• Breaking News

    Polsek Benai Sampaikan Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMAN 2 Sentajo Raya


    KUANSING - Polsek Benai laksanakan giat Penyuluhan Bahaya Narkoba di Aula SMAN 2 Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing, Red), Jumat (29/11/19) sekira pukul 08.30 WIB.

    Dalam sambutannya, Kepala SMAN 2 Sentajo Raya Siti Mukroni, S.Pd menyampaikan agar para siswa-siswi mendengarkan arahan dan bimbingan dari BNN Kabupaten Kuansing dan Polsek Benai dengan baik dan seksama.

    Sementara itu, Camat Sentajo Raya Herman Susilo, S.Sos menyampaikan, agar generasi muda jangan mau dan terpedaya dengan Narkoba.

    "Jaga diri dengan baik, ingat masa depan generasi bangsa tergantung kepada pelajar saat ini yang masih duduk di bangku sekolah," pesan camat.

    Selanjutnya, Kapolsek Benai Iptu Dadan Wardan Sulia, SH yang diwakili oleh Kanit Reskrim Aiptu Sondang menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada SMAN 2 Sentajo Raya yang telah memfasilitasi sosialisasi penyuluhan bahaya narkoba bagi siswa dan siswi SMAN 2 Sentajo Raya.

    "Jangan ada pelajar terlibat Narkoba, karena akan merusak masa depan sendiri," ujarnya.

    Aiptu Sondang juga mengimbau kepada para siswa dan siswi SMAN 2 Sentajo Raya agar jangan pernah menjual maupun mengkonsumsi narkova yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

    Sementara, kepada para majelis guru dan orang tua siswa, Aiptu Sondang berpesan agar memperhatikan prilaku menyimpang terhadap remaja, anak-anak yang terkena dampak menggunakan narkoha.

    "Lakukan pendekatan sosial kepada pengguna narkoba dan sampaikan dampak bahaya narkoba," ungkapnya.

    Terakhir, Kepala BNK Kuansing, Wim Jefrizal, SH menjelaskan, bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba, sebanyak 30% pengguna narkoba adalah pelajar.

    "BNK akan melaksanakan pencegahan bahaya narkoba di Kabupaten Kuansing dengan cara penyuluhan, rehabilitas serta tindakan hukum pidana bagi pengedar narkoba," tegasnya.

    Lebih lanjut dijelaskannnya, bahwa banyaknya peredaran narkoba jenis baru yang saat ini beredar di masyarakat sebanyak 71 jenis narkoba yang sudah masuk ke Indonesia

    "Kita harapkan kepada seluruh stack Holder terkait dan Masyarakat agar bisa membantu BNK untuk saling kerjasama dan Bersinergi dalam rangka memberantas Peredaran Narkoba di Wilayah Kuansing," ajaknya.

    Ditambahkannya, untuk diketahui bersama sesuai hasil Rakor di BNN pusat, Propinsi Riau adalah Rangking 10 tempat Penyalahgunaan Peredaran Narkoba di Indonesia. 

    "Kami dari BNK mengharapkan kepada Pemda agar dibuatkan Perda dan Perdes sampai ke tingkat Desa tentang pelaksanaan kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi tentang Peredaran Narkoba," imbuhnya.

    Penulis : CANGGIH

    Post Bottom Ad