Kiai Sahal: Momentum Peringatan Hari Santri Nasional


JAWA BARAT- Pondok Pesantren Husnul Khotimah (PPHK) yang berdiri pada tanggal 2 Mei 1994, dengan jumlah santri saat ini 3.528 santri dan 629 pegawai, terletak di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, identik dengan tokoh pendirinya yaitu KH Sahal Suhana SH.

Kiai Sahal adalah pendiri Pondok Pesantren (ponpes) terbesar di Jawa Barat, yaitu Ponpes Husnul Khotimah (HK) dan Ponpes al-Multazam (AM). Beliau pula yang telah berhasil ‘Menyulap Hutan Menjadi Pesantren’ karena perjuangan beliau dalam membangun Ponpes HK dan Ponpes AM yang pada awalnya adalah hutan bambu.
Sahal Suhana adalah putra keenam dari pasangan H Atma Perwata (alm) dan Hj Rusih (almh), lahir pada tanggal 11 Juni 1954 di desa Sukaimut Garawangi Kuningan. Sebagaimana umumnya masyarakat di Kuningan Jawa Barat pada saat itu, setamat SMA tahun 1973, Sahal muda hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib.
Karena ketekunan dan keuletannya, pada tahun 1975 Sahal Suhana lulus seleksi dan diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemda DKI dan ditugaskan di Dinas Tata Kota DKI Jakarta sebagai Staf Seksi Pengukuran Tanah.
Sebagai orang yang memiliki semangat kuat untuk pengembangan diri, pada tahun 1988 Sahal muda dapat menyelesaikan jenjang pendidikan SI di Fakultas Hukum Jurusan Pidana Universitas Islam Djakarta (UID).
Setelah itu, karir Sahal terus meningkat tajam. Tahun 1991-1995 diangkat menjadi Sekretaris Kepala Dinas Tata Kota DKI, lalu 1995-1996 sebagai Kepala Seksi Keuangan Dinas Tata Kota DKI, tahun 1997-1999 sebagai Kepala Marketing PD Pembangunan Sarana Jaya DKI.
Pada tahun 1999 Sahal Suhana tertarik dengan dakwah politik, sehingga ia rela melepaskan statusnya sebagai PNS untuk memperjuangkan rakyat Kuningan melalui partai politik. Hingga akhirnya Sahal Suhana bergabung dengan Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera) dan menjadi Anggota Legislatif DPRD II Kuningan periode 1999-2004.
Kiprah perjuangannya sangat dirasakan oleh banyak kalangan, ide serta gagasannya yang cemerlang selalu menjadi inspirasi banyak orang, mulai dari rakyat biasa hingga pejabat.
Semasa hidupnya, Sahal Suhana mendermakan jiwa dan hartanya untuk kepentingan umat. Selain mendirikan dua Ponpes besar Husnul Khotimah dan al-Multazam, beliau juga membebaskan tanah di daerah Maleber Kuningan untuk dijadikan Pesantren Tahfidz Alquran bekerjasama dengan PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Kuningan, dan menginfakkan hartanya untuk kaum dhuafa dan anak yatim hingga menggagas berdirinya Yayasan Peduli Anak Yatim Kuningan (YPAYK).
YPAYK merupakan lembaga sosial yang fokus membina dan mengarahkan anak-anak yatim agar menjadi pemimpin umat, penghafal Alquran, politikus, ekonom, dan bidang lain yang dibutuhkan masyarakat. Anak-anak yatim yang memiliki potensi diberikan beasiswa pendidikan dari SMA hingga perguruan tinggi.
Kini Ponpes Husnul Khotimah dan Ponpes al-Multazam telah berkembang pesat menjadi pesantren bertaraf nasional yang alumninya tersebar di berbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri, dan telah memiliki cabang di desa Pancalang untuk HK-2 dan desa Linggarjati untuk AM-2.
Sebagai pemimpin yang visioner, di antara wasiat KH Sahal Suhana yang dituangkan dalam grand protocol 50 tahun Husnul Khotimah. Antara lain, mewujudkan Ponpes Husnul Khotimah sebagai pesantren internasional dengan 4 cabang, Universitas Islam Husnul Khotimah bertaraf nasional, Rumah Sakit Islam terkemuka di Jawa Barat, dan memiliki badan usaha yang dapat menopang operasional lembaga.
Dan atas kegigihannya dalam berdakwah melalui pendidikan, pada peringatan hari jadi ke-517 Kabupaten Kuningan, KH Sahal Suhana dinobatkan sebagai bapak tokoh pendidikan, dan menerima piagam penghargaan Kuningan Award 2015 dari Bupati Kuningan.
Penghargaan itu layak diberikan kepadanya, karena Sahal Suhana merupakan sosok yang bisa menangkap kemajuan zaman hingga akhirnya berinisiatif untuk merintis berdirinya lembaga pendidikan yang menanamkan pondasi kuat generasi penerus bangsa.
Sungguh, KH Sahal Suhana SH adalah sosok panutan, pemimpin visioner, sebagai ayah yang penyayang, teman yang menyenangkan, dan guru yang mengayomi. Kini, perjuangan dakwahnya melalui pendidikan (pesantren) ) terus dilanjutkan dan kembangkan oleh penerusnya.Selamat Hari Santri, 22 Oktober 2018, bersama santri damailah negeri.
Oleh: H Imam Nur Suharno, SPd, SPd.I, MPd.I, Kepala HRD dan Personalia Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat.






Sumber: Linkkan.com
Kiai Sahal: Momentum Peringatan Hari Santri Nasional Kiai Sahal: Momentum Peringatan Hari Santri Nasional Reviewed by Redaksi on 04.15 Rating: 5