• Breaking News

    Artikel: Membiasakan Perilaku Terpuji Pada Siswa


    Oleh:  Asmah, S.Ag

    Dalam pergaulan sehari- hari antar umat manusia, agar hubungan sosialisasi berjalan dengan baik, tentu ada aturan yang harus kita jalankan. Bagi kita umat Islam, tata cara bergaul telah diatur dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW yang sering kita sebut dengan perilaku terpuji atau akhlak terpuji. Memiliki akhlak yang baik atau akhlak mulia bagi setiap manusia adalah sesuatu yang sangat penting. Karena dimanapun kita berada, apapun pekerjaan kita, maka kita akan disenangi oleh siapa pun. Artinya akhlak menentukan baik buruknya seseorang dihadapan manusia.

    Perilaku terpuji adalah sikap atau perilaku baik dari segi ucapan atau pun perbuatan yang sesuai dengan tuntutan ajaran Islam dan norma- norma aturan yang berlaku. Akhlak terpuji adalah akhlak yang baik, diwujudkan dalam bentuk sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Akhlak terpuji yang ditujukan kepada Allah SWT berupa ibadah, dan kepada Rasullullah SAW dengan mengikuti ajaran- ajarannya serta kepada sesama manusia dengan selalu bersikap baik kepada sesama. Akhlak terpuji adalah akhlak yang meningkatkan derajat seseorang disisi Allah SWT dan juga dalam pandangan manusia.

    Setiap perbuatan baik atau buruk yang dilakukan manusia pasti akan memiliki efek yang berbeda, baik bagi individu yang bersangkutan maupun orang lain. Perbuatan baik akan membawa kebahagiaan dan perbuatan buruk akan membawa kesengsaraan bagi orang yang melakukannya dan memiliki pengaruh bagi lingkungannya. Semakin banyak perilaku baik yang tertanam pada diri setiap orang, akan semakin baik pula lingkungan masyarakat yang tercipta. Perilaku adil, ridda, amal shaleh, persatuan dan kesatuan merupakan contoh perilaku baik yang harus kita tanam dalam diri siswa sejak dini. Agar kelak, akan tercipta generasi- generasi yang berakhlakul karimah, teladan dan pemersatu bangsa.

    Kata adil berasal dari Bahasa Arab yaitu al- adlu berarti sama. Adil menurut etimologi berarti sama, tidak berat sebelah pihak, berpihak pada kebenaran dan tidak berlaku sewenang- wenang. Kata adil sering disinonimkan dengan kata al- musawah (persamaan) dan al- qisith (moderat/ seimbang). Kata adil dilawankan dengan kata zalim berarti aniaya.

    Islam membimbing manusia agar berlaku adil dan tidak bersikap berat sebelah. Adil merupakan sifat yang tidak terpengaruh karena faktor keluarga, hubungan kasih sayang, karib, kerabat, golongan dan sebagainya. Rasa keadilan adalah hal yang tidak terpisahkan dari nilai adat, agama dan kebudayaan. Perilaku ini diwujudkan dalam hubungannya dengan keluarga dan masyarakat atau bangsa.

    Menggaris bawahi tentang pentingnya menegakkan keadilan dalam segala bidang, khususnya pemerintahan merupakan faktor penting bahkan paling esensial untuk suksesnya suatu kekuasaan, baik dalam suatu negara atau suatu organisasi kemasyarakatan. Allah SWT telah menegaskan betapa eratnya hubungan keadilan dengan ketaqwaan.

    Pembiasaan perilaku adil yang dapat diaplikasikan kepada siswa dalam kehidupan sehari- hari, seperti :
    Membaca, mempelajari dan melaksanakan kandungan yang terdapat dalam Al-Qur’an karena adalah petunjuk yang menjelaskan tentang keadilan Menegakkan keadilan tanpa memandang status sosialM enegakkan keadilan, karena Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban dari semua perbuatan di dunia.

    Memahami nilai- nilai positif yang terkandung didalam prinsip keadilan, bahwa keadilan memberikan tatanan kehidupan yang islami, yaitu damai, sejahtera dan memberikan rasa aman kepada orang lain.

    Bersikap ramah, sopan, dan santun [ada saat bertemu teman dan seseorang yang telah di kenal Konsisten kepatuhannya terhadap perintah Allah dan melaksanakan dan menjauhi larangannya Menjadikan diri sebagai suasana kondusif, tentram dan rukunBermitra bersama orang lain, dengan saling percaya dan saling menguntungkan
    Tidak sombong atau angkuh bila bergaul dengan masyarakat Berpikir positif, yaitu dengan berperasangka baik terhadap oarang yang berada disekitar.

    Rida berasal dari Bahasa Arab yaitu dari kata radiya yang berarti senang, suka dan rela. Rida secara etimologi adalah rela, senang hati dan berkenaan. Menurut terminologi rida adalah sikap menerima segala takdir/ tetapan dari Allah SWT dengan senang hati. Rida dapat diartikan sebagia hati dalam merespon semua pemberian Nya yang setiap saat selalu dirasakan.

    Rida berbeda dengan sabar dan pasrah. Sabar berarti menahan diri dari amarah dan kekesalan ketika merasa sakit sambil berharap derita itu segera hilang. Pasrah adalah menerima segala ketetapan Allah, tanpa ada ikhtiar untuk mengubahnya sedikit pun. Rida berbeda dari keduanya dan rida merupakan salah satu sifat yang diutamakan oleh Allah SWT.

    Selanjutnya adalah amal saleh. Menurut Bahasa Indonesia, kata amal saleh terdiri dari dua kata, yaitu amal yang berarti perbuatan baik/ buruk dan saleh berarti baik. Jadi, amal saleh adalah segala sesuatu perbuatan yang sesuai dengan dalil aqli dan naqli dan mendatangkan kemaslahatan bagi orang lain atau pun diri sendiri. Amal saleh adalah perbuatan yang jika dilakukan maka kerusakan akan terhenti/ menjadi tiada. Amal saleh juga diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dengan melakukannya diperoleh manfaat dan kesesuaian (Quraish Shihab, 1997).

    Tujuan mencari amal saleh diantaranya adalah mencari jalan keselamatan dunia dan akhirat untuk kembali kepada sumber kehidupan yang abadi (rida Allah SWT). Amal saleh seseorang harus didasari oleh jiwa tanpa pamrih, mengharapkan jasa, dan pujian dari orang lain. Segala amal saleh yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah SWT. Kunci diterima amal daleh yang kita lakukan adalah keikhlasan kepada Allah SWT agar memperoleh keridaanNya. Seseorang diberi pahala atas niat dan amalnya.

    Didalam KBBI persatuan berarti gabungan yang terdiri atas beberpa bagian yang telah bersatu. Adapun kerukunan berasal dari kata dasar rukun yang artinya asas- asas atau dasar seperti rukun Islam. Rukun juga berarti baik/ damai. Kerukunan hidup umat beragama artinya hisup dalam suasana damai, tidak bertengkar walau pun berbeda. Dan tujuannya adalah untuk mewujudkan kesadaran bersama dan menjalin hubungan peribadi yang akrab dalam menghadapi masalah masyarakat.

    Kerukunan adalah syarat hidup bermasyarakat. Kerukunan hidup umat beragama di Indonesia adalah program pemerintah sesuai dengan GBHN tahun 1999 dan Propenas 2000 tentang sasaran pembangunan dibidang agama.

    Lewat rasa adil kita bisa hidup tanpa diskriminasi. Dengan sikap rida, kita bisa lebih optimis dalam kehidupan serta terhindar dari sifat iri, dengki dan sebagainya. Dengan amal saleh kita memperoleh banyak nilai positif/ manfaat yang salah satunya persatuan dan kerukunan, kita bisa hidup damai. Semua itu jelas sudah diatur oleh Islam dan masuk dalam perilaku terpuji. Semua itu demi terciptanya ketentraman hidup diatas dunia.

    ASMAH, S.Ag merupakan guru aktif di SMA NEGERI 2 BANTAN

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728