• Breaking News

    Artikel: Mudah Menulis Cerpen


    Oleh: Anda Nurjannah, S.Pd

    Cerpen merupakan kependekan dari kata cerita pendek. Seperti namanya, karya tulis satu ini cenderung singkat isinya. Dibandingkan tulisan-tulisan lainnya yang lebih panjang seperti novel, cerven cenderung lebih padat dan langsung pada tujuan. Sementara cerpen dibatasi panjang penulisannya. Sebuah definisi klasik dari cerpen adalah bahwa cerpen harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk. Sementara definisi lainnya menyebutkan panjang cerpen tidak lebih daro 20.000 kata dan tidak kurang dari 1000 kata. Ada pula yang menyebutkan panjang cerpen paling tidak mencapai 10.000 kata.

    Cerpen pada umumnya adalah suatu bentuk karangan fiksi. Genre yang paling banyak diterbitkan adalh fiksi seperti fiksi ilmiah, fiksi horor, fiksi detektif dan lain sebagainya. Namun, cerpen kini juga mencakup bentuk nonfiksi seperti catatan perjalanan, prosa lirik dan varian-varian pasca modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme baru.

    Agar memudahkan kamu dalam menulis sebuah cerpen, sebenarnya ada beberapa cara menulis cerita pendek, cara-caranya antara lain adalah :

    1.Menentukan tema, tema merupakan sesuatu yang menjiwai sebuah cerita. Tema menjadi dasar dalam bercerita. Merupakan ruh sebuah cerita terdapat dalam tema. Dalam menulis cerita tema harus dihayati oleh seorang penulis. Tema-tema yang sering dipakai dalam penulisan cerpen misalnya mengenai masalah sosial, agama, kemiskinan, kesenjangan, perjuangan, percintaan dan lain-lain. Tema yang paling diminati bagi kalangan remaja adalah mengenai tema percintaan selain dari tema-tema yang lain.

    2.Sudut pandang. Dalam menulis cerpen kita harus konsisten dalam menggunakan sudut pandang. Kalau kita menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama, dari awal sampai akhir cerita harus tetap menggunakan sudut pandang orang pertama dengan menggunakan sudut pandang aku atau saya dalam cerita. Keajegan dalam menggunakan sudut pandang orang pertama, dari awal sampai akhir cerita harus tetap menggunakan sudut pandang akan membantu pembaca dalam menikmati cerita yang kita sampaikan. 

    3.Penokohan, pengungkapan karakter tokoh dalam cerita harus logis. Pengarang harus dapat menciptakan gambaran yang tepat untuk watak orang yang ditampilkan. Berawal dari penciptaan karakter tokoh inilah jalan cerita akan terbentuk.

    4.Alur atau plot, biasanya karakter tokoh yang dibangun dalam cerita terdiri atas tokoh yang berkarakter baik dan berkarakter buruk. Disamping itu akan diciptakan pula tokoh yang netral sebagai penengah ketika terjadi konflik antara tokoh yang berkarakter baik dan tokoh yang berkarakter buruk. Dari konflik yang terjadi inilah jalan cerita atau alur akan terbangun. Alur garus diterapkan dengan tepat. Alur yang baik akan memberikan kesan mendalam bagi pembaca.

    Terdapat bermacam-macam alur dalam sebuah cerita, diantaranya adalah sebagai berikut: alur sirkuler, yaitu cerita yang dimulai dari A dan kembali lagi ke A; alur linier, yaitu alur yang dibangun searah, maju atau lurus; alur foref shadowing, yaitu alur yang dibangun dengan menceritakan masa depan, meloncat ke masa lalu, dan pada akhir cerita meloncat lagi ke masa yang akan datang; dan terakhir alur flas back, yaitu cerita yang sesungguhnya aalah cerita masa lalu tetapi justru cerita itu dimulai dari hari ini.

    Menentukan judul. Judul dapat ditulis setelah keseluruhan cerita selesai ditulis. Judul dapat ditentukan dari bagian yang paling menarik dari cerita itu. Pemilihan judul harus menarik bagi pembaca, sebab judul merupakan pintu gerbang yang dapat pula diibaratkan sebagai sebuah etalase. Dengan membaca judul pembaca akan membayangkan isinya.

    Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah ada dengan baik, maka dapat dipastikan siapapun orangnya dapat menulis cerpen. Menulis dan terus menulis. Meski kita tidak akan pernah tahu, tulisan mana yang merupakan karya terindah yang pernah kita buat. Namun dengan menulis secara tidak langsung kita sudah menghasilkan karaya terbaik kita. 

    Selain itu, agar cerpen kita lebih menjual, ada baiknya kita juga melakukan hal-hal berikut ini:

    1.Memahami secara singkat tentang cerpen. Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek yang umumnya berupa cerita fiksi. Cerpen memiliki batasan kata mulai dari 5 hingga 5000 kata. Sedikitnya kata yang digunakan dalam cerpen, dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena jumlah kata yang sedikit, maka setiap kata dalam cerpen haruslah berarti dalam membangun cerita. Unsur dalam cerpen meliputi tema, alur, penokohan, latar, dan sudut pandang tokoh.

    2.Membaca banyak karya cerpen yang terkenal. Penting untuk membaca karya sastra dari banyak penulis. Ketika membaca, Freebuddies bisa mengevaluasi, mencermati, dan menganalisis. Ketika membaca cerpen freebuddies juga akan mempelajari bagaimana struktur dan gaya dari cerpen. Pengamatan terhadap hal tersebut nantinya membantu freebuddies untuk menemukan gaya penulisan yang sesuai dengan freebuddies.

    3.Buat tulisan yang penuh emosi. Cerpen yang menarik adalah cerpen yang memiliki kedalaman emosi. Cerpen yang baik mesti dapat membuat pembacanya merasakan emosi dari tokoh dan ceritanya. Berbagai hal yang dapat memancing emosi pembaca yaitu kisah tentang cinta, keadilan, penyelamatan, kebebasan, pengorbanan, dan lain – lain.

    4.Persempit pembahasan cerita. Berbeda dengan novel, cerpen memiliki batasan kata. Oleh sebab itu, maka pembahasan cerita perlu dibuat singkat dan berfokus pada suatu peristiwa dalam kehidupan tokoh. Buat penokohan dan adegan menjadi singkat dan jelas. Hal utama yang perlu ditampilkan dalam cerita cerpen yaitu ending dan emosi yang mengena kepada pembaca.

    5.Judul dan cerita yang atraktif. Pembuatan judul yang memikat dapat menarik pembaca. Selain itu, judul juga dapat membuat karya cerpen menjadi lebih diminati di tengah persaingan di dunia penulisan. Buatlah judul yang dapat memancing rasa ingin tahu dari pembaca. Ciri dari judul yang menarik yaitu mudah diingat, mudah diucapkan, dan memiliki arti yang kuat. Cerita yang menarik selalu diawali dengan tokoh yang menghadapi suatu masalah. Masalah bisa berupa tokoh terancam secara fisik, kisah cinta yang dramatis, atau kejadian penuh misteri. Masalah yang dialami oleh tokoh dimaksudkan untuk menarik simpati dari pembaca sehingga cerita lebih diresapi. Pada penulisan cerpen tidak terlalu diperlukan penjelasan panjang lebar tentang latar kejadian atau tokoh. Olah latar belakang agar bersatu dengan alur cerita dan kegiatan tokoh. Fokuskan penggambaran setting lebih dengan menggunakan cerita tentang apa yang dilakukan oleh tokoh. Ending cerita adalah bagian terpenting dalam cerpen. Pembuatan ending haruslah berkesan bagi pembaca terutama secara emosional. Ending harus mampu menjadi alur penutup yang membuat cerita tergambar dengan baik. Bentuk dari ending cerita bisa saja tak terperinci namun memiliki suatu pesan yang tersirat.

    6.Edit cerita cerpen. Ketika cerita cerpen yang sudah selesai freebuddies perlu untuk membaca ulang dan mengedit cerita agar menghasilkan karya yang terbaik. Hal yang perlu diperhatikan saat mengedit yaitu ejaan, tata bahasa, tanda baca, struktur kalimat, pilihan kata, dan lain sebagainya. Pastikan juga kalimat digunakan secara efektif. Penulisan cerita cerpen yang menarik membutuhkan taktik untuk menulisnya. Ada beragam siasat menulis cerpen yang baik antara lain membaca banyak cerpen, tulisan yang memuat emosi, membuat fokus cerita, pembuatan judul dan cerita yang menarik, dan mengedit cerita.

    Keterampilan menulis cerpen akan sangat menunjang prestasi baik untuk pelajar maupun mahasiswa atau bahkan umum. Untuk mengasah keterampilan menulis cerpen dapat dilakukan dengan cara mengikuti lomba-lomba menulis cerpen, lombah menulis cerpen terbaru, dan kegiatan menulis lainnya. Salam literasi dan semangat menulis!!!


    ANDA NURJANNAH, S.Pd merupakan guru aktid di SMA Negeri 2 Bantan



    Post Bottom Ad