Ticker

6/recent/ticker-posts

Artikel: "Naik Pangkat Yuk"

Oleh: Jumaiyah, S.Pd

Pegawai negeri sipil atau sekarang disebut  Aparatur Sipil Negara ( ASN)  mendapatkan hak untuk kenaikan pangkat baik yang jabatan fungsional maupun yang struktrural. Menurut PP No 09 tahun 2008 dan PP No 12 tahu  2002, kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian pegawai negeri sipil terhadap negara,serta sebagai dorongan kepada pegawai negeri sipil untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya. 

    ASN yang jabatan fungsional seperti guru berhak untuk mengajukan kenaikan pangkat  dalam jangka waktu empat tahun sekali. Dalam pengajuan kenaikan pangkat guru harus  melengkapi syarat dan kredit poin  sesuai dengan pangkat dan golongannya. Dalam Permenpan dan RB  No 16  tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya harus memenuhi unsur utama maupun unsur penunjang.

     Pada guru yang pangkat III/a menuju III/ b akan sangat mudah sekali untuk pengusulan kenaikan pangkat karena mereka belum dibebani dengan publikasi ilmiah atau karya inovatif. Namun pada pangkat III/ b ke atas guru sudah mulai terbebani dengan publikasi ilmiah. Guru yang akan naik pangkat dari III/b menuju III/c dituntut untuk menghasilkan suatu karya ilmiah yang berbobot poin 4. Semakin tinggi pangkat yang akan dicapai maka semakin banyak poin karya ilmiah yang harus dipenuhi.

    Di sinilah dilema para guru saat pengurus kenaikan pangkat, terbentur saat melengkapi unsur penunjang yang berupa karya tulis  ilmiah. Penyebabnya adalah banyak guru yang malas menulis karya tulis ilmiah  . Padahal unsur penunjang karya tulis  ilmiah itu tidak hanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) saja, melainkan banyak pilihan publikasi ilmiah lainnya. 

    Setiap publikasi ilmiah yang ditulis guru akan  mendapatkan poin sesuai dengan jenis publikasinya. Jenis- jenis  Publikasi ilmiah :
1. Karya tulis  berupa penelitian yang dibukukan dan ber-ISBN,  angka kredit 
2. Karya tulis  berupa penelitian diterbitkan di majalah atau jurnal ilmiah nasional, angka kredit 3.
3. Karya tulis berupa laporan penelitian yang diterbitkan di majalah/jurnal ilmiah provinsi, angka kredit 2.
4. Karya tulis berupa penelitian ilmiah yang diterbitkan di majalah/jurnal ilmiah kabupaten /kota angka kredit 1
5. Karya tulis yang di seminarkan di sekolah dan disimpan di perpustakaan Ini berupa PTK   angka kredit 4.
6. Makalah / tinjauan ilmiah di simpan di perpustakaan,  angka kredit  2.
7. Ilmu pengetahuan populer berupa  artikel ilmiah terbit di media nasional, angka kredit 2.
8. Ilmu pengetahuan populer berupa artikel ilmiah terbit di media provinsi, angka kredit 1.5
9. Artikel ilmiah  terbit di jurnal nasional, angka kredit 2
10. Artikel ilmiah terbit di jurnal provinsi,angka kredit 1,5
11. Artikel ilmiah terbit di jurnal kota, angka kredit 1
12. Buku teks pelajaran  BSNP, angka kredit 6
13. Buku teks pelajaran ber ISBN,angka kredit 3
14. Buku teks pelajaran tidak ber-ISBN, angka kredit 1
15. Modul/diktat pelajaran per semester  pengesahan  dinas provinsi, angka kredit 1.5
16. Modul/ diktat pelajaran persemester pengesahan dinas kabupaten/kota,angka kredit  1
17. Modul/diktat pelajaran persemester disahkan sekolah, angka kredit 0.5
18. Buku pendidikan  cetak ber -ISBN angka kredit 3
19. Buku pendidikan cetak nonISBN angka kredit 1.5
20. Karya hasil terjemahan  angka kredit 1
21. Buku pedoman guru angka kredit 1.5
22. Teknologi tepat guna  kompleks angka kredit 4
23. Teknologi tepat guna sederhana angka kredit  2
24. Karya seni kompleks angka kredit 4
25. Karya seni sederhana angka kredit 2
26. Alat peraga/pelajaran/praktikum  kompleks angka kredit 4
27. Alat peraga/pelajaran/praktikum sederhana, angka kredit 2
    Ada banyak pilihan publikasi ilmiah yang bisa kita buat untuk unsur penunjang kelengkapan syarat kenaikan pangkat. Kenapa para guru  berpikir hanya membuat PTK? Padahal banyak pilihan lain yang harus kita ambil sesuai dengan kemampuan kita sebagai guru. Munulislah sesuai dengan kemampuan kita, jangan paksakan membuat PTK kalau hanya hasil duplikat karya orang lain, atau dibuatkan oleh orang lain.

Gerakan  literasi sudah menuntun guru untuk aktif menulis,  apapun ide dan gagasan kita bisa di tuangkan dalam bentuk tulisan baik bersifat fiksi atau non fiksi. Dapat juga berupa gagasan  faktual yang lengkap dengan fakta dan menyakinkan  dapat diterbitkan di media berupa artikel. Hasil tulisan itu dikumpulkan akan menjadi sebuah  buku yang siap  cetak dan ber-ISBN.

     Jadi tak ada alasan lagi bagi guru untuk terlambat atau malas mengurus kenaikan pangkat. Banyak pilihan karya disediakan, mulailah menulis walaupun diri kita sendiri yang akan  membacanya. Jangan takut  memulai  menulis karena  kita tak pernah berhasil menulis  kalau kita tidak mencobanya. Jika masih belum mampu menulis, guru bisa ikut kelas menulis online yang banyak tersedia di media sosial. Manfaatkan teknologi dan smartfhone  untuk meningkatkan kompetensi kita. 

Jumaiyah,S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 14 Dumai Riau