tangan memegang pinggang, dan juga tangan di lipat di dada. Disitu Darsim berkata tidak bisa, karena sudah peraturan, yang melewati pintu ini harus menunjukan tiket dan anda mau apa..????." ucap Noven Saputera Yang menirukan ucapan Darsim.

"Padahal saya sebelumnya sudah membeli 3 tiket untuk anak saya dan dua orang lainnya kepada petugas loket tersebut, namun dikarenakan arogannya petugas penjaga pintu masuk. Sayapun meminta kepada Office Boy untuk memanggilkan security, dan meminta dipertemukan dengan management yang merupakan atasan Darsim tersebut, karena saya seolah-olah dianggap sebagai seorang penjahat," imbuh Noven.

Menurut Ketua Umum Awan Pers ini, dirinya tidak mempermasalahkan jika memang ada peraturan yang sudah diterapkan oleh management Amsterdam, dirinya menghargai aturan tersebut. 

Namun yang ia tidak terima adalah, dirinya sudah menyampaikan, bahwa dirinya adalah seorang wartawan, dan yang mau dilihatnya adalah anaknya sendiri dengan waktu sebentara saja, namun tetap saja sikap dan ucapan arogansi Darsim yang diterimanya.

"Apakah begitu standar pelayanan dari pengurus yang di pekerjakan oleh management Kolam Renang I Amsterdam tersebut, dikarenakan sikap seorang pelayanannya saja seperti itu memperlakukan saya," geram Noven Saputera.

"Anehnya, arogansi Darsim tersebut hanya terjadi kepada saya saja, yang tidak diperbolehkan masuk tanpa menggunakan tiket. Namun berbeda perlakuannya Darsim kepada seorang Ibu-ibu yang membawa 3 orang anaknya, sesuai informasi yang saya dapat, bahwa ibu-ibu tersebut diduga istri oknum polisi, tanpa menyerahkan tiket, ibu dan 3 anaknya diperbolehkan masuk oleh security tanpa dengan menunjukan tiket masuk, ada apa ini..?" gumam Noven.

"Apakah ini sebuah peraturan, yang katanya sudah menjadi ketetapan dan sudah diterapkan, seperti yang disampaikan Darsim kepada saya. Namun faktanya berbeda. Hal ini akan saya tindaklanjuti ke pihak Management Kolam Renang Amsterdam, hingga tuntas, sebab sepertinya Darsim diduga tebang pilih dalam hal memasukan orang tanpa menggunakan tiket." pungkas Ketua Umum DPP Awan Pers Noven Saputera.





Rilis: DPP Awan Pers.
Sekjen: Muhammad Budianto.
Diduga Petugas Kolam Renang I Amsterdam Arogan Terhadap Ketum DPP Awan Pers Diduga Petugas Kolam Renang I Amsterdam Arogan Terhadap Ketum DPP Awan Pers Reviewed by Redaksi on 00.16 Rating: 5