• Breaking News

    Asap Semakin Pekat, Posko Pengungsian DPD PKS Kampar Dibanjiri Warga


    KAMPAR - Posko pengungsian kesehatan Dewan Pengurusan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar terus dibanjiri oleh warga yang terdampak kabut asap yang semakin pekat semenjak sepekan terakhir.

    Pantauan awak media, hingga saat ini telah tercatat 140 Orang yang menjalani rawat dan rawat inap, mulai dari kalangan Dewasa, anak anak hingga ibu Hamil.

    Ketua DPD PKS Kampar, Tamaruddin kepada awak media, Minggu (22/9/19) mengatakan, hingga saat ini sebanyak 140 Orang telah menjalani rawat inap, dan dominan mengalami Sesak nafas.

    "Adapun warga yang terdampak kabut asap ini, diantaranya anak-anak mencapai 40 orang, dewasa 35 orang, balita 40 orang, ibu hamil 20 orang dan lansia 5 orang," terang Tamaruddin.

    Dikatakan Tamaruddin, bahwa kondisi kabut Asap ini sudah sangat memprihatinkan, sudah hampir satu bulan masyarakat terpapar.

    "Kasihan kita melihat ibu-ibu hamil, bayi dan lansia, kondisi saat inisangat gawat sekali," ujarnya.

    Tamaruddin juga menjelaskan, bahwa seluruh pelayanan di posko kesehatan maupun posko pengungsian DPD PKS Kampar tidak dipungut biaya (gratis, Red), masyarakat yang menjadi korban asap dapat menikmati fasilitas makanan dan minuman serta obat secara gratis.

    "Bahkan DPD PKS juga bersedia menjemput dan memfasilitasi para korban bencana asap dengan mobil pribadi yang selalu siaga 24 jam, dan posko dilengkapi dengan beragam fasilitas yang memadai seperti dokter dan perawat, ruang periksa dan ruang inap AC," pungkasnya.

    Tamaruddin juga menambahkan, DPD PKS Kampar juga menyediakan fasilitas pendukung lainnya, diantaranya fasilitas pemeriksaan kesehatan, pemurni udara, tabung oksigen, alat pengasapan, obat- obatan, box bayi, fasilitas ambulans, konsumsi, ruang bermain anak dan lainnya yang dibutuhkan korban terpapar asap.

    "Semoga pemerintah dengan infrastruktur yang dimiliki lebih kerja keras lagi untuk mengatasinya, Jika perlu pemerintah pusat menjadikan sebagai bencana Nasional, karena bukan Riau saja, sebahagian sumatra juga mengalami hal yang sama," tutupnya.

    Penulis : Canggih/rls

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728