• Breaking News

    Pahlawan Pembangunan Itu Adalah Guru


    ROKAN HILIR- Dalam buku karangannya "Dibawah Bendera Revolusi" Presiden Soekarno mengatakan guru sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan. Di tangan pahlawan tanpa tanda jasa itu, pemuda Indonesia ditempah oleh guru menjadi agent of change (agen perubahan). Senin 26 Nopember 2019.

    Atas karangan bukunya, Soekarno menitipkan pesan kepada pemuda Indonesia untuk menghormati guru. Sebab, profesi mereka sangat mulia. Bukan hanya dianggap sebagai pahlawan pembangunan, guru juga melahirkan pahlawan-pahlawan pembangunan yang kelak mengisi berbagai ruang publik.

    Melalui transfer ilmunya, guru menjadikan yang tadinya kita tak mengenal apa-apa menjadi banyak mengetahui tentang apa. Itulah mengapa guru menjadi sumber agen perubahan. Sebab, dipundaknya kita tak hanya menjadi pintar dan pandai, tetapi jauh lebih penting dari itu semua.

    Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para guru dalam mendidik murid dan siswa serta mahasiswa. Begitu besar tanggungjawab setiap guru dalam hidup kita. Mereka (guru) tak pula meminta imbal balek atas jasanya kepada kita. Cukup kita hormati saja, mereka malah mendoakan kita meraih kesuksesan ke depan. 

    Sungguh mulia jasamu guru. Tanpamu, entah jadi apa negeri ini. Mungkin tanpa cucuran keringat dan pengorbananmu dalam mendidik kami, Indonesia masih dijajah negara lain. Tanpa jasamu pula, pemimpin yang saat ini lupa akan dirimu tak akan bisa duduk di kursi empuknya.

    Tetapi, belakangan ini engkau seakan sudah tak lagi dihormati orangtua siswa. Tak hanya pelaporan atas dirimu ke polisi hanya gara-gara cara mendidikmu yang dianggap salah oleh sebagaian orangtua karena engkau jewer anak mereka. Malahan, teman seprofesimu di seberang sana tewas di tangan siswa. Kejam!

    Yang tak habis pikir, engkau tetap sabar atas pelaporan dan penganiayaan dirimu. Engkau hanya bisa elus dada atas kasus-kasus yang sebenarnya remeh temeh tapi malah diperlakukan orangtua 'bodoh' atas jeweranmu kepada anaknya. Padahal,  Indonesia tidak akan dapat menikmati hasil jerih payahmu jika engkau mogok mengajar.

    Kini, di bulan baik ini (November) baktimu dikenang untuk diperingati sebagai Hari Guru Nasional sekaligus jasa bakti para pejuang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Tema Hari Guru Nasional tahun ini juga sangat berat dimana guru diminta memiliki "Guru Penggerak Indonesia Maju." Semoga tema itu mampu engkau pikul karena mau tak mau harus engkau jalani diusiamu yang ke-74 tahun ini. Selamat Hari Guru Nasional. 

    Semoga pula di bulan baik ini peranmu terus aktif mengisi pembangunan. Teruslah berjuang demi anak bangsa menjadikan manusia yang unggul. Meski apresiasi yang ditujukan kepadamu jauh dari harapan bahkan sangat rendah sekalipun. 

    Biarlah dengan sendirinya orang-orang mencibirmu sampai mereka sadar kalau atas jasa besarmu sebagai pembentuk akal dan jiwa generasi bangsa. Selamat Hari Guru Nasional. Guruku Pahlawanku. 




    Penulis: Najib Gunawan.
    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad