• Breaking News

    Pembunuh Anak SD Di Tuntut Jaksa Penuntut Umum Seumur Hidup


    ROKAN HILIR- Pengadilan Negri Rohil kembali menggelar sidang pidana terkait kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang siswi SD kelas Lima di Kebun Sawit Dusun Rejosari Rt 01 Rw 01 Desa Tanjung Medan Utara, dengan agenda pembacaan dakwaan sekaligus pembacaan Pledoi oleh penasehat hukum terdakwa Hendri Alboy Limbong, Kecamatan Tanjung Medan, Kab. Rohil, Rabu 25 September 2019 Pukul 16.00 Wib.

    Jaksa Penuntut Umum (Jpu) Reza Reski Fadillah SH dalam bacaan tuntutannya mengatakan," bahwa terdakwa Hendri Alboy Limbong telah terbukti secara sah melanggar pasal 339 KUHPidana dan di tuntut pidana penjara seumur hidup," jelas Reza Reski Fadillah SH.

    Sementara penasehat hukum terdakwa Hendri Alboy Limbong Selamat Sempurna Sitorus SH dalam pembacaan Pledoinya mengatakan," berdasarkan pemeriksaan Psikometri Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru ditemukan terdakwa memiliki IQ (74) dengan tingkat dibawah orang normal," papar Selamat Sempurna Sitorus SH.

    " Berdasarkan keterangan saksi ahli dr Nining Gilang Sari M Kedkj Spkl, terdakwa pernah di lakukan observasi di Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru tidak tergolong gangguan jiwa berat, namun faktor lingkungan dapat mempengaruhi terdakwa menjadi gangguan jiwa berat," ungkap Sempurna.

    Lanjut Sempurna," Bahwa jika merujuk pasal 45 ayat 1 KUHPidana yang pada pokoknya barang siapa melakukan sesuatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungkan kepadanya karena kurang sempurna akalnya atau karena sakit berubah akal tidak boleh dihukum," ucapnya.

    " Berdasarkan keterangan saksi Qoriah (nenek korban) dan saksi Mat Sarip (kakek korban) antara keluarga korban dengan terdakwa telah berdamai melalui bukti surat kesepakatan perdamaian yang diberi tanda T-4 dan T-8, serta didukung dengan bukti surat T-5, T-6, T-7,T-9 dan T-10 dan keterangan saksi Bunani selalu Kepala Dusun setempat," tegas Sempurna.

    " Bahwa keluarga korban telah memaafkan terdakwa dan iklas serta ridho atas kejadian yang menimpa korban tersebut, dan hal-hal yang meringankan terdakwa yaitu, terdakwa tidak pernah dipidana, terdakwa selama persidangan berlaku sopan, dan terdakwa masih berusia (32) Tahun dan memiliki masa depan," jelas Sempurna.

    Sidang di pimpin lansung ketua majelis M Faisal SH MH, hakim anggota Boy Sembiring SH dan Sondra Mukti SH, Panitra Pengganti Richa Simbolon SH dan jaksa penuntut umum (Jpu) Reza Riski Fadillah SH dan kuasa hukum terdakwa Sartono SH, Selamat Sempurna Sitorus SH.



    Editor: Toni Octora.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728