Lembaga YLBHN Dan Tim Media Serahkan Dokumen Terkait Air Bersih Yang Mangkrak Ke Kejari Dumai

Foto Ketua Umum YLBHN Ir.Muhammad Hasbi
Saat Penyerahan Surat Pemberitahuan Dan Kliping Berita Serta Dokumen Kepada Roy Modino SH
Kasi Intel Kejari Dumai


DUMAI - Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Nasional Ir. Muhammad Hasbi bersama Beberapa Pimpinan Media mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kota Dumai. 

Kedatangan yang mengatasnamakan Gabungan Lembaga YLBHN & Media ini bertujuan untuk menyerahkan Surat Pemberitahuan serta Kliping Berita dan Dokumen terkait dugaan mangkraknya Proyek Air Bersih di Kota Dumai yang menelan Anggaran sebesar 235 Miliar. 

Setibanya di Kantor Kejari Dumai disambut baik oleh Kepala Kejaksaan Negeri Dumai melalui Kasi Intel Roy Modino SH diruangan kerjanya.

Roy Modino mengatakan kepada Gabungan Lembaga YLBHN & Media, bahwa pihak Kejari mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan Gabungan.

"Surat dan Dokumen ini kita terima, dan akan saya teruskan kepada Kejari. Saya tidak bisa menjawab secara resmi terkait persoalan ini, sebab kasus inikan sudah ditangani oleh Kejaksaan Agung RI. Maka dari itu beri saya waktu," ucap Roy.

"Apa hasilnya nanti, beberapa minggu ini akan kita sampaikan," tandas Kasi Intel Kekari Dumai, Roy Modino SH. Senin (15/04/2019).
Surat Tanda Terima Dari Kejaksaan Negeri Dumai

Terkait hal ini, Ketua Umum YLBHN Ir.Muhammad Hasbi mengatakan kepada awak media, bahwa Gabungan Lembaga YLBHN & Media berharap Kejari Dumai dapat mentelaah atas dokumen yang kita serahkan. 

"Tujuan kami tidak lain adalah, untuk mengetahui mengapa kasus Proyek Air Bersih yang ditangani oleh Kejagung RI hingga kini mandek," ungkap Hasbi.

"Oleh karena itulah, kami menyerahkan kliping berita dan dokumen terkait proyek tersebut agar dapat ditelaah pihak Kejari Dumai, dan dapat menanyakan kepada pihak Kejagung RI sejauh mana proses penyelidikan kasus proyek air bersih yang menelan anggaran sebesar 235 Miliar tersebut, dimasa kepemimpinan Walikota Dumai Zulkifli As," beber Hasbi.

Lanjutnya,"Kita mengucapkan terimakasih kepada Kejari Dumai yang telah menerima dan merespon atas upaya kami tersebut, dan Kejari melalui Kasi Intel berharap kami bersabar dalam 2 Minggu ini. Apa hasilnya bersama Kejari Dumai, sebab Kasi Intel tidak bisa memberikan jawaban secara resmi melainkan Kejari. Kita akan menunggu atas apa yang disampaikan Kasi Intel tersebut." tandas Ir. Muhammad Hasbi.




(TIM) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.