Kalna:Satnarkoba Polres Rohil Tidak Profesional





ROKAN HILIR- Kamis Tanggal 27 Desember 2018 Pengadilan Negeri Rokan Hilir menggelar sidang Praperadilan Nomor 3/PID.PRA/2018/PN.RHL atas nama Pemohon Supriadi Alias Adi Alias Ganden Melawan Satresnarkoba Polres Rokan Hilir atas Penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan terhadap Supriadi.

Namun di persidangan yang hadir hanya Kuasa Hukum Supriadi yaitu Kalna Surya Siregar SH dan Rahmad Hidayat SH.Sidang Praperadilan ini dipimpin oleh Hakim tunggal Boy Jefry Paulus Sembiring SH dibantu Panitera Pengganti Novi Yulianti SH.Sidang Praperadilan ini ditunda pada hari Jum'at tanggal 4 Januari 2019.

Sebelumnya di media Online Riau Mandiri,Kasatnarkoba Polres Rokan Hilir ada mengatakan,"Terserah mereka aja.Namanya mereka punya hak. Kalau kita soal Narkoba, tidak ada takut-takut. Apalagi ada barang bukti," tegas dia.Nanti kita uji aja (di pengadilan),"pungkas AKP Herman Pelani SH.

Usai persidangan, Kalna Surya Siregar SH didampingi Rahmad Hidayat SH sebagai Kuasa Hukum Supriadi Alias Adi Alias Ganden menyayangkan atas ketidakhadiran Satresnarkoba Polres Rohil di persidangan.

Menurut Kalna bahwa Kasatresnarkoba Polres Rohil tidak profesional,"tidak siap dengan gugatan praperadilan ini. Kasatresnarkoba tidak sesuai antara apa yang diucapkan dengan pelaksanaan, kami menduga Kasatresnarkoba takut menghadapi Praperadilan ini makanya mereka tidak hadir,"papar Kalna.

Kalna menambah bahwa,"Kapolri telah meluncurkan istilah Promoter dalam aktifitas kepolisian. Yang mana Promoter adalah singkatan dari Profesional, Modern dan Terpercaya dengan (11) program prioritas guna mewujudkan Polri yang semakin profesional, modern dan terpercaya,"tentu istilah Promoter ini sarat makna, berkaitan dengan kepercayaan publik (public trust) yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah organisasi kepolisian,"paparnya.




Penulis:Toni Octora.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.