Diduga Pemkab Rohil Dan Oknum Pengusaha Gusur Dan Ratakan Rumah Warga Tanpa Ganti Rugi



ROKAN HILIR - Penasehat Hukum masyarakat Kec.Bagan Sinembah korban penggusuran rumah liar di perbatasan Bagansinembah Jalan Lintas Riau-Sumut,Parulian Sitanggang SH terus berjuang agar warga ini tetap bisa menghuni rumah atau mendapat ganti rugi dari pemerinrah Kabupaten Rokan Hilir,Senin 17/12/2018,Pukul 14.00 Wib.

Penggusuran rumah warga sebanyak (88) kepala keluarga (kk) tersebut Pada Tahun lalu Tanggal 16 dan 17 September 2017 lalu,rumah tempat tinggal dan usaha masyarakat di Jalan Lintas Riau-Sumut perbatasan Bagan Sinembah diratakan dengan tanah oleh Humas PTPN III Torgamba,"terang Parulian Sitanggang SH.

Lanjut Parulian Sitanggang SH,padahal sehari sebelumnya sudah ditengarai oleh Tim Penasihat Hukum dengan Camat bahwa, masyarakat akan membongkar sendiri bangunannya,namun dengan gagahnya, Humas PTPN III Torgamba mengobrak abrik bangunan masyarakat dengan duduk di belakang operator beko PTPN III. Tidak ada perlawanan dari masyarakat karena dari awal Tim Penasehat Hukum sudah mewanti-wanti dan meminta semua pihak agar taat pada aturan dan hukum sebagamana proses yang saat ini diupayakan,"jelas Parulian.

"Nampaknya pak Kapolsek dan Ibu Camat tidak mau kehilangan muka karena batas waktu yang ditentukan sudah final, meskipun akibatnya masyarakat harus menderita karena tidak lagi memilki tempat tinggal dan tempat berusaha,"lanjutnya.Yang jelas tidak ada tawar menawar, pokoknya bongkar, soal rakyat harus menderita itu tidak perlu dipikirkan," kata Parulian.

"Menurutnya, tugas Kapolsek dengan aparatnya adalah membantu dan mengayomi, Upika (camat) untuk melaksanakan programnya. "Saat ini yang tersisa adalah tangis dan pilu masyarakat perbatasan yang kocar kacir menyelamatkan nasibnya," ungkap Parulian.

"Untuk upaya hukum, sudah dilaksankan dan tanggal 5 Oktober 2017 Tahun lalu direncanakan sidang untuk menentukan nasib masyarakat. "Tapi, waktu 20 hari lagi itu terlalu lama buat Ibu Camat dan pak Kapolsek untuk menunggu. Karena sudah diputuskan tanggal 15 September 2015 harus dieksekusi untuk dibongkar habis oleh Upika Bagan Sinembah,"katanya.

"Dalam hal ini tidak ada negosiasi, yang penting keputusan harus dilaksanakan. Karena sebagaimana dikatakan oleh pihak Upika bahwa kalau ini ditunda,martabat Upika Bagan Sinembah akan dipertaruhkan. Maka demikian, semua rumah dan tempat usaha masyarakat sudah rata dengan tanah. Kecuali sebuah rumah milik pegawai PTPN III Torgamba tidak dibongkar,"papar Parulian.

Lanjut Parulian,"Ironisnya, bahwa Pemerintah adalah tempat sandaran masyarakat untuk mengadukan nasib yang telah menimpa mereka. Namun sandaran tersebut malah berbalik arah, masyarakat digusur dan rumahnya dihancurkan, diduga masyarakat yang digusur tidak disediakan rumah tempat sementara menjelang masyarakat mendapatkan rumah untuk tempat tinggal mereka,"terang Parulian.



Penulis:Toni Octora.

Diduga Pemkab Rohil Dan Oknum Pengusaha Gusur Dan Ratakan Rumah Warga Tanpa Ganti Rugi Diduga Pemkab Rohil Dan Oknum Pengusaha Gusur Dan Ratakan Rumah Warga Tanpa Ganti Rugi Reviewed by Toni Octora on 18.59 Rating: 5