• Breaking News

    Artikel: Penggunaan Metode Kuis Tim Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa Dalam Kelompok Belajar


    Oleh:Martini,SE

    Beberapa masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru di sekolah beraneka ragam,antara lain adalah masalah menurunnya tanggung jawab siswa dalam penyelesaian tugas-tugasnya dalam belajar. Menyikapi hal ini tentu memerlukan upaya yang serius untuk mengatasi masalah ini dengan segera. Untuk memecahkan masalah menurunnya tanggungjawab siswa ini harus menggunakan strategi atau metode dan pendekatan  tertentu.Metode yang dipandang sangat tepat,salah satunya adalah metode pembelajaran aktif kuis tim.Dengan metode kuis tim diharapkan dapat meningkatan tanggungjawab siswa dalam kelompok belajar.  

    Permasalahan yang dihadapi oleh para guru dalam pembelajaran  akhir-akhir ini sangat bervariasi, salah satunya adalah masalah menurunnya tanggung jawab siswa dalam penyelesaian tugas-tugasnya baik secara individu maupun secara kelompok. Berdasarkan keluhan para guru, siswa diberi tugas sering tidak dikerjakan,terkadang dikerjakan api asal-asalan,dikerjakan tapi tidak terselesaikan,kadang-kadang mengerjakan nitip teman dan sebagainya.

    Tanggungjawab siswa merupakan salah satu aspek dari pengembangan diri yang harus ditangani secara serius ,sebagaimana tersebut dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Untuk mengatasi menurunnya tanggung jawab siswa tersebut  diperlukan cara,strategi,metode maupun pendekatan tertentu dalam pembelajaran. Metode atau pendekatan yang dipandang paling tepat adalah metode pembelajaran aktif kuis tim. Metode pembelajaran aktif Kuis Tim merupakan sebuah metode/ model pedekatan pembelajaran, dimana siswa belajar bersama saling menyumbangkan pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok serta mempresentasikan hasil belajarnya. 

    Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk meningkatkan tanggung jawab individu atau siswa dalam kelompok belajar. Sedangkan manfaat dari pendekatan belajar aktif kuis tim ini adalah: meningkatkan tanggungjawab siswa sebagai individu bagian dari kelompok, meningkatkan rasa percaya diri siswa,meningkatkankonsentrasi,meningkatkan solidaritas kelompok,membangun spontanitas dalam menjawab pertanyaan,meningkatkan keberanian mengambil keputusan untuk berbuat sesuatu,dan menumbuhkan semangat bersaing. 

    Sedangkan manfaat bagi guru adalah dengan menerapkan metode dan pendekatan ini guru memiliki pengalaman langsung dalam melakukan penelitian tindakan kelas,sehingga diharapkan guru memperoleh temuan-temuan yang bisa dikaji lebih lanjut dalam rangka membantu siswa meningkatkan aspek kepribadiannya dan dalam rangka peningkatan profesionalnya. Manfaat penelitian ini bagi sekolah adalah merupakan  startingpoint pengembangan metode pembelajaran di sekolah dan membangun team work dalam meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah,serta memotivasi para guru dalam peningkatan profesionalnya di masing-masing bidang yang diembannya dalam lingkup.

    Setelah dilakukan penerapan model pendekatan pembelajaran aktif kuis tim untuk siklus yang pertama telah diketahui bahwa beberapa siswa sudah mulai tampak tumbuh tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam kelompoknya. Sebagai indikatornya antara lain adalah beberapa siswa mengatur diri sebagai ketua kelompok, membagi tugas dengan anggota kelompok,merencanakan presentasi, berpartisipasi dalam menjawab kuis,membuat skor untuk penjawab kuis dan sebagainya. 

    Meskipun demikian  ada dua diantara lima atau enam  anggota kelompok yang tampak belum aktif. Hal ini disebabkan oleh belum dipahaminya materi yang tercakup dalam pertanyaan kuis, variasi kecepatan menjawab pertanyaan kuis, tidak pahamnya istilah-istilah asing yang ditanyakan, tingkat pengetahuan siswa yang beragam, masih ada perasaan malu dalam menyampaikan jawaban, kurang bersemangat dalam menanggapi pertanyaan dan sebagainya. ada tiga kelompok yang aktif sekali, tiga kelompok cukup aktif, dan dua kelompok lagi kurang aktif. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus pertama ini maka direncanakan ada strategi khusus dalam siklus kedua, yaitu pemberian reward pada skala sikap.

    Pada hasil temuan diperoleh  bahwa ada peningkatan tanggung jawab dan keaktifan siswa, sebagai indikatornya adalah: mutu pertanyaan kuis yang dibuat lebih berbobot,kerjasama dalam kelompok lebih kompak,kompetisi memperoleh skor lebih ketat, semangat bersaing lebih tampak, suasana kelas lebih hidup.

    Berdasarkan hasil observasi terlihat bahwa nilai-nilai tanggung jawab yang dimiliki siswa masih terbatas pada adanya pengawasan,sehingga perlu dimotivasi untuk ditingkatkan lebih lanjut untuk mencapai tanggung jawab yang makasimal, baik itu tanggungjawab kepada dirinya sendiri,maupun tanggungjawab terhadap orang lain dan tanggungjawab pada lingkungan dalam kelompok belajar. C.C Scott (2004:150) mengartikan bahwa tanggungjawab adalah mengakui akuntabilitas pengaruh dan peran individu  dimana individu itu berada, dan menerima segala konsekuensi dari apa yang telah diperankannya. 

    Selama pengamatan pada siklus pertama peranan siswa masih terpaku pada apa yang dikatakan oleh guru atau peneliti, apa yang diperintahkan, dan apa yang sedang  dibahas dalam kondisi klasikal seperti hari-hari biasa, belum tampak adanya perubahan yang berarti ,  pertanyaan kuis masih berkisar pada teks kalimat dalam buku,belum ada improvisasi pertanyaan maupun  jawaban kuis yang diutarakan,partisipasi siswa juga belum merata. Kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya dalam bentuk kuis juga belum sepaham dengan anggota timnya dalam hal menyusun dan membuat pertanyaan kuis, membuat jawaban dan memberi skor pada audien atau partisipan kuis, sehingga partisipan sering protes pada kelompok pemimpin kuis. 

    Berdasarkan pengalaman pada siklus pertama, maka untuk mengembangkan metode pendekatan pada siklus ke dua dibuatlah peraturan-peraturan dan kesepakatan-kesepakan  yang ditemukan pada refleksi tersebut antara lain : materi, siswa diberi modul satu minggu sebelumnya, masing-masing anggota kelompok membuat pertanyaan dan jawaban serta membuat skala skor yang disetujui kelompoknya. Kelompok pemimpin kuis harus bijaksana dan adil  dalam memperlakukan kelompok lain dan sebagainya.

    Hasil pengamatan pada siklus kedua,  didapati adanya peningkatan tanggungjawab siswa dalam hal bekerjasama, kerjasama dalam menyusun pertanyaan,dalam membuat jawaban, menyusun skala skor dari jawaban yang mungkin muncul. Peningkatan dalam kepemimpinan dalam mempresentasikan kuis, ketika presentasi mulai tampak adanya kemajuan team work,peningkatan keberanian bertanya dan menyanggah jawaban,peningkatan semangat berkompetisi memperoleh skor dan  peningkatan kemandirian dalam kelompok, siswa bersemangat dalam berperan untuk keberhasilan kelompoknya.

    Paparan pada proses pembelajaran  yang dilakukan tersebut diatas menunjukan bahwa penggunaan pendekatan metode pembelajaran aktif kuis tim  telah dapat meningkatkan tanggungjawab individu dalam kelompok belajar. Siswa dapat secara aktif berpartisipasi dalam merancang, merencanakan,menyiapkan , melaksanakan ,menilai, mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan suasana yang lebih menyenangkan ( joyfull learning) . Keterlibatan secara langsung dan menyenangkan ini merupakan pengalaman kebermaknaan hidup dalam belajar, baik makna yang dirumuskan maupun makna yang dihayati (reference and sense of meaning) .Siswa lebih termotivasi untuk berusaha secara bersama-sama  dalam mengumpulkan informasi, berdiskusi, berlatih, berkonsulasi, presentasi dalam kelompok belajar. ( kooperative and kolaborative learning). Semangat bersaing secara sehat akan terbentuk melalui  kegiatan kelompok belajar semacam ini.

    Berdasarkan hasil penelitian , maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran aktif kuis tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Peningkatan tanggungjawab tersebut dapat diamati atau diketahui melalui partisipasi siswa dalam kelompok, keaktifan siswa dalam diskusi, keberanian mempertahankan pendapat, keberanian dalam presentasi,motivasi penyelesaian tugas yang tinggi, kemampuan bersaing, peningkatan rasa percaya diri siswa. Sedangkan indikator peningkatan tanggung jawab tersebut dapat dilihat dari  makin meningkatnya kualitas penyelesaian tugas dan unjuk kerja siswa.

    Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa model pembelajaran aktif kuis tim perlu dilaksanakan secara optimal pada mata pelajaran yang lain. Penggunaan pembelajaran model aktif ini dapat di gunakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara akademis. Pada umumnya dan proses pengembangan diri pada khususnya.

    Penelitian ini perlu diteruskan agar ada kesinambungan  dalam peningkatan dan pengembangan kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri siswa.


    Martini, SE merupakan guru Aktif di SMAN 2 Bantan, Kabupaten Bengkalis.

    Post Bottom Ad