Ketum Mapan Indonesia : Kapolri Perlu Turun Gunung Ke Wilayah Polda Sumut


KOTA TANJUNGBALAI - Dalam beberapa hari terakhir ini banyak kejadian-kejadian yang mengejutkan di Daerah daerah, di Sumatera Utara. Pada tanggal 26 Mei 2019 sekitar pukul 17.00 Wib Kepolisian Sektor Percut Sei  Tuan Menangkap  Lepas Bandar Sabu berinisial RAB alias RA atas penggerebekan di salah satu cakruk di Desa Kolam, Percut Sei Tuan.

Dalam kasus ini Mapan Resort  Kota Medan Robbi Shahary, S.H sangat Kecewa dan mengecam Oknum/ Aparat Penegak Hukum.(13/6).

Alasan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan IPTU  MK DAULAY S.H. Pada saat melakukan penangkapan tidak ada ditemukan barang bukti baik narkoba maupun benda lain yang melanggar hukum, ‘melainkan’ plastik klip kecil kosong yang ditemukan diseputaran lokasi penggerebekan.

“Dari keterangan Kanit Reskrim tersebut Mapan Indonesia Resort Kota Medan sangat mengecewakan, seolah-olah tidak benar adanya penangkapan dan penggerebekan atau ada kesan  salah tangkap, sebab jika benar Tim Reskrim Polsek Percut Sei Tuan tidak menemukan apapun bukti dalam penggerebekan tersebut, mengapa Tim Reskrim berani melakukan penangkapan tanpa ada alasan 2 (dua) alat bukti permulaan yang cukup untuk ditangkap,” Ujar Robbi ketua resort Kota Medan Mapan Indonesia.

Tidak hanya itu, sebulan yang lalu Mapan Indonesia telah beberapa kali melayangkan surat somasi ke pihak RS. Hadi Husada, tepatnya pada tanggal 25 April 2019  Pukul : 00.30 Wib.Terkait dugaan adanya 'Main Mata' antara pihak RS. Hadi Husada Kota tanjungbalai  dengan Oknum kepolisian Resort Kota Tanjungbalai terhadap kasus Over Dosis (OD) seorang lelaki di rumah sakit tersebut. Yang Asalnya Dari Salah satu Pub Hotel yaitu Tresya dan juga sudah melayangkan surat kepada kapolres tanjungbalai tembusan Kapoldasu.

Dari kejadian-kejadian itu tentu menjadi pertanyaan Ketua Umum Mapan Indonesia, PSF. Parulian Hutahaean yang Akrab dipanggil Bung Rully mengatakan  banyak yang di duga telibat kasus Narkoba Sampai saat ini tidak di tanggapi, untuk  itu  Kapolda Sumatera Utara  dan Kapolres Kota Tanjungbalai jangan diam donk,” Ucapnya.

Sementara itu, Dugaan Peredaran Narkoba Di Beberapa Hotel Yang Ada Di Batu KM  7 Kota Tanjungbalai Juga tidak menjadi Rahasia Umum lagi, dan Tidak Menutup Kemungkinan Dugaan di Bekingi Oleh Oknum Oknum  Aparat Kepolisian yang ‘Nakal’.

“Pak, Kapoldasu dan Kapolres Tanjungbalai tindak tegaslah jajarannya jika ada Oknum yang nakal terkait kasus narkoba, jangan Terkesan Diam Atas Surat yang Sudah dilayangkan, Sampai dimana Sikap atas Surat yang kami Layangkan,” Tegasnya.

Rully  juga menambahkan, jika tidak di sikapi, maka  akan melayangkan surat Ke Div.Propam Mabes Polri dan Presiden Jokowi yang dalam hal ini menyatakan Bahwa Indonesia darurat Narkoba.
“Saya akan kirim surat dalam waktu dekat kalau tidak di tanggapi Ke Div. Propam, Mabes Polri dan Bapak Presiden Jokowi,” tambahnya.

Mengenai  Perihal Rumah Sakit Umum Hadi Husada Kota Tanjungbalai Mapan Indonesia Akan Menyurati  Dinas Kesehatan Pemprovsu dan  Mentri kesehatan agar mencabut akreditasi dan izinnya.

“Apa boleh Buat ini langkah yang baik dan memberi pelajaran kepada rumah sakit,” Ucapnya yang sedikit lantang.



Penulis : Mara fenci

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.