Warganya Resah Bau Busuk Limbah PT. BSS, Penghulu Bangko Lestari Turut Komentar


ROKAN HILIR- Permasalahan keresahan aroma bau busuk limbah dari PT.BSS terus bergejolak, selain itu juga tidak adanya koordinasi dan melibatkan mulai dari RT dan Penghulu yang bersempadan dengan perusahaan ini, ketika perusahaan PT.BSS hendak didirikan diwilayah tersebut.

Hal ini sebelumnya disampaikan oleh Desrizal selaku RT Kepenghuluan Bangko Lestari, dan juga selaku Ketua Perkumpulan Pemuda Bangko Lestari (PPBL).

Desrizal menyampaikan, bahwa bau busuk limbah PKS PT.BSS sangat mengganggu masyarakat. Kemudian faktor bau limbah tersebut bukan karena tersiram air hujan, akan tetapi terjadi pencemaran bau limbah dalam setiap hari dirasakannya.

"Selain bau busuk limbahnya, disisi lain juga suara bising PT. BSS yang kadangkala seperti adanya suara hujan tiba-tiba dengan begitu kuat, membuat kita mendadak kaget," ungkap Desrizal kepada awak media, beberapa waktu lalu.


Menurut Desrizal, begitu peliknya permasalahan PT. BSS tersebut, yang Pertama bau limbah dan yang Kedua kebisingan secara tiba-tiba yang sangat mengganggu masyarakat. 

"Selain saya Ketua RT, saya juga Ketua PPBL di Kepenghuluan Bangko Lestari yang berjarak lebih kurang 500 meter dari PKS tersebut. Saya tidak pernah di konfirmasi, apalagi dimintai tanda tangan persetujuan, baik tingkat Desa dan Kelurahan serta pihak-pihak lainnya, terkait berdirinya perusahaan tersebut, diduga ada kejanggalan." ungkap Desrizal. 

Dengan adanya peyampaian Desrizal selaku Ketua RT di Kepenghuluan Bangko Lestari beberapa waktu lalu, awak mediapun baru-baru ini menkonfirmasi kepada Joni Limbong selaku Penghulu Bangko Lestari secara langsung dikantorya, yang bersempadan dengan perusahaan ini.

"Hingga saat ini saya tidak pernah di beritahu oleh pihak PT.BSS, ketika perusahaan tersebut hendak didirikan. Dan saya juga tidak tau sudah berapa lama beroperasi perusahaan tersebut," ungkap Penghulu Bangko Lestari kepada awak media, Rabu (10/10/2018) diruangan kerjanya.

Menurut Joni, silahkan mendirikan perusahaan, namun hendaknya sesuai dengan aturan yang ada. Sebab yang kita ketahui, berdirinya suatu perusahaan tersebut tentu sudah mengantongi ijin mulai dari tingkat Desa hingga ketingkat Kabupaten, dan juga AMDAL nya.

"Nah, apakah semua ini sudah diterapkan oleh pihak PT.BSS..?. Menurut kita, silahkan mendirikan perusahaan, namun jangan mengorbankan masyarakat di area sekitar perusahaan. Kemudian juga, setiap perusahaan mempunyai kewajiban yaitu Corporate Social Responsibility (CSR). Hendaknya itu disalurkan," ungkap Penghulu.


Penghulu juga menjelaskan, jika masyarakat yang berdomisili diwilayah Desa Bangko Lestari menyatakan sikap  keberatan, pihaknya akan menyurati pihak PT.BSS.


"Meskipun Perusahaan PT.BSS tidak berada diwilayah Kepenghuluan Bangko Lestari, jika memang ada masyarakat saya yang merasa keberatan kita siap membantu, mendukung, bagaimana kata hati masyarakat. Sebagai Pimpinan Kepenghuluan Bangko lestari, kita berada di tengah-tengah, baik di masyarakat dan lainnya. Sebab, Desa kita bersempadan dengan PT.BSS, sehingga tidak menutup kemungkinan masyarakat saya juga terkena imbas aroma bau busuk tersebut," beber Joni Limbong.

"Sebab, selama ini tidak ada pemberitahuan dan laporan kepada kita terkait keluhan masyarakat tentang bau limbah tersebut,  dengan menyatakan secara resmi keberatan berdirinya PKS PT.BSS maupun adanya bau limbah yang sudah meresahkan warga saya tersebut," imbuh Penghulu Bangko Lestari.

"Jika bau busuk itu muncul, berkemungkinan masyarakat saya mencium bau tersebut, sehingga mereka diduga terkontaminasi dengan udara yang dikeluarkan oleh PT.BSS. Semestinya udara ini kan harus segar di hirup oleh anak-anak, terlebih balita dan kita semua. Untuk itu kita menghimbau kepada pihak perusahaan, hendaknya mendengarkan keluhan masayrakat, terutama masyarakat saya." tegas Joni Limbong.




(TIM)
Warganya Resah Bau Busuk Limbah PT. BSS, Penghulu Bangko Lestari Turut Komentar Warganya Resah Bau Busuk Limbah PT. BSS, Penghulu Bangko Lestari Turut Komentar Reviewed by Redaksi on 21.49 Rating: 5