• Breaking News

    Artikel: Tips Agar Anak Gemar Membaca Al-Quran


    Oleh: Elis Susianti, S.Pd.I

    Kasus demi kaus kejahatan yang melibatkan anak dibawah umur atau tepatnya mereka yang berstatus remaja alias ABG sungguh sangat memprihatinkan. Semua ini terjadi karena sebagian besar dari mereka, para remaja tidak memiliki pedoman hidup islami, sehingga yang mereka pikirkan hanyalah trend dan kesenangan belaka.

    Untuk itu, sangat penting bagi setiap keluarga muslim untuk mencegah putra- putrinya, terutama yang sudah menginjak masa remaja dari segala macam dampak negatif pergaulan yang kini sangat terbuka dan massif. Tentu banyak sekali cara yang bisa kita lakukan. Akan tetapi, dalam konteks keseharian, cara terbaik untuk remaja memiliki pedoman hidup yang islami dalam segala kebaikan, menumbuhkan rasa cinta dalam membaca Al-Qur’an merupakan cara yang paling strategis (Imam Nawawi, 2015).

    Selain akan membangun wawasan yang Qur’ani, pola pikir islami mereka juga akan terbangun. Dan, yang paling menarik bagi para orang tua, dalam setiap bacaan yang mereka lakukan, itu akan berimbas pahala kebaikan bagi kedua orang tua pada setiap huruf nya. Lebih jauh dari itu, remaja yang dekat dengan Al-Qur’an, peluang menjadi anak sholeh dan sholehah jauh lebih terbuka.

    Al-Qur’an bukan hanya sebuah kitab suci, tetapi juga petunjuk bagi hidup manusia dalam kehidupan ini. Di dalamnya terdapat hikmah- hikmah yang sangat luar biasa untuk solusi permasalahan kita. Masalah science, pernikahan, pendidikan hingga kisah- kisah orang terdahulu dan yang akan datang terkandung di dalam Al-Qur’an. Hebatnya lagi, Al-Qur’an juga mampu memberikan kebaikan bagi mereka yang rutin membacanya.

    Lalu bagaimana cara agar anak gemar membaca Al-Qur’an? Apakah bisa anak diajarkan Al-Qur’an tanpa memasukkan mereka ke rumah tahfidz? Jawabannya adalah, tentu bisa. Anak adalah peniru yang handal, banyak hal ini dari orang tua yang dapat mereka contoh dengan cepat, itulah mengapa kita sebagai orang tua wajib selalu bersikap dan berkata hal- hal positif terutama saat kita berada didepan anak kita, karena kita adalah contoh utama bagi anak- anak kita.

    Memiliki sebuah kegemaran berarti menyukai apapun kesulitan yang ada didalamnya, berarti hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat anak suka terhadap Al-Qur’an. Peribahasa mengatakan bahwa “tak kenal maka tak sayang”, maka kenalkanlah sedini mungkin anak- anak kita terhadap Al-Qur’an, berikan pengertian tentang Al-Qur’an dengan bahasa yang mudah mereka mengerti agar mereka dapat dengan mudah menyimak dan mempelajari Al-Qur’an.

    Oleh karena itu, menjadi tantangan yang menarik sebenarnya untuk para orangtua bersungguh- sungguh menumbuhkan rasa cinta anak- anaknya dalam membaca Al-Qur’an, sangat baik dari kecil, mendesak saat remaja dan penting mendesak saat mereka dewasa.

    Pertama, mengajak anak untuk mengerti keutamaan- keutamaan dari membaca Al-Qur’an. Allah Ta’ala tidak pernah memberikan perintah, melainkan telah disiapkan balasan kebaikan- kebaikan yang luar biasa, termasuk dalam hal membaca Al-Qur’an. Rasullullah bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan ‘Alif laam miim’ satu huruf akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf”(HR. Tarmidzi).
    Kemudian, sabdanya “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” (HR. Ahmad). Hadits kedua ini tepat untuk memotivasi anak memanfaatkan sebagian malamnya untuk membaca Al-Qur’an. Setidaknya 100 ayat nak kamu baca di waktu malam. Begitu mungkin sekedar contoh dalam mendorong anak- anak kita mengamalkannya. Dan, sampaikan keutamaan terbesar dari membaca Al-Qur’anini kepada anak kita, “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang paha hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

    Kedua, bangun budaya membaca Al-Qur’an didalam rumah sendiri. Orang tua tentu sangat ingin anak- anaknya gemar membaca Al-Qur’an. Tetapi sangat tidak pantas jika anak diharap cinta Al-Qur’an, sementara orang tua justru tidak berusaha memberi teladan. Oleh karena itu, sejatinya tidak ada alasan untuk tidak bisa membangun budaya mulia ini. Mulai saja secara bersama- sama. Ayah, ibu, anak, semuanya membiasakan diri membaca Al-Qur’an bersama setiap lepas magrib sampai Isya’. Lebih baik lagi, jika selepas Isya’. Lebih baik lagi, jika selepas Isya’ hingga terasa mengantuk. Hal ini akan sangat baik, mengingat jam- jam tersebut banyak sekali acara di televisi yang kurang tepat bagi tumbuh kembangnya iman dari anak- anak kita. Mungkin, pada awal kali mencoba, membangun budaya ini terasa berat. Tetapi, semua bisa dilakukan dengan enjoy karena kebiasaan. Oleh karena itu, berat di awal jangan sampai menghalangi kita dari membudayakannya bersama anak- anak, dirumah kita sendiri.

    Ketiga, mengambil pelajaran dari keluarga yang menghafal Al-Qur’an. Sekedar membaca mungkin akan menimbulkan kesan monoton. Untuk itu sangat penting orang tua mencari referensi keluarga penghafal Al-Qur’an. Di negeri ini sudah mulai bermunculan keluarga- keluarga yang anak- anak dan orang tua nya penghafal Al-Qur’an. Selain itu juga sudah mulai cukup banyak pesantren tahfidz. Dengan demikian, langkah kita untuk mendapatkan pelajaran dari mereka yang telah membuktikannya, bukan lagi suatu yang sulit. Tinggal kemauan semata.

    Mengingat begitu besarnya keutamaan untuk mengajarkan Al-Qur’an ada beberapa tips untuk orang tua yang ingin mengajarkan Al-Qur’an kepada anak- anaknya, diantaranya adalah :
    Jangan memaksa. Memaksa anak justru akan membuat mereka tidak nyaman. Biarkan minat untuk belajar membaca Al-Qur’an muncul dari dalam diri mereka sendiri. Kita cukup memberikan stimulasi agar mereka tertarik, karena anak adalah pembelajar yang hebat.

    Berikan contoh. Memberikan contoh adalah cara paling jitu, karena anak adalah peniru yang ulung. Tunjukkan kebiasaan dan kebutuhan anda membaca Al-Qur’an. Dijamin anak akan meniru kebiasaan ini.
    Penjelasan kenapa harus membaca Al-Qur’an. Pada anak usia sekolah perlu mulai diberikan penjelasan kenapa kita butuh membaca Al-Qur’an serta melakukan ibadah- ibadah lain. Lakukan komunikasi dua arah dengan anak- anak, hargai setiap pendapat mereka. Pengertian mereka tentang kebutuhan beribadah akan menjadi dasar kecintaan mereka pada Al-Qur’an.

    Lakukan dengan cara menyenangkan. Sekarang banyak sekali metode belajar membaca Al-Qur’an untuk anak- anak, mulai games pengenalan huruf hijaiyah, iqro’ versi cetak dan digital, ummi, tilawati sampai dengan pen yang bisa mengeluarkan suara. Hampir semua anak tertarik dengan media tersebut dan semunya bagus, yang menjadi poin penting adalah lakukan dengan cara menyenangkan.

    Dimulai dari yang mudah. Memulai belajar dari yang mudah akan memotivasi anak untuk ingin melakukan lagi. Ini disebabkan mereka merasa mampu melakukannya.
    Lakukan secara konsisten. Adakalanya anak tidak mood untuk belajar. Kita harus lebih kreatif untuk memgelola mood mereka. Membuat mereka berminat belajar membaca Al-Qur’an meskipun hanya sebentar. Dan hendaknya kita melakukannya setiap hari.

    Pujian dan hadiah. Berikan penghargaan setiap mereka selesai belajar mengaji dalam bentuk pujian atau ungkapan bahwa kita senang mendengarkan anak- anak mengaji. Hadiah dan pujian akan menumbuhkan kerelaan dan keikhlasan anak dalam belajar.
    Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan ketika kita mengajarkan anak- anak membaca Al-Qur’an yaitu membenarkan bacaan anak supaya jangan sampai salah sedikitpun, karena di kwatirkan kesalahan tersebut nantinya akan terbawa sampai dewasa jika tidak dibetulkan. Semoga, kita termasuk kepada kriteria orang tua yang dapat membimbing anak- anak menjadi gemar membaca Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Amiiin..

    ELIS SUSIANTI, S.Pd.I merupakan guru aktif di SMA NEGERI 2 BANTAN

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728