Surya Anggara sampaikan Peringatan Maulid Nabi itu pesan untuk membangun Persatukan Umat


SERGAI - Salah satu pesan peringatan Maulid Nabi yang perlu dihayati oleh seluruh umat Islam ialah pesan untuk membangun persatuan umat. Ini disampaikan oleh Tokoh muda Serdang Bedagai Surya Anggara, SH.  Yang juga merupakan Caleg DPRD Kabupaten Serdang Bedagai dapil 2 (Tanjung Beringin - Teluk Mengkudu) dari partai Nasdem disela sela peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang diadakan oleh Pengajian Al Hidayah Kecamatan Tanjung Beringin di Desa Suka Jadi (23/11-2018)

Persatuan umat yang sesungguhnya tidak tercipta karena uang atau koalisi kekuasaan, tetapi persatuan umat lahir dari kekuatan ukhuwah yang dilandasi keimanan. Sedangkan kekuatan ukhuwah itu sendiri tergantung pada gerakan hati dan semangat yang sama dari umat Islam.

Nabi Muhammad adalah pembangun ukhuwah umat Islam yang pertama kali dan paling berhasil. Nabi Muhammad bukan hanya tokoh sejarah, akan tetapi juga adalah utusan Allah atau pembawa risalah yang ajaran-ajarannya, perkataan dan perbuatannya wajib diikuti oleh setiap muslim.

Menurut para ahli sejarah yang meneliti sirah nabawiyah, sekurang-kurangnya terdapat empat pilar kekuatan masyarakat dan negara yang dibangun dan diwariskan oleh Nabi lima belas abad yang lampau, yaitu:

Pertama, kekuatan akidah dan ibadah. Dalam kaitan ini Nabi Muhammad menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akidah, ibadah, dan muamalah dalam masyarakat Islam dengan berbagai ragam latar belakang sosial budayanya.

Kedua, kekuatan ekonomi, yaitu dengan membangun etos kerja umat, menegakkan moral para pelaku ekonomi serta menggerakkan potensi zakat, infak, sedekah dan wakaf sebagai sistem jaminan sosial melalui peran negara dengan membentuk Baitul-maal.

Ketiga, kekuatan sosial. Dalam hal ini Nabi Muhammad membangun hubungan persaudaraan, ukhuwah Islamiyah, membudayakan tolong-menolong di antara sesama muslim.

Keempat, kekuatan politik. Nabi Muhammad membentuk kontrak politik dengan semua unsur dan komponen masyarakat melalui Piagam Madinah. Piagam Madinah merupakan piagam negara tertulis pertama di dunia, jauh sebelum munculnya Deklarasi Hak-Hak Asasi Manusia yang dilahirkan PBB pada tahun 1948.

Dalam Piagam Madinah, antara lain diatur politik pertahanan negara dan hubungan Muslim dengan nonmuslim. Dengan Piagam Madinah itu jelas sekali ajaran Islam dan umat-Nya menghargai pluralitas suku, golongan, dan agama. Ketika umat Islam berkuasa, tidak pernah terjadi gangguan terhadap umat lain ataupun pemaksaan untuk memeluk agama Islam. Dalam Alquran dan Sunnah diingatkan kepada setiap muslim, apabila memegang kekuasaan harus melindungi dan mengayomi pemeluk agama lainnya dengan sewajarnya, sebagaimana umat beragama seyogianya pula menghormati identitas kaum Muslimin. Toleransi tidak bisa dibangun secara sepihak, tetapi toleransi beragama harus melibatkan semua pihak secara adil dan jujur.

Para sahabat nabi dan kaum Muslimin generasi awal menerima ajaran Islam itu tidak hanya dari ucapan dan pelajaran yang disampaikan Nabi, akan tetapi juga melihat langsung perbuatan Nabi sehari-hari dalam berbagai situasi. Oleh karena itu kita wajib menjadikan ajaran dan keteladanan yang memancar dari kehidupan, perjuangan dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai uswah hasanah untuk memperkokoh pembangunan umat dan bangsa.

Diacara yang sama,  Tokoh Muda Sumatera Utara Dimas Tri Adji yang merupakan caleg DPRD provinsi Sumatera Utara dari Partai Nasdem dapil Serdang Bedagai - T. Tinggi juga hadir dan menyampaikan pesan bahwa " Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, adalah sarana untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiah dan mengingat kan kita untuk mentauladani Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan sehari hari.




penulis: Sarwo Edi
Surya Anggara sampaikan Peringatan Maulid Nabi itu pesan untuk membangun Persatukan Umat Surya Anggara sampaikan Peringatan Maulid Nabi itu pesan untuk membangun Persatukan Umat Reviewed by Edi Sergai on 03.00 Rating: 5