Breaking News

Nita Ariani Salah Satu Narasumber Dengan Tema Komunikasi di Acara FORGAN


DUMAI - Nita Ariani, S.Kep, M.Kep, Ph.D (Cand) menjadi Narasumber pelatihan Komunikasi Jurnalistik pada kegiatan yang diadakan oleh Forum Gabungan Wartawan (FORGAN), Kamis (29/8/2019) kemaren. Pelatihan tersebut bertempat di Kantor Law Office HS & PARTNERS Jalan Natuna Nomor 12A, Dumai.

Pada pelatihan Komunikasi Jurnalistik tersebut, bukan saja diikuti oleh jajaran di FORGAN, namun ada juga peserta dari mahasiswa/mahasiswi serta beberapa perwakilan LSM dan OKP. Turut hadir pada pelatihan tersebut perwakilan dari salah satu partai yang ada di Kota Dumai dan juga sejumlah Pengurus FORKI Kota Dumai.

Dalam melakukan pekerjaan jurnalistik dilapangan, tentunya para wartawan membutuh kemampuan berkomunikasi yang baik. Sebab, komunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam dunia kerja apalagi dunia kerja jurnalistik. Maka dari itu, FORGAN memandang perlu dilakukan pelatihan untuk menambah wawasan dalam berkomunikasi tersebut.
Tanpa kemampuan komunikasi yang baik tentu saja seseorang akan merasa kesulitan dalam berbagi informasi. Kadangkala hanya karena tata cara komunikasi yang buruk sebuah informasi yang seharusnya baik menjadi tertangkap buruk di mata orang lain.

Menurut Nita Ariani, eksistensi jurnalistik sebagai bagian dari ilmu komunikasi tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi. Sebab, baik kegiatan jurnalistik maupun komunikasi, dapat menjadikan masyarakat lebih mudah dalam memperoleh informasi.

" Komunikator dalam jurnalistik adalah media massa. Media masaa merupakan saluran komunikasi massa dalam menyampaikan pesan, baik berupa lembaga maupun organisasi, "terang Nita Ariani yang juga saat ini sebagai Dosen Akper Sri Bunga Tanjung (SBT) Dumai. 

Pesan yang disampaikan oleh media jurnalistik, kata Nita Ariani, hendaknya bersifat umum, karena menyangkut kepentingan umum. " Perlu diingat bahwa sifat media massa adalah satu arah (one way traffic communication) dan tidak mungkin segera diketahui tanggapan khalayak pada saat wartawan menyampaikan pesannya. Sehingga umpan balik yang diharapkan seringkali bersifat tertunda. Keterampilan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan oleh wartawan, "ujar Nita Ariani.
Faktor penunjang komunikasi, kata Nita Ariani, pesan harus dirancang dan disampaikan sehingga menarik perhatian komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui bahasa, baik verbal maupun non verbal, mendengar, berbicara, gerak tubuh dan ungkapan emosi. Komunikasi adalah pertukaran informasi antara pengirim dan penerima serta kesimpulan (persepsi) makna antara individu-individu yang terlibat.

" Tujuan komunikasi, berhubungan dengan orang lain, mempelajari atau mengajarkan sesuatu, mempengaruhi motivasi dan perilaku seseorang. Selain itu, mengungkapkan perasaan, menjelaskan perilaku sendiri atau orang lain. Menyelesaikan masalah, ketegangan atau konflik serta mencapai sebuah tujuan, "terangnya.

Keterampilan komunikasi yang baik, kata Dia, sangat dibutuhkan oleh setiap pekerja atau profesional dalam membangun hubungan yang positif. Sebab komunikasi yang baik dan lancar akan membantu meningkatkan performa kerja.



Rilis: Humas FORGAN, Zulkifli

Tidak ada komentar