Hanya Terima Dua Juta Selama 3 Tahun Jadi Pengurus LKMD di Desa Sungai Baru Kecamatan Panai Hilir

 


LABUHAN BATU - Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) adalah salah satu lembaga kemasyarakatan yang berada di desa. LKMD merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Pengurus LKMD pada umumnya merupakan tokoh masyarakat setempat .
Tujuan terbentuknya LKMD di antaranya adalah :

a. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan.
b. Pengembangan kemitraan.
c. Pemberdayaan masyarakat.
d. Pengembangan kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
e.Peningkatan pelayanan kepada masyarakat

Beberapa tugas LKMD di antaranya adalah:

1. Merencanakan pembangunan yang partisipatif.
2. Menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat dalam pembanguna.
3. Melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

Fungsi LKMD :

1. Penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat desa.
2. Pengorganisasian perencanaan pembangunan.
3. Pengorganisasian perencanaan lembaga kemasyarakatan.
4. Perencanaan kegiatan pembangunan secara partisipatif dan terpadu.
5. Penggalian dan pemanfaatan sumber daya kelembagaan untuk pembangunan di desa dan kelurahan.

Namun banyaknya Fungsi dan Tugas yang di emban oleh LKMD tak sebanding dengan apa yang mereka terima yaitu berhubungan dengan anggaran dana.

Hal ini dikeluhkan Tambah Majid selaku Ketua LKMD Desa Sungai Baru Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara.

Keluhan yang disampaikan Tambah Majid bersama Sekretarisnya Ramlan menyampaikan kepada Media EraPublik.com, bahwa mereka sejak Tahun 2016 hingga 2018 tidak menerima dana apapun dari Pemerintah baik tingkat Desa yang dipimpin Kepala Desa Sungai Baru Jamaluddin, tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pusat.

"Kami terus melakukan apa yang menjadi tugas kami selaku LKMD, namun sejak Tahun 2016 hingga 2018 ini, kami hanya menerima dana dari Desa hanya 2 Juta Rupiah," ucap Ketua LKMD Tambah Majid, Minggu (18/11/2018).

"Kami sudah tanyakan kepada kepala Desai Sungai Baru Jamaluddin, kata Kades dana belum cair. Namun apakah mungkin dari Tahun 2016 dan 2017 serta 2018 ini tidak cair," imbuh Tambah Majid.

Menurut Tambah Majid yang didampingi Sekretrisnya Ramlan, bahwa mereka pernah melihat semasa pihak Desa Sungai Baru memasang Plang Anggara Desa pada Tahun 2016 berkisar Puluhan Juta, kemudian pada Tahun 2017 kami melihat 14 Juta, dan pada Tahun 2018 kami lihat di Plang Desa sebesar 13 Juta lebih.

"Kami melihat di Plang Desa tersebut, bahwa tertulis dana tersebut untuk Operasional LKMD, namun jumlah-jumlah dana Operasional LKMD tersebut tidak pernah kami terima," ungkap Tambah Majid.

Ditambah Ramlan,"Pada Tahun 2016 kami hanya diberi oleh Kades berupa dana sebesar 2 juta, dan pada 2017 dibelikan mesin rumput oleh Kades, pada tahun 2018 ini dibelikan racun untuk menyemprot rumput. Namun kami tidak pernah menerima Dana Operasional seperti tertera di Plang Anggaran Desa, dengan berbagai macam alasan yang disampaikannya kepada kami," ungkap Sekretaris LKMD.

Lanjutnya,"Untuk itu kami berharap kepada Pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi dan Pusat, mohon kiranya jika memang ada dana operasional untuk LKMD, haraplah diberikan kepada kami. Meskipun nilainya kecil, namun bagi kami itu sangat berarti." tegas Ramlan.

Disamping itu, Media EraPublik.com mengajak Ketua dan Sekretaris LKMD setelah membuat pengaduan, maka Media EraPublik.com pun pada Minggu (18/11/2018) mengajak Tambah Majid dan Ramlan untuk menemui  Kades Sungai Baru Jamaluddin, namun sang Kades tidak berada dirumah dengan penyampaian anaknya sang Kades ke Ladang.

Setelah sang Kades tidak dapat ditemui, maka Media EraPublik.com bersama Ketua dan Sekretaris LKMD mendatangi Dahren selaku Sekretaris Desa dikediaman rumahnya.

Menurut keterangan Dahren, bahwa dana untuk LKMD tersebut bersumber dana dari Bagi Hasil Pajak (BHP) sebesar 75 Juta pertahun apabila tidak ada pemotongan. Disitulah ada pembagian dana kepada LKMD dan lainnya. 

"LKMD tidak ada honornya, yang ada ketika mereka melakukan kegiatan gotong royong, maka itulah yang diberi oleh Desa dana operasionalnya," ucap Kades melalui Sekdesnya.

Ketika ditanyakan oleh Media EraPublik.com apakah ada anggaran khusus untuk LKMD.

Sang Sekdes menjawab,"Ada, namun entah berapa jumlahnya. Dan dana BPH pada Tahun 2018 ini belum keluar, entah dimana nyangkutnya, entah di Kabupaten entah di Pusat," beber Sekdes Dahren.

Ketika diminta oleh Media EraPublik.com berita acara anggaran Desa terkait adanya anggaran untuk LKMD, sang Sekdes enggan untuk memberikannya, dengan dalih itu bukan kewenangannya.

"Jika memang sudah keluar dana BHP tersebut, akan kami berikan nanti kepada LKMD. Dan bukan hanya di Desa Sungai Sanggul saja yabg belum keluar Dana BHP tersebut, melainkan di seluruh Desa se Kabupaten Labuhan Batu." pungkas Dahren.

Setelah mendapat keterangan dan beranjak dari kediaman Sekdes, Ketua dan Sekretaris LKMD mengatakan, bahwa mereka tidak percaya atas apa yang disampaikan Sekdes tersebut.

"Kami berharap kepada Media EraPublik.com untuk mengusut tuntas permasalahan ini, hingga kami tahu dimana nyangkutnya dana operasional kami selama 3 tahun tersebut." tandas Ketua LKMD Tambah Majid.




(Red) 
Hanya Terima Dua Juta Selama 3 Tahun Jadi Pengurus LKMD di Desa Sungai Baru Kecamatan Panai Hilir Hanya Terima Dua Juta Selama 3 Tahun Jadi Pengurus LKMD di Desa Sungai Baru Kecamatan Panai Hilir Reviewed by Redaksi on 06.15 Rating: 5