Kuota Elpiji 3 Kg Kampar Meningkat, Susan : Kuota dan Kebutuhan Sinkron Apabila Sadar dan Tak 'Nakal'

Tampak, Kasi Pengawasan Perizinan Disperindagkop dan UKM Kampar, Susan tengah diwawancara kru erapublik.com

Kampar - Untuk memenuhi kebutuhan gas bersubsidi 3 Kg masyarakat kabupaten Kampar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop dan UKM) kabupaten Kampar pada setiap akhir tahun selalu menyurati Kementrian ESDM untuk meminta penambahan kuota gas elpiji 3 Kg di kabupaten Kampar.

Demikian disampaikan Kepala Disperindagkop dan UKM Kampar melalui Kasi Pengawasan Perizinan, Susan kepada Erapublik.com, Senin (8/7/19) di ruang kerjanya.

Dikatakan Susan, setiap tahun Disperindagkop dan UKM Kampar selalu menyurati kementrian ESDM untuk meminta penambahan kuota gas elpiji 3 Kg, dan Alhamdulillah permintaan penambahan kuota ini selalu dikabulkan oleh Kementrian ESDM.

"Pada tahun 2018 kuota gas Elpiji 3 Kg kita sebesar 16.508 MT atau sebanyak 5.503 tabung, sedangkan pada tahun 2019 naik menjadi 16.893 MT atau sebanyak 5631 tabung, hanya saja terkait sudah disalurkan atau belumnya kuota penambahan tersebut, Disperindagkop dan UKM Kampar belum mendapat kabar dari Pertamina," terang susan.

Ketika disinggung terkait adakah kemungkinan terjadi kelangkaan gas Elpiji 3kg pada tahun 2019 ini, Susan menjelaskan, bahwa hingga pertengahan tahun 2019 ini belum ada menghadapi kelangkaan besar, hanya saja pada bulan ramadhan dan lebaran kemarin yang sedikit langka, namun masih dalam kategori biasa.

Susan juga menambahkan, bahwa seyogianya kuota gas Elpiji 3 Kg untuk kabupaten Kampar ini cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat kabupaten Kampar yang tergolong miskin.

"Kuota dengan kebutuhan sinkronlah, cukup sebenarnya apabila pangkalan tidak berlaku 'nakal', serta masyarakat dan pegawai negeri/ASN sadar akan peruntukan gas Elpiji bersubsidi 3 Kg ini," imbuh susan.

Penulis : Canggih

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.