Sudut Pandang Sarwo Edi Wibowo: Pahlawan Masa Lalu dan Masa Kini


SERGAI- Hari pahlawan dirayakan secara nasional setiap tanggal 10 November.
Sarwo Edi Subowo Ketua AMPHIBI Serdang Bedagai memiliki pandangan tersendiri soal makna hari pahlawan.
Menurut Sarwo, ada perbedaan cukup mendasar mengartikan pahlawan masa lalu dengan masa kini.

Ia menyebut, jika di masa lalu makna kepahlawanan berarti angkat senjata, mengusir penjajah, dan bangsa Indonesia merdeka.

Berbeda kini, yang disebut pahlawan adalah orang yang dapat memajukan bangsa, orang yang amanah dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya, orang yang menjaga keutuhan NKRI,  orang yang melestarikan alam untuk kehidupan dimasa mendatang, meningkatkan kecerdasan pendidikan, meningkatan kemakmuran, meningkatkan keadilan, itulah pahlawan dewasa ini,"

Mengapa demikian?  Sarwo menjelaskan,  pada saat sekarang ini sangat susah menemukan orang yang konsisten menjalankan amanahnya dengan berintegritas.  Godaan dari internal (Keluarga/ orang terdekat) terkadang mempengaruhi kita dalam melakukan tindakan atau kebijakan, belum lagi dari intervensi pemimpin atau orang yang sangat berpengaruh. Faktor tawaran uang atau sesuatu benda atau fasilitas juga sangat mempengaruhi konsistensi integritas seseorang dalam melakukan sesuatu kebijakan atau tindakan.

Orang yang melaksanakan tugasnya sesuai peraturan dan prosedur yang ada tanpa terpengaruh faktor - faktor diataslah yang disebut sebagai orang yang berintegritas dalam menjalankan tugasnya dan layak disebut sebagai pahlawan zaman now.

Sarwo juga menyebut,  orang yang melestarikan lingkungan hidup adalah pahlawan dimasa yang akan datang.  Karena pencemaran/pengrusakan lingkungan adalah musuh bersama.  Yang dapat mengganggu ekosistem dan kelangsungan hidup dimasa yang akan datang.  Kerusakan lingkungan ada 2 jenis,  pertama diakibatkan oleh alam,  misalnya gunung meletus,  banjir,  gempa bumi. Kedua diakibatkan oleh perbuatan manusia. Kerugian akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia lebih besar dibanding dengan yang disebabkan oleh alam, Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia banyak bentuknya, antara lain limbah industri, penebangan hutan, dan pembuangan sampah yang tidak ideal.

Kerusakan lingkungan tersebut tidak hanya merugikan untuk manusia, tetapi juga untuk flora dan fauna di sekitar kita. Dengan rusaknya lingkungan sekitar, flora dan fauna yang tinggal di lingkungan tersebut tentu akan mengalami kesulitan untuk mencari makan dan tempat tinggal yang layak. Jika dibiarkan terus menerus tanpa penanganan yang maksimal, maka dapat menyebabkan kepunahan. Tentu saja kita tidak mau hal ini terjadi..

Kerusakan lingkungan saat ini sudah memasuki tahap darurat, selain faktor perubahan iklim Faktor manusia juga turut menyumbang dalam kerusakan lingkungan. Perubahan lingkungan yang terjadi saat ini menyebabkan lingkungan menjadi tidak sesuai untuk mendukung kehidupan manusia. Tentu hal ini harus secepatnya di atasi karena jika tidak di atasi akan berdampak bagi kelangsungan hidup manusia. Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksplorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pencemaran lingkungan yang berdampak menjadi polusi juga sangat menganggu manusia. Karena akibat polusi, manusia juga akan mendapatkan dampaknya.

Hal Yang Menyebabkan Kerusakan Lingkungan
Kerusakan Hutan          

Kerusakan hutan saat ini menjadi masalah kerusakan lingkungan yang cukup kronis. Tentu kita pernah mendengar dan melihat dampak yang di timbulkan dari kerusakan hutan salah satunya adalah pembakaran lahan hutan, hal ini tentu menimbulkan polusi udara dan akan menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia Kondisi kawasan hutan yang telah rusak tersebut disebabkan antara lain oleh adanya ilegal logging dan perambahan hutan. Jumlah kerusakan hutan semakin meningkat akibat adanya juga peningkatan aktifitas perkebunan. Hal yang perlu di terapkan adalah, pembangunan dan pembakaran lahan hendaknya melihat juga aspek lingkungan dan Upaya penanaman kembali hutan yang telah rusak. Penghijauan telah dilakukan namun belum efektif memulihkan kondisi hutan.

Penurunan Kualitas Air

Kerusakan lingkungan juga akan berdampak terhadap penurunan kualitas air. Seperti di ketahui, limbah dari industri atau pabrik yang di buang ke sungai tentu akan merusak dan menimbulkan pencemaran hal ini juga berdampak terhadap menurunnya kualitas air. Air yang tercemar limbah sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Selain itu, dampak dari pembakaran hutan dan semakin terkikisnya pohon sebagai resapan air juga sangat berpengaruh terhadap penurunan mutu air sebagai akibat peningkatan zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi serta kekeruhan.

Pengelolaan Sampah

Sampah merupakan bahan yang terbuang dan sudah tidak terpakai. Sampah bisa di hasilkan dari aktifitas manusia ataupun alam. Sampah di bagi tiga menjadi, sampah anorganik/sampah kering, sampah organik/basah, dan sampah berbahaya. Sampah juga berdampak terhadap lingkungan, sampah mampu menimbulkan polusi selain itu, sampah yang di buang sembarang menjadi penyebab bencana banjir saat musim hujan. Akibat tidak tertahan nya arus air oleh tumpukan sampah.      

Pemanasan Global

Semakin meningkatnya suhu rata rata permukaan bumi akibat pemanasan global juga ikut menyumbang terjadinya kerusakan lingkungan. Peningkatan suhu permukaan bumi akan berdampak terhadap ekosistem alam dan manusia. kehidupan manusia dan ekosistem alam tidak akan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim yang sangat cepat. Suatu ekosistem adalah terdiri dari lingkungan biotik dan abiotik di wilayah tertentu.

Berdasarkan latar belakang diataslah,  Sarwo Edi Subowo menyebutkan bahwa orang yang melestarikan lingkungan hidup merupakan pahlawan masa depan.

Dimomen hari pahlawan tahun ini,  seluruh pengurus  AMPHIBI dari tingkat DPP sampai DPD se Indonesia sesuai perintah dari Ketua umum DPP AMPHIBI Agus Salim Tanjung melakukan kegiatan menanam pohon.
semoga dengan info ini menjadikan kita lebih paham dan lebih semangat dalam menjaga lingkungan sekitar, Dengan momentum hari pahlawan ini,  mari kita menjadi pahlawan dimasa yang akan datang dengan cara melestarikan lingkungan hidup dan memerangi pencemaran lingkungan.

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November sekaligus mengenang Pertempuran Surabaya yang terjadi di hari yang sama pada tahun 1945 silam.
Sudut Pandang Sarwo Edi Wibowo: Pahlawan Masa Lalu dan Masa Kini Sudut Pandang Sarwo Edi Wibowo: Pahlawan Masa Lalu dan Masa Kini Reviewed by Redaksi on 06.44 Rating: 5