Zulkifli: Warga 88 KK Yang Digusur dan Diratakan Rumahnya Oleh Perusahaan PTPN III Torgamba Seperti Tak Memiliki Pemimpin di Rohil

Foto Pimpinan Umum dan Editor Media EraPublik.com
Disaat Bincang-bincang Bersama Zulkifli Disalah Satu Kedai Kopi di Ujung Tanjung
Dengan Menggunakan Baju Kaos.

ROKAN HILIR - Zulkifli yang merupakan Tokoh Pemuda Rokan Hilir terus mengkritisi Pemerintah Kabupaten Rokan HIlir yang di Pimpin H.Suyatno selaku Bupati, yang mana warga sebanyak (88) Kepala Keluarga (KK) yang berada di perbatasan Bagansinembah Jalan Lintas Riau-Sumut pada Tgl 16 dan 17 September 2017 lalu, yang digusur dan rumahnya diratakan dengan tanah dengan menggunakan alat berat, yang dilakukan oleh pihak Perusahaan PTPN III Torgamba yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Menurut Zul sapaan akrabnya, bahwa semestinya Pemkab Rohil harus bijaksana dalam menggusur warga yang berjumlah 88 KK tersebut, meskipun mereka menduduki tanah yang disebut bermukim liar.

Oleh karena itulah, Zulkifli sangat menyayangkan atas penggusuran paksa dan meratakan rumah warga 
sebanyak (88) Kepala Keluarga (KK) yang berada 
di perbatasan Bagansinembah Jalan Lintas Riau-Sumut pada Tgl 16 dan 17 September 2017 lalu oleh pihak Perusahaan PTPN III Torgamba yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, yang mana Pihak Perusahaan dan Pemkab Rohil melaksanakan Putusan Hakim Pengadilan Negeri Rokan Hilir tanpa memberikan solusi kepada warga yang tergusur.

Menurut Zulkifli, bahwa yang digusur oleh pihak Perusahaan dan didukung oleh Pemkab Rohil adalah manusia bukanlah binatang, yang mana kedua pihak ini tanpa ada memberikan solusi apapun terhadap masyarakat yang digusur.

"Rumah merupakan kebutuhan pokok, sehingga  layak diletakkan sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus dinikmati setiap warga Negara tanpa kecuali selama hidup di dunia ini," ungkap Tokoh Pemuda Rohil ini kepada Media EraPublik.com, Rabu (20/12/2018).

Zulkifli menegaskan, bahwa Dalam Undang - undang Tahun 1945 Pasal 28H ayat 1 menyebutkan,"Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan," gumam Zulkifli.

"Hal ini juga sejalan dengan Undang - undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia pasal 40 yang menegaskan setiap orang berhak untuk bertempat tinggal dan hidup layak, dengan kata lain perumahan dan pemukiman merupakan hak dasar bagi setiap warga negara sehingga layak di kategorikan kebutuhan primer," imbuh Zulkifli.

lanjut Zul,"Seharusnya pihak Perusahaan 
PTPN III Torgamba dan Pemerintah Rokan Hilir sebelum melakukan penggusuran dan meratakan rumah warga dengan alat berat, alangkah baiknya terlebih dahulu membuatkan tempat tinggal mereka. setelah tempat tinggal mereka selesai, barulah pihak Perusahaan PTPN III Torgamba dan Pemerintah Rokan Hilir menggusur mereka. Oleh karena itu kita meminta Pemkab Rohil segera mempersiapkan  rumah layak huni buat masyarakat yang digusur, karena mereka juga bahagian dari pada masyarakat Kabupaten Rokan Hilir ini." tegas Zulkifli berpesan kepada pihak Perusahaan PTPN III Torgamba
 dan Pemerintah Rokan Hilir.

Penulis: Toni Octora.
Zulkifli: Warga 88 KK Yang Digusur dan Diratakan Rumahnya Oleh Perusahaan PTPN III Torgamba Seperti Tak Memiliki Pemimpin di Rohil Zulkifli: Warga 88 KK Yang Digusur dan Diratakan Rumahnya Oleh Perusahaan PTPN III Torgamba Seperti Tak Memiliki Pemimpin di Rohil Reviewed by Redaksi on 08.25 Rating: 5