Tokoh Masyarakat Kecamatan Tanah Putih, Mendambakan Pemilu Damai Dan Menolak People Power




ROKAN HILIR- Pelaksanaan Pemilu Capres atau Cawapres dan Caleg, hampir usai. Sebagai negara demokrasi pelaksanaan pemilu maupun pileg merupakan wujud dari kesadaran masyarakat dalam menentukan pilihan terhadap calon presiden dan wakil presiden dan calon wakil rakyat. Dalam pelaksanaan pemilu pileg, tentu ada yang akan kalah dan akan ada yang menang.

Perseteruan selama proses pemilu dan pileg adalah hal yang wajar dikarenakan semuanya menginginkan kemenangan, berharap untuk dipilih, akan tetapi apabila dalam pelaksanaannya kalah, tentu harus bisa menerimanya dengan lapang dada dan menerima dengan lapang dada.

Tokoh masyarakat Kec. Tanah Putih sekaligus ketua putra jawa kelahiran sumatra ( Pejakesuma) Sukri mengatakan," hal tersebut adalah tidak tepat dan tidak setuju dengan keinginan itu. Karena dalam pelaksanaan pemilu tentu ada Undang-Undang yang menaungi pelaksanaannya dan ada lembaga yg bisa dijadikan sebagai wadah untuk  melakukan pengaduan pelanggaran baik pelanggaran pidana, administrasi maupun etika," jelas Sukri.

" Apabila mengetahui adanya kecurangan, ranah hukum adalah satu-satunya langkah yang tepat baik melalui Bawaslu maupun melalui MK, jadi tidak tepat apabila mengambil langkah menurunkan kekuatan masa atau yang sering disebut dengan people power," paparnya.

Lanjut Sukri," karena hal ini akan menimbulkan kerusuhan dan perpecahan bangsa, sekali lagi mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, saya sangat tidak setuju dengan adanya rencana pergerakan people power tersebut," harap Sukri.




Editor: Toni Octora.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.