Breaking News

Terkait Kasus Over Dosis Di PUB Hotel Tresya, Diduga Oknum Kepolisian Main Mata Dengan RS Hadi Husada


KOTA TANJUNGBALAI - Beberapa hari lalu, Penggiat Anti Narkoba MAPAN Indonesia telah beberapa kali melayangkan surat somasi ke pihak RS. Hadi Husada, tepatnya pada tanggal 25 April 2019 terkait dugaan adanya 'main mata' antara pihak RS. Hadi Husada dengan kepolisian Resort Kota Tanjungbalai terhadap kasus Over Dosis (OD) seorang lelaki di rumah sakit tersebut.

Setelah di somasi, pihak RS. Hadi Husada merespon dengan mengundang pihak MAPAN Indonesia untuk bertemu dengan pihak rumah sakit guna memberi klarifikasi terhadap somasi yang dilayangkan oleh MAPAN Indonesia Resort Kota tanjungbalai tersebut.

"Masalah ini harus jelas, jangan seakan-akan ada yang ditutup-tutupi," tegas Parulian Hutahaean sebagai Pimpinan Nasional MAPAN Indonesia ketika ditemui wartawan EraPublik.com di kediamannya, Senin (06/05/2019).

Parulian menyayangkan sikap RS. Hadi Husada melalui stafnya yang tidak mengakui jika saat malam kejadian seorang pria telah mengalami Over Dosis (OD) saat itu hadir seorang oknum kepolisian di rumah sakit tersebut.
"Seperti ada udang dibalik batu..!" tutup Parulian.

Selanjutnya Pihak MAPAN Indonesia akan melanjutkan kasus dugaan 'main mata' tersebut ke POLDASU dan Dinas Kesehatan Sumatera Utara guna mengutarakan sikap ketidakpuasan atas kinerja oknum-oknum yang tak bertanggungjawab dan dengan sengaja menyembunyikan informasi.

"Intinya Kasus Ini harus Jelas dan Harus Tuntas, tidak tertutup kemungkinan adanya dugaan oknum aparat terlibat," tegas Ruli.

Oleh karena itu, Ketua Umum Mapan Indonesia Psf Parulian yang biasa di panggil Bung Ruli ini menegaskan akan meneruskan persoalan ini ke Kapolri dan Presiden, sebab saat ini 
Indonesia Darurat Narkoba seperti kata Presiden Joko Widodo

"Kota Tanjungbalai harus bersih tanpa Narkoba, dan kita minta peran serta Para Ulama dan lainnya untuk bersama-sama mencegah Norakoba," beber Ruli.

Terkait hal ini Ketum MAPAN Indonesia menduga,"Jangan-jangan dugaan kita adanya kerja sama antara pihak rumah sakit dengan pihak kepolisian dan pihak Hotel Tresya. Sebab pada waktu melakukan pembiaran tanpa mengambil tindakan cepat dalam penanganan, karena ini bicara kemanusiaan, bukan bicara karena korban overdosis." tandas Parulian Hutahaean.





Sumber: MAPAN Indonesia.
(Tim)

Tidak ada komentar