• Breaking News

    Hotland Himbau Masyarakat Jangan Terpancing


    DUMAI - Dengan selesainya Pemilu  Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia dalam Pemilihan Presiden RI tanggal 17 April 2019  Kemaren, Dimana hasil hitung cepat/Quick Count baik yang melalui Media Berita Elektronik, Media Online, maupun di Media Sosial yang simpang siur setelah usai pencoblosan masyarakat di TPS pada 17 April 2019 terkait hasil kemenangan Calon Presiden & Wakil Presiden RI antara Nomor Urut 01 dan 02 ditanggapi Hotland Thomas SH pengacara muda Kota Dumai.

    Terkhususnya munculnya hasil Quick Count di berbagai Media Elektronik dan Televisi yang diduga simpang siur yang mana Pasangan Paslon meraih suara terbanyak satu sama lain, sehingga membingungkan publik untuk mempercayai yang mana sebenarnya Hasil quick count yang benar.

    Hal ini ditanggapi Hotland Thomas.SH salah satu Pengacara Muda di Kota Dumai, atas informasi hasil survei yang diduga simpang siur diberbagai media tersebut. 

    Menurut Hotland, hendaknya masyarakat jangan terpancing untuk mempercayai hasil-hasil survey tersebut, sebab hasil yang tertera bukanlah hasil dari Real Count, itu masih dalam hitungan cepat yang kebenarannya belum Kompetibel dan dapat berubah-ubah saat hasil-hasil tiap TPS diseluruh Indonesia sudah terkumpul 100%. 

    "Terlepas benar atau tidaknya hasil survei tersebut, hendaknya masyarakat tidak menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini dan tidak kendali. Gara tidak terjadi perpecahan antar sesama," ungkap Hotland kepada awak media, Kamis (18/04/2019).

    "Wajar jika masing-masing Calon mengklaim kemenangan, namun hasil akhir yang akuratnya adalah hasil penghitungan KPU bila sudah 100% terkumpul," imbuh Hotland. 

    Hotland menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpancing dengan informasi-informasi yang membingungkan. Baik yang di media Sosial di berita-berita Bohong karena kita wajib memberantas Hoax mulai dari sekarang.

    "Yang jelas, mari kita tunggu hasil penghitungan dan keputusan KPU. Nah disitulah kita akan tau, siapa yang menang." tandas Hotland Thomas SH.

    Siapapun yang menang kita harus menghormati dan menghargai karena Hak Konstitusional kita adalah penentu Pemimpin kita 5 tahun kedepan.



    Penulis: Budi

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728