Breaking News

Banyak Kejanggalan Laporan Jaralis ke Polres dan ke Kejari Solok


SOLOK, SUMBAR  - Adanya laporan ke Polisi yang dilakukan oleh Jaralis yang menyebutkan Akhirizal telah melakukan penipuan terhadap dirinya ditanggapi oleh Penasehat Hukum (PH) Akhirizal hal tersebut sangat tidak tepat.

Pasalnya, apa yang dilakukan oleh Akhirizal sudah sesuai kesepakatan, dan Dia sudah melakukan pekerjaannya. Sebagaimana janji dari Jaralis akan membiayai ongkos Akhirizal ke Jakarta untuk mengurus kasus dirinya yang diduga telah melakukan Kerugian Keuangan Negara atas pekerjaan Lapangan Merdeka di kota Solok pada saat dirinya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Solok.

Uang yang diberikan kepada Akhirizal tersebut mulai dari ongkos pesawat, biaya penginapan dan sejumlah biaya lainnya yang ditimbulkan dalam pengurusan selama keberangkatan ke Jakarta.

Belakangan diduga dan dikabarkan kasus Jaralis akan tetap naik ke ranah hukum. Mendengar kabar tersebut Jaralis berprasangka bahwa kasus Dia itu tidak diurus oleh Akhirizal. Padahal, menurut keterangan Akhirizal, dirinya tidak pernah berjanji jika perkara Jaralis akan dapat dituntaskan.

Karena, Dia hanya membantu menjebatani, mengenai kasus tersebut lanjut atau tidaknya tentulah ranah penegak hukum. Terkait hal itu, Penasehat Hukum Akhirizal, Hotland Thomas Sianturi, SH telah melakukan Eksepsi atau penolakan/keberatan karena tidak singkronnya antara laporan atau keterangan Jaralis ke Polres dengan keterangannya di Kejaksaan Negeri Solok.

"Dikarenakan laporan atau keterangan Jaralis tidak singkron antara laporan ke Polres dan laporan ke Kejaksaan, maka saya melakukan Eksepsi. Dalam laporan Jaralis menyebutkan kerugiannya pertama sekitar 53 Jutaan, setelah itu Tujuh Puluh Satu Jutaan dan belakangan 86 Jutaan. Jadi mana yang benar laporannya, " tegas Hotland, Jum'at (6/9/2019).

Dalam laporannya, kata Hotland, Jaralis banyak tidak dapat menjelaskan kapan waktu penyerahan uang kepada Akhirizal dan ini terkesan di buat-buat. Sedangkan di dalam proses hukum harus jelas ada alat bukti guna melengkapi laporan tersebut.

Jika uang diserahkan dalam jumlah yang disebutkan dalam 13 kali transaksi untuk keberangkatan, kata Hotland sebenarnya sudah sesuai dengan biaya yang ditimbulkan.

"Dari mana unsur penipuannya, jika uang yang diserahkan oleh Jaralis kepada Klien kami lalu Dia tidak berangkat, mungkin dapat dikatakan penipuan. Tapi nyatanya klien kami berangkat dan ada bukti dari keberangkatan itu seperti tiket pesawat, kamar hotel, dan bukti lainnya, "terang Hotland.

Sementara itu, Safri salah seorang keluarga Akhirizal berharap pihak penegak hukum dapat memberi pertimbangan. " Kami dari pihak keluarga berharap pihak penegak hukum berlaku seadil-adilnya, karena ada indikasi Jaralis telah melakukan Kerugian Keuangan Negara tentulah Jaralis yang seharusnya di proses lebih dulu. Tapi kenyataannya keluarga kami yang diminta Jaralis untuk membantu Dia dalam persoalan hukum malah dilaporkan dengan tuduhan penipuan, "ujar Safri.

Safri meminta aparat hukum segera menangkap Jaralis yang diduga telah malakukan Kerugian Keuangan Negara. " Pihak penegak hukum tak perlu menunggu laporan dulu untuk menangkap Jaralis, karena tanpa laporan pun pihak penegak dapat menangkapnya, karena Dia sendiri juga telah mengakui adanya kasus terhadap dirinya, maka dari itu Dia meminta Akhirizal untuk membantu dirinya yang tersandung masalah hukum, " tegas Safri.




Penulis: Zul

Tidak ada komentar