• Breaking News

    Miris, Jalan Semenisasi di Desa Penyasawan Hampir Longsor Tergerus Aliran Air Sungai


    Kampar - Miris, hanya tinggal beberapa centimeter lagi, jalan Semenisasi di Dusun Penyasawan Barat desa Penyasawan kecamatan Kampar yang merupakan jalur penghubung ke sekolah TK, SD, Stadion dan 150 rumah penduduk akan tergerus aliran air Sungai Kampar.

    Pantauan Erapublik.com, Jum'at (14/6/19), jarak tebing ke jalan semenisasi hanya tinggal beberapa centimeter saja, apabila dibiarkan dikhawatirkan berdampak longsornya jalan semenisasi akibat tergerus aliran air sungai Kampar.

    Kepala Desa Penyasawan, Sumarlis saat dimintai tanggapan terkait hal ini, mengatakan, bahwa terkait hal ini, dirinya selaku pemerintah desa sudah pernah mengusulkan pembangunan Turap melalui Tanggap Darurat dan Dinas PUPR kabupaten Kampar.

    "Sudah pernah saya usulkan pembangunan Turap ke Tanggap Darurat dan Dinas PUPR Kabupaten Kampar sekitar tahun 2017 lalu, namun hingga saat ini tidak pernah ada tindak lanjutnya," ujar Sumarlis.

    Menurutnya, permasalahan ini sudah pernah juga masuk dalam pemberitaan, dan dinas PUPR juga sudah berulang kali melakukan peninjauan, hanya saja tidak pernah ada tindaklanjut dari hasil peninjauan dinas PUPR Kampar.

    Selaku Kades, Sumarlis berharap agar pembangunan Turap dapat segera direalisasikan, karena jalan ini merupakan jalur penghubung ke 2 Sekolah, 150 rumah penduduk, dan Stadion.

    "Untuk diketahui, Stadion Penyasawan ini sudah pernah digunakan untuk event bergengsi, seperti PON dan Porprov Riau," terangnya.

    Lebih lanjut Kades Menuturkan, apabila dibiarkan dan tak ada reaksi cepat dari Pemkab Kampar yang dalam hal ini Dinas PUPR, maka dikhawatirkan tidak hanya jalan semenisasi saja yang tergerus aliran air sungai, namun sekolah TK, SD, dan Stadion pun akan longsor tergerus aliran air sungai.

    Sumarlis juga menambahkan, Akibat dari tidak adanya reaksi dari Pemkab Kampar melalui Dinas PUPR Kampar hingga saat ini, tentunya membuat dirinya merasa malu melewati jalan semenisasi yang hampir tergerus aliran air sungai tersebut.

    "Saya malu ketemu warga di sepanjang jalur itu, karena hingga saat ini belum ada titik terang terkait solusinya dari Dinas PUPR Kampar, apa yang akan saya jawab lagi, sementara sudah saya usulkan, dan sudah juga ditinjau berulang kali, namun nyatanya hingga saat ini belum ada tindak lanjut," tutupnya.

    Hingga berita ini diterbitkan, Pemkab Kampar yang dalam hal ini Dinas PUPR Kampar belum dapat dimintai tanggapannya.

    Penulis : Canggih

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728