• Breaking News

    Artikel: Sekilas Balik Kajian Teori Kurikulum KTSP Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA



    Oleh: Jawan,S.Pd

    Kurikulum menurut Undang- undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I pasal 1 ayat 19 merupakan: “Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

    Sukmadinata (Diana, 2009) mengemukakan: “Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan”. Secara sederhana implementasi dapat diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky (Nurdin dan Usman, 2002) mengatakan “Implementasi sebagai evaluasi”. Browne dan Wildavsky (Nurdin dan Usman, 2002: 70) mengatakan “Implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”. Adapun Schubert (Nurin dan Usman, 2009:70) mengemukakan “Implementasi adalah sistem rekayasa”.

    Dari pengertian di atas memperlihatkan bahwa implementasi sebenarnya menunjukkan adanya aktivitas, adanya aksi, tindakan, atau mekanisme suatu sistem. Kata mekanisme mengandung arti bahwa implementasi merupakan suatu kegiatan yang terencana, sungguh-sungguh dan berdasarkan acuan tertentu.

    Jika implementasi dikaitkan dengan kata kurikulum, maka akan memunculkan sebuah pengertian bahwa yang dimaksud implementasi kurikulum adalah suatu aktivitas, yang digunakan untuk mentransfer gagasan, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk kurikulum tertulis agar dilaksanakan sesuai dengan desain kurikulum tersebut.

    Belajar bahasa pada hakikatnya belajar komunikasi. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995) mengatakan “Pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis”. Dalam hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi pembelajar bahasa indonesia diarahkan ke dalam empat aspek, yaitu menyimak, mambaca, berbicara dan menulis.

    Menurut Basiran (1999) “Tujuan pembelajaran bahasa adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi, adapun kemampuan yang dikembangkan dikelompokkan pada kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan”.

    Dalam kurikulum 2004 untuk SMA dan MA disebutkan bahwa tujuan bahasa indonesia adalah: 
    (1) Siswa menghargai dan membanggakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa negara, 
    (2) Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk macam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan, 
    (3) Siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial, 
    (4) Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis), 
    (5) Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan 
    (6) Siswa menghargai dan membanggakan Sastra Indonesia sebagai Khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
    Perencanaan adalah suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Perencanaan yang dibuat merupakan antisipasi dan perkiraan terhadap proses yang akan dilakukan dalam pembelajaran, sehingga tercipta  situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

    Perencanaan pengajaran  meliputi keempat unsur tersebut merupakan faktor penting dalam penentuan langkah awal dalam pelaksanaan perencanaan pembelajaran di kelas. Tujuan pembelajaran yang dibuat guru sebagai standar pencapaian kompetensi dalam proses belajar mengajar. Bahan pembelajaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar dan mendukung kegiatan belajar yang dilakukan guru dan siswa berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya oleh guru dan pada pelaksanaannya guru juga mempersiapkan alat pendukung yang digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dibuat.

    Perencanaan proses belajar mengajar merupakan faktor yang mendukung kondisi belajar di kelas yang berisi serangkaian pengertian peristiwa belajar mengajar yang dilakukan oleh sekelompok siswa. Perencanaan Intruksional yaitu alat atau media yang digunakan untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan organisasi belajar pada proses belajar mengajar di kelas. Organisasi belajar itu sendiri merupakan wadah dan fasilitas atau lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk menciptakan proses belajar mengajar di kelas.

    Guru harus menentukan tujuan pembelajaran khusus, bahan kajian, pendekatan, metode, sumber belajar, dan alat penilaian dalam perencanaan pengajaran. Uraian lebih rinci mengenai setiap komponen perencanaan pengajaran dapat di lihat dalam pembahasan sebagai berikut.

    Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Kompetensi Penentuan Bahan atau Materi Pembelajaran Penentuan Pendekatan yang meliputi:Pendekatan Komunikatif, pendekatan Integratif, dan pendekatan Kontekstual. 

    Penentuan Metode. Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia antara lain: metode ceramah. diskusi, brainstorming, stimulasi, demontrasi, dan discovery- inquiry. Sedangkan Menurut Suwarna (2002:79-83), metode yang sering digunakan untuk pengajaran bahasa Indonesia diantaranya metode ceramah, demontrasi, pemecahan masalah, diskusi eksperimen, kerja kelompok sosiodrama, dan penugasan. 

    Penentuan Sumber Belajar. Penentuan sumber belajar ditentukan dalam lingkup bahan kajian, tema, dan subtema yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan guru maupun sekolah itu sendiri. Menurut Suwarno, (dalam Murni, 2007:26) mengemukakan; ”Bahan sumber belajar dapat berupa, buku pelajaran ynag diwajibkan, buku pelajaran yang pernah dipakai yang masih sesuai, buku pelengkap, buku bacaan, kamus ensiklopedia, majalah berbahasa, media cetak dan media elektronik radio, kaset, TV, vidio, lingkungan alam, sosial, budaya, dari narasumber, dan minat serta hasil karya pembelajaran”.

    Penentuan Alat atau Media Pembelajaran. Penentuan alat atau media pelajaran untuk setiap pembelajaran bahan kajian tertentu tidak dicantumkan dalam silabus bahasa Indonesia. Guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran atau komponen bahan kajian tertentu dalam silabus, pendekatan, metode, dan sumber. Guru dapat menentukan alat pelajaran yang paling efektif sesuai dengan keadaan dan kebutuhan seperti: buku paket, OHP, gambar, sketsa, dan sebagainya. Menurut Santoso (dalam Subana dkk, 2001:287), media pendidikan ialah media yang penggunaannya diintegrasikan dengan tujuan dan isi pengajaran dan dimaksudkan untuk mempertinggi mutu mengajar dan belajar.

    Penentuan Penilaian atau Evaluasi. Penentuan penilaian pada silabus bahasa Indonesia berdasarkan hasil belajar siswa yang sesuai dengan kebutuhan, dan perencanaan pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran di kelas akan lebih (efesien dan efektif). Proses analisis terhadap tujuan pembelajaran bahasa Indonesia baik meteri, dan bentuk evaluasi  yang akan diberikan kepada siswa  akan membantu siswa mengetahui kemampuannya dalam memperoleh materi
    Menurut Mulyasa (2006:212) rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur  dan manajemen pelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang terdiri atas satu indikator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih. Dalam KTSP, guru diberikan wewenang secara leluasa untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik dan kondisi sekolah, serta kemampuan guru itu sendiri dalam menjabarkannya menjadi pelaksanaan pembelajaran yang siap dijadikan pedoman pembentukan kompetensi peserta didik.

    Oleh karena itu  Hasibuan dkk, (dalam Saharudin, 1997:32) menjelaskan ada beberapa keterampilan dasar diutamakan guru dalam kegiatan belajar mengajar, supaya dapat terpadu dengan baik ketiga tahapan di atas dan kegiatan belajar mengajar bisa mencapai tujuan pembelajaran yang didinginkan. keterampilan dasar yang diutamakan sebagai berikut.

    1. keterampilan memberikan penguatan
    2. keterampilan bertanya 
    3. keterampilan menjelaskan
    4. keterampilan membuka dan menutup pelajaran
    5. keterampilan menggunakan variasi
    6. keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
    7. keterampilan mengelola kelas
    8.keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil.

    Inilah tahapan yang harus dilaksanakan guru dalam proses belajar mengajar yang ditunjang dengan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh guru sebagaimana di atas. Keberhasilan proses pelaksanaan pembelajaran di kelas sangat bergantung pada guru dalam menguasai kelas dan menerapkan kemampuan yang dimiliki sehingga kegiatan belajar mengajar di kelas dapat berlangsung dengan baik.

     JAWAN,S.Pd merupakan Guru Aktif di SMA NEGERI 2 Bantan

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728