• Breaking News

    Kabut Asap Semakin Membahayakan Kesehatan, Petinggi Pusat Turun ke Riau


    PEKANBARU - Menyikapi kondisi bencana kabut asap di wilayah provinsi Tiau yang sudah sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat, akhirnya sejumlah petinggi pusat turun ke provinsi Riau guna mencarikan solusi terkait bencana kabut asap ini.

    Adapun sejumlah petinggi Pusat yang turun ke Riau ini, diantaranya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Pusat Letjen Doni Monardo.

    Sesampainya di Riau, petinggi Pusat ini menggelar rapat tertutup di Balai Serindit Gedung Daerah Pekanbaru, Sabtu (14/9/19), bersama Gubernur Riau dan seluruh Bupati/Walikota se Provinsi Riau. Hadir juga Kapolres Kampar, AKBP. Andri Ananta Yudhistira, dan Dandim 0313 KPR Aidil Amin.

    Kepala BNPB Pusat Letjen Doni Monardo dalam arahannya meminta kepada seluruh elemen, khususnya pejabat-pejabat daerah mulai dari Bupati, Walikota, Camat, Lurah, hingga RT-RW, turut membantu untuk bersinergi melakukan upaya pengendalian karhutla.

    "Kita tidak ingin kehabisan tenaga, energi, uang, biaya dan sebagainya hanya karena penanganan belum optimal, sekali lagi saya berharap Bupati, Wali Kota, Camat, lurah lebih peduli," ujar Doni.

    Selanjutnya, Panglima TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah yang terdampak karhutla, dan juga akan mengirim tambahan pesawat CN-295 dan Hercules untuk kembali membuat hujan buatan dengan skala yang lebih besar.

    Tampak, Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto menghadiri rapat bersama petinggi pusat.
    Sementara itu, Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH usai menghadiri rapat tertutup penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan di Balai Serindit, Gedung Daerah, Pekanbaru, Sabtu (14/9) menyampaikan harapannya semoga bencana asap ini segera berakhir sehingga kita dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya.

    "Sesuai dengan arahan Kepala BNPB Pusat, Bupati diharapkan mengambil langkah-langkah dan upaya kongkrit dalam rangka penanganan penanggulangan karlahut dan nantinya akan disinkronkan dengan program prioritas dalam penanganan karlahut ini dan untuk di Kabupaten Kampar sendiri sudah tidak ada lagi titik api yang ada hanya 4 titik asap," terang Catur.

    Pada kesempatan ini, Catur juga mengimbau kepada pelaku usaha yang bergerak dibidang perkebunan untuk betul-betul menjaga lahannya agar terhindar dari bencana kebakaran.

    "Saya mengimbau kepada seluruh dunia usaha di Kabupaten Kampar yang bergerak dibidang perkebunan agar benar-benar menjaga lahannya, sehingga tidak adalagi kebakaran hutan dan lahan. Karena seperti yang kita lihat, dampak dari bencana ini sangat merugikan kita dan juga berdampak negatif pada perekonomian serta kesehatan masyarakat khususnya yang berdomisili di wilayah kabupaten kampar," ungkap Catur.

    Penulis : Canggih/rls

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728