Pembangunan PAMSIMAS di Desa Bukit Betung Terkesan Asal Jadi dan Sarat Korupsi



KAMPAR - Pengerjaan pembangunan PAMSIMAS di Desa Bukit Betung kecamatan Kampar Kiri Hulu yang disebut-sebut menjadi tanggungjawab kepala desa Bukit Betung selaku pengguna anggaran dan selaku pelaksana kegiatan terkesan asal jadi, dan diduga sarat indikasi korupsi.

Proyek pembangunan rehab lanjutan PAMSIMAS yang bersumber dari dana APBN tahun 2018 lalu dengan nilai pagu anggaran Rp. 84.000.000,- (delapan puluh empat juta rupiah) ini disinyalir tidak kunjung selesai dan tidak kunjung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurut sumber yang layak dipercaya, pengerjaan pembangunan PAMSIMAS tidak kunjung selesai, dan hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti halnya, Sumur yang telah selesai dibuat tidak ada airnya, pipanya belum selesai alias belum sampai ke rumah masyarakat, dan mesin penyedot air juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Sementara, pantauan awak media, di desa Bukit Betung ini, masyarakatnya sangat membutuhkan PAMSIMAS, pasalnya, selama ini masyarakat desa Bukit Betung kesulitan didalam memperoleh air yang bersih. Hal ini dikarenakan, apabila memasuki musim kemarau masyarakat akan sulit memenuhi kebutuhan air, dan apabila memasuki musim penghujan, kondisi air sungai keruh.

Terkait dugaan pengerjaan pembangunan PAMSIMAS yang terkesan asal jadi dan diduga sarat indikasi korupsi, awak media Erapublik.com mencoba konfirmasi Kepala Desa Bukit Betung melalui via seluler, Sabtu (13/7/19).

Namun sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, kepala desa Bukit Betung kecamatan Kampar Kiri Hulu tidak menjawab panggilan telepon dari awak media erapublik.com, kepala desa Bukit Betung terkesan menutup keran komunikasi alias terkesan menghindar dari awak media.

Penulis : Canggih
Sumber : www.newskpk.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.