Breaking News

Dugaan DPO BD Narkoba di Bekuk Satnar Polres Asahan Malah di Rehabilitasi

Ketum Mapan Indonesia Bersama Suster R Di yayasan Caritas PSE Lubuk Pakam


Asahan -  Satuan Narkoba Polres Asahan mengirim Tsk yang berinisial K, J dan Ds ke yayasan Caritas untuk di rehabilitasi lubuk pakam  karena hasil test  urine positif mengandung zat narkotika di duga  dari ketiga tersangka tersebut  sudah ketergantungan.

 Menanggapi hal tersebut tim relawan dan Ketum Mapan Indonesia bergerak menyusuri kasus tersebut. Sabtu (31/9).

Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Antony Tarigan melalui pesan singkat whatsapp mengatakan bahwa atas  nama Tsk inisial  K,J dan  yang di tangkap sudah di Rehabilitasi di Caritas Lubuk Pakam karena hasil test urine positif mengandung zat narkotika,  sedangkan barang bukti yang di duga sabu setelah di periksa  di labfor medan, ternyata hasilnya negatif mengandung zat narkotika.
  
"Penangkapan A/n Khoir  Dkk itu di rehab dicaritas lubuk pakam karena hasil test urine mereka positif mengandung zat narkotika, sedangkan BB yang di duga sabu setelah diperiksa labfor medan hasilnya negatif mengandung zat narkotika, demikian infonya terima kasih,” Ujar Kasat Narkoba Asahan.Sabtu (17/8).

Hal senada yang di sampaikan Iptu Samsul  yang menyatakan bahwa barang bukti yang di dapat setelah uji labfor narkotika di medan tidak mengandung zat narkotika, namun setelah di lakukan test urine terhadap saudara khoir Positif menggunakan narkotika jenis sabu,  Lanjut  Iptu Samsul mengatakan bahwa khoir sudah kronis (parah) ketergantungannya sehingga di serahkan ke BNNK Asahan dan bersama-sama Keluarganya mengirim  Tsk ke Yayasan Rehabilitas Caritas Lubuk Pakam.

Menanggapi hal itu, Tim Relawan Mapan Indonesia dan Ketum Mapan Indonesia  bergerak menyusuri hingga  mencari tahu tentang informasi penangkapan di daerah wilayah hukum  Polres Asahan karena sudah ada hampir sepuluh hari di duga tidak  adanya berita penangkapan itu dan seolah olah polres asahan di duga terkesan menutup-nutupi kasus tersebut. 

Rasa tak puas pun  Ketum Mapan Indonesia mempertanyakan kepada Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu ia mengarahkan agar langsung bertemu Kasat Narkoba. Setelah itu Ketum Mapan menghubungi kasat narkoba tapi tidak di angkat dan mempertanyakan lewat pesan singkat Whatsap dan kasat narkoba mengarahkan kepada kanit narkoba yaitu Iptu Samsul. Setelah mendengar arahan itu Ketum Mapan Indonesia ke Polres Asahan dan bertemu langsung dengan Kanit Iptu Samsul. 
Dari pertemuan singkat itu Ketum Mapan menjelaskan bahwa tsk Khoir adalah merupakan bandar narkoba yang berstatus Daftar Pencarian Orang ( DPO ).

 “Meminta kepada kepolisian  agar segera menangkap tsk Khairuddin alias khoir, “ tegasnya.
Sementara itu, Kanit Iptu Samsul  mengatakan akan mencari informasi apakah benar saudara Khoir merupakan Daptar pencarian orang . “kita akan  kroscek kebenarannya, “ ujar Iptu Samsul. 

Rasa tak puas Ketum Mapan Indonesia atas kejanggalan keterangan dari Iptu Samsul, Ketum Mapan menghubungi Kasi Rehabilitasi BNNK Asahan dan membenarkan bahwa Tsk Khoir  direhab di Yayasan Caritas Lubuk Pakam melalui Surat Assesment dan persetujuan keluarga. 

 Tidak berhenti sampai di situ rasa penasaran Ketum Mapan Indonesia dan Tim Relawan Mapan meluncur ke arah kediaman rumah saudara Tsk Khior  di Sei Apung, istrinya tidak berada di rumah. Menurut inormasi warga setempat  tsk Istri khoir kurang berkomunikasi dan terkesan menutup diri dengan tetangganya.


Ket foto : kekediaman Khoiruddin/Khoir.

Tepatnya tanggal  21 Agustus 2019 pukul 23.00 Wib, Tim Relawan  dan Ketum Mapan Indonesia bergerak menuju Yayasan Rehabilitasi tiba di lokasi tanggal 22 agustus 2019 pukul 05.18 wib di kerenakan belom jam besuk bertamu tim pun menunggu, setelah satu jam lebih pukul 06.27 wib tim relawan dapat bertemu dengan pihak Yayasan Rehabilitasi  Caritas yakni  Suster Rahel , setelah konfirmasi dengan pihak Yayasan Suster Rahel membenarkan saudara Tsk khoir adalah sebagai Residen di Yayasan Caritas. “Ada Residen bernama Khairuddin Saragih yang di antar oleh Satuan Narkoba polres asahan bersama dua rekannya yang berinisial J dan DS pada tanggal 7 agustus 2019  ke yayasan kami,” ujarnya Suster Rahel.


Penulis : Mara FL

Tidak ada komentar