Breaking News

Di duga Penimbunan Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi, L-KPK : Tindak Pelakunya


TANJUNGBALAI - Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi Tanjungbalai Asahan (L-KPK)-TBA)  meminta pihak Pertamina untuk menindak dan Pihak Kepolisian kota tanjungbalai agar mengungkap  pelaku di duga penimbunan gas elpiji tiga kiligram (kg) di jalan veteran pajak bengawan kota tanjungbalai.

"Kita Menduga bahwa ada penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan meminta kepada pertamina untuk menindak dan  mendukung pengawasan pihak kepolisian kota tanjungbalai  terhadap elpiji 3 Kg dan berharap ada penindakan tegas  dan ,"Ujar Ketua L-KPK TBA, Mara Fenci Lubis SH., Jumat (6/19).

Bermula dengan beredarnya isu dan adanya informasi dari masayarakat di lapangan bahwa adanya dugaan prektek penimbunan gas elpiji 3 Kg Bersubsidi yang di lakukan oleh salah seorang yang tidak diketahui namanya (OTD) yang berada di jalan Veteran (pajak bengawan) kota tanjungbalai. 

Maka dari itu pada tanggal 4 september 2019, Tim investigasi LKPK TBA  melihat langsung dan mendokumentasi serta mencari bukti-bukti  melalui rekaman vidio dan foto , lalu mengirim surat untuk meminta klarifikasi atas dugaan penimbunan Gas elpiji 3KG  bersubsidi, namun orang yang bersangkutan tidak menerima surat tersebut malah seolah-olah membuang badan  dan menyebut kan oknum agen mempunyai dugaan penimbunan gas tersebut adalah yang berinisial ‘A’ yang berada di jalan PT timur jaya kelurahan beting kuala kapias, kecamatan teluk nibung.

“Saat di vidio beliau mengaku bahwa pemilik usaha yang di duga penimbunan gas elpiji 3kg tersebut adalah saudara aleng beralamat di jalan PT timur jaya,” ujarnya. 
Ia juga mengaku  sebagai pekerja dan rumah yang dijadikan  penimbunan gas tersebut  dijadikan tempat usaha gas elpiji 3kg bersubsidi. “ Beliau mengaku hanya sebagai pekerja dan rumahnya di jadikan tempat usaha,” ujarnya.

Lanjut Mara, Ia juga menilai ini sudah dugaan ranah pidana karena sudah  ada niat merugikan masyarakat dan sengaja di timbun dan bicara penimbunan ranahnya kepolisian ."Kalau kajian kami itu ini sudah dugaan pidana karena ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menimbunnya, Ini adalah penimbunan dan jika berbicara penimbunan itu ranahnya sudah kepolisian. Biar kepolisian bekerja mengungkap ini karena sudah merugikan masyarakat," kata dia pula.

Menyikapi permasalahan di atas, L-KPK TBA  meminta kepada pertamina dan  kepolisian agar tidak tutup mata atas dugaan penimbunan gas elpiji 3kgbersubsidi tersebut dan berharap agar kepolisian kota tanjungbalai segera memeriksa dan menangkap pemilik rumah dan saudara Aleng. 

“Kami meminta kepada Pertamina dan  pihak kepolisian kota tanjungbalai c/q kasat reskrim agar mengungkap,menangkap pemilik rumah dan saudara aleng yang di duga bersama sama menimbun gas elpiji 3kg bersubsidi dan selamatkan kota tanjungbalai dari mafia gas elpiji 3kg yang tidak bertanggungjawab dan haya untuk memperkaya diri,” tegasnya.




Penulis : Rio Riski.

Tidak ada komentar