• Breaking News

    Artikel: Media Visual Dalam Pembelajaran Matematika



    Oleh:Winaldi, S.Pd                                                                                        

    Di era globalisasi ini pendidikan merupakan salah satu investivasi panjang karena proses dari pendidikan itu sendiri akan dirasakan baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Pendidikan tidak akan terlepas dari peranan media dalam pemanfaatannya di dunia pendidikan. Kita sadari semakin banyak saluran informasi dalam berbagai bentuk media. Dalam hal ini, kita sebagai calon pendidik dapat lebih mudah untuk menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
    Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan untuk menyalurkan pesan, terutama dalam pembelajaran matematika. Media dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik serta mengaktifkan pembelajaran dalam memberi tanggapan dan umpan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar matematika pada diri peserta didik untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.

    Media visual merupakan media yang memberikan gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. Media visual ini lebih bersifat realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita khususnya indera penglihatan. Manfaat yang kita dapat dalam penggunaan media ini adalah pemakaiannya yang efektif dan efisien, praktis, dan lebih cepat dipahami oleh peserta didik. Pendidik dapat memanfaatkan media-media secara optimal sehingga menghasilkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan seperti media visual untuk mempermudah dalam berinteraksi dan pemberian materi yang akan dibahas pada peserta didik. Dalam sistem pendidikan modern, fungsi pendidik sebagai penyampai pesan-pesan pendidikan tampaknya perlu dibantu dengan media pendidikan, agar proses belajar mengajar dan proses pendidikan pada umumnya dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

    Media  visual  sendiri  memiliki  pengertian  yaitu  media  yang hanya  melibatkan  indera penglihatan.  termasuk  dalam  jenis  media ini  adalah media cetak-verbal, media cetak-grafis, dan media visual non-cetak. Pertama, media visual-verbal adalah media visual yang memuat pesan verbal (pesan linguistik berbentuk tulisan). Kedua, media visual non-verbal-grafis adalah media visual yang memuat pesan non-verbal yakni berupa simbol-simbol visual atau unsur-unsur grafis , seperti gambar (sketsa, lukisan dan foto), grafik, diagram, bagan,  dan  peta.  Ketiga,  media visual  non-verbal  tiga dimensi  adalah  media visual  yang memiliki tiga dimensi, berupa model, seperti miniatur,  mock up, specimen, dan diorama. Seperti media pembelajaran pada umumnya, media visual juga digunakan sebagai  perantara  untuk  membantu  proses  pembelajaran  di  sekolah. 

    Media pembelajaran visual khususnya mampu menampilkan apa yang seharusnya dan tampilan nyata dari fenomena-fenomena yang dipelajari. Dengan digunakannya media pembelajaran visual peserta didik tidak lagi hanya bisa membayangkan fenomena-fenamena yang dipelajari, guru juga tidak kesulitan menunjukkan apa yang  dimaksud  dan  hendak  disampaikan.  Hal  ini  tentu  menjadi  keunggulan sendiri dari media pembelajaran visual yang memiliki banyak fungsi yang penting jika diterapkan secara baik dan sesuai dalam pembelajaran. Adapuin manfaat media visual dalam pembelajaran sebagai berikut:

    1.Media visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda tergantung dari factor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak,seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong,dan sebagainya.media pembelajaran dapat mengatasi hal tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke objek langsung yang dipelajari.maka obyeknyalah yang di bawa ke peserta didik. Obyek yang di mkasud bias dalam bentuk nyata, miniature,model, maupun bentuk gambar-gambaryang dapat disajikan secara audio visual dan audial.

    2.Media visual memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
    Media visual dapat menanamkan konsep dasar,yang benar ,konkrit dan realistiskan.
    Media visual membangkiktan .keinginan dan minat baru
    Media visual akan mengakibatkan perubahan efektif ,kognitif dan psikomotorik
    Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

    Dengan demikian media visual sangatlah berperan penting dalam proses belajar mengajar.karena media visual memiliki peran yaitu memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta didik . Peserta didik akan terbantu dalam memahami materi yang komplek. Pemanfaatan media visual juga berperan bagi peserta didik. Didalam pembelajaran matematika, media pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu media yang dapat di proyeksikan dan media yang tidak dapat diproyeksikan. Berikut pembagian media visual didalam pembelajaran matematika.
    Media yang tidak diproyeksikan Media realita.

    Ega (2016) mengatakan bahwa media realita adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari bangun datar, guru dapat menggunakan papan tulis sebagai media realita dalam menjelaskan bentuk persegi panjang.

    Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari bangun ruang kubus dan balok, guru dapat membawa potongan kayu berbentuk balok dan kubus sebagai model.

    Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:

    1.gambar / foto: paling umum digunakan
    sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
    Sebuah diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih menyerupai peta dari pada gambar. Diagram ruang belajar misalnya menunjukkan di mana letak dinding, pintu, jendela, bangku dan meja murid-murid. Begitu pula letak kursi dan meja guru.

     2.lemari dan papan tulis. 
    bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.

    3.Papan Flannel
    Papan flanel adalah sebuah papan yang dilapisi kain flanel yang berbulu yang berfungsi sebagai melekatkan sesuatu seperti huruf dan angka-angka, media papan  flanel  ini  sebagai  sarana  dalam  penyampaian materi dalam proses pembelajaran yang melibatkan keaktifan dan partisipasi aktif siswa, untuk mengembangkan motivasi  siswa dan berorientasi  pada proses pembelajaran yang menyenangkan.

    grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari persamaan kuadrat pada kurva, guru dapat  menggunakan media visual gravik dalam menentukan titik puncak, titik poting sumbu X dan Y.

    4.Media proyeksi
    Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP).

    5.Powerpoint
    Menurut Arsyad (2012) Microsoft Powerpoint merupakan salah satu software yang dirancang khusus untuk menampilkan program multimedia yang menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan.

    Winaldi, S.Pd       merupakan Guru aktif    di                                       
      SMK Negeri 3 Bengkalis

    Post Bottom Ad