Aktivis Lingkungan Hidup Sergai sampaikan, Usaha yang berdampak terhadap lingkungan harus memiliki AMDAL/UKL-UPL / SPPL


Serdang Bedagai - Sarwo Edi Subowo Ketua Lembaga Lingkungan Hidup Serdang Bedagai menyampaikan bahwasanya belakangan ini banyak aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat karena usaha yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang mencemari lingkungan, terutama di Serdang Bedagai.  Kami sangat mengapresiasi kegiatan usaha yang meningkatkan perekonomian masyarakat,  apalagi menampung tenaga kerja.  Tetapi hendaknya kegiatan usaha tersebut harus memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan sampai mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.  Ikutilah prosedur yang ada.

Untuk mendirikan usaha – usaha yang membutuhkan lokasi bangunan permanen, menimbulkan dampak – dampak lingkungan harus memiliki beberapa dokumen. AMDAL / UKL – UPL / SPPL merupakan dokumen lingkungan yang berisikan kajian – kajian lingkungan yang dibahas secara mendalam lengkap beserta dengan perkiraan dampak – dampak lingkungan yang berpotensi terjadi dan mengganggu kestabilan daerah sekitar usaha. Dokumen lingkungan ini diperlukan untuk dapat memperoleh izin lingkungan ataupun kelayakan lingkungan. Lingkungan yang dimaksud pada bagian ini dapat berupa lingkungan alam semesta maupun lingkungan secara sosial kemasyarakatan. Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut SPPL adalah pernyataan kesanggupan dari penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatannya di luar usaha dan/atau kegiatan wajib AMDAL atau UKL-UPL (Pasal 1 Permen LH 16 / 2012)

AMDAL / UKL – UPL / SPPL merupakan dokumen lingkungan yang berisikan kajian – kajian lingkungan yang dibahas secara mendalam lengkap beserta dengan perkiraan dampak – dampak lingkungan yang berpotensi terjadi dan mengganggu kestabilan daerah sekitar usaha. Dokumen lingkungan ini diperlukan untuk dapat memperoleh izin lingkungan ataupun kelayakan lingkungan. Lingkungan yang dimaksud pada bagian ini dapat berupa lingkungan alam semesta maupun lingkungan secara sosial kemasyarakatan.

Di dalam prosesnya, dokumen lingkungan ini akan dibahas secara mendetail tentang jenis usaha beserta macam – macam kegiatannya. Selain itu juga akan dibahas pula kesesuaian usaha dengan persayaratan tata ruang yang tertuang dalam SKRK, besaran kegiatan usaha, utilitas – utilitas bangunan seperti kebutuhan air bersih yang diperlukan, rencana pengelolaan air limbah, pengelolaan limbah domestic, rencana pemakaian sumber tenaga listrik, rencana system drainase, sampai kepada rencana system proteksi keamanan serta bahaya kebakaran pada lokasi usaha.

Selain itu juga akan dikaji tentang dampak – dampak lingkungan yang berpotensi terjadi pada kegiatan usaha baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif akan dikelola sedapat mungkin untuk menjaga keberlangsungannya sedangkan dampak negatifnya akan dikaji sedapat mungkin sehingga diperoleh system pengelolaan dan pemantauan lingkungan untuk meminimalisir dampak negatifnya.

Dokumen lingkungan berupa AMDAL / UKL – UPL / SPPL ini sedikit berbeda dengan izin – izin usaha lainnya. Jika pada umumnya pada izin – izin usaha lainnya membutuhkan proses yang relative singkat dengan hanya melampirkan persyaratan administrasi saja , proses pengurusan dokumen lingkungan tidak hanya membutuhkan persayaratan administrasi seperti layaknya izin – izin usaha lainnya namun juga membutuhkan kajian – kajian yang mendalam sehingga dapat berbentuk dokumen lingkungan.

Karena kajian – kajian lingkungan inilah pengurusan dokumen AMDAL / UKL UPL / SPPL berbeda dengan izin – izin usaha lainnya. Dengan melakukan kajian lingkungan maka dibutuhkan tenaga – tenaga terdidik untuk dapat mengkaji dan menyelesaikan perizinan dokumen lingkungan ini. Seringkali para pelaku usaha menyerahkan pengurusan dokumen lingkungan ini kepada biro jasa – biro jasa yang mungkin sudah terbiasa mengurus SKRK, IMB dan sebagainya namun pengurusan dan penyusunan dokumen lingkungan tidak dapat diserahkan kepada mereka. Hal ini karena penyusunan dokumen lingkungan mutlak membutuhkan tenaga professional yang mempunyai keahlian dalam menyusun dokumen lingkungan. Dibutuhkan tenaga – tenaga ahli yang paling tidak pernah mengenyam pendidikan di jurusan teknik lingkungan.

Apa resiko jika menyerahkan pengurusan dan penyusunan dokumen lingkungan kepada orang yang tidak berkompeten di bidangnya ? hampir selalu terjadi waktu pengurusan dokumen lingkungan pun akan semakin lama atau bahkan ditolak oleh Badan Lingkungan Hidup setempat. Hal ini karena penyusunan dokumen lingkungan ini membutuhkan kajian – kajian lingkungan yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga terdidik. Seringkali pula biro jasa – biro jasa tersebut akan melimpahkan pengurusan dokumen lingkungan ( AMDAL / UKL UPL / SPPL ) kepada pihak lain sehingga justru memperlama waktu pengurusannya.

Oleh sebab itu khusus untuk pengurusan izin lingkungan berupa AMDAL / UKL UPL / SPPL ini kami sarankan untuk menyerahkannya kepada konsultan lingkungan yang berkompeten, bukan kepada biro jasa – biro jasa yang tidak berkompeten dalam menyusun dokumen kajiannya.

Kami siap bermitra dengan pengusaha yang ingin mendirikan usaha yang menimbulkan dampak lingkungan dalam hal membuat dokumen yang diperlukan.
Penulis (SE) 
Aktivis Lingkungan Hidup Sergai sampaikan, Usaha yang berdampak terhadap lingkungan harus memiliki AMDAL/UKL-UPL / SPPL Aktivis Lingkungan Hidup Sergai sampaikan, Usaha yang berdampak terhadap lingkungan harus memiliki AMDAL/UKL-UPL / SPPL Reviewed by Edi Sergai on 21.50 Rating: 5