Diduga Pembalakan Liar Kian Merajalela di Buluhala Sungai Sembilan


DUMAI – Kasus pembalakan liar atau aksi illegal logging kian merajalela di Buluhala Kecamata Sungai Sembilan Kota Dumai hingga saat ini. Kawasan hutan lindung bahkan terinformasi tak lepas dari aksi tersebut.

Ironisnya, para pelaku pembalakan pun terlihat tak punya rasa takut lagi dalam melakukan aktifitasnya. Sayangnya, Pemerintah Dan penegak hukum, justru terkesan tutup mata akan hal tersebut.

Amatan media ini, sejumlah wilayah di sungai sembilan dan wilayah hutan di perbatasan Dumai– rohil kini kian tidak terkendali, mulai dialih fungsikan sebagian hak kelolan sendiri hingga perambahan dan pembalakan hutan untuk dijadikan ajang bisnis oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Salah satu dari Tokoh Pemuda masyarakat di kelurahan tanjung penyembal mengatakan, perambahan hutan di sungai sembilan ini sudah pada posisi kritis.

“Penebangan liar, membuka lahan pertanian di kawasan hutan dan cagar alam dalam kondisi yang memprihatinkan dan hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari pemerintah,” tutur narasuber.

Warga juga mendesak agar hal ini harus diseriusi oleh instansi terkait sebab dapat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat.

“Penanganan masalah yang sudah kronis harusnya dilakukan dengan luar biasa. Jika tidak mampu, pemerintah harus mengevaluasi pimpinan instansi terkait,” terangnya.

Sementara itu, wardi (bukan nama sebenar) mengatakan hutan disini rawan akan pembalakan liar. Berdasarkan pantawan detik12.com di lapangan, para pelakunya merupakan kelompok masyarakat.

“Ini terjadi dengan berkelompok. kami selalu melihat kayu diangkut setiap harinya mengunakan gerobak yang ditarik dengan mobil zep dan helax di simpang pulai pada malam hari,” terangnya kepada sejumlah wartawan Detik12.com.

“Sebenarnya kalau pihak berwajib mau menindaki mereka (pembalak, red) pasti kami dari masyarakat bersedia memberi informasi, Hal ini berupaya demi mencegah semakin maraknya kerusakan hutan,” tutupnya.




Sumber: Detik12.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.