• Breaking News

    Catatan Bang Del : Kehidupan Yang Layak Terhadap Masyarakat

    Delyuzar Syamsi, SE. MBA
    Promotor Pengembang Ekonomi Masyarakat

    catatan berseri (8)
    KEHIDUPAN YANG LAYAK (Misi Pilar 3)

    Pemerintah yang layak bertanggung jawab memfasilitasi kota agar hadir menjadi kota yang layak dan menghidupkan suasana kondusif guna menciptakan kehidupan yang layak pula bagi warganya.

    Perlu ada standar layanan publik berbekal bank data yang terkait kependudukan, potensi, dan informasi yang mendukung kerja pemerintah. Lalu dibutuhkan kebijakan yang berpihak masyarakat serta pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat.

    Kehidupan yang layak itu mengacu kepada tingkat pendapatan penduduk yang berpengaruh terhadap daya beli, tingkat pendidikan yang berdampak terhadap keahlian dan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan, serta tingkat kesehatan guna menunjang aktivis berkehidupan.

    Keberhasilan kehidupan bisa ditakar menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi ukuran pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. 

    IPM Indonesia ini meningkat terus dari  68,90 (tahun 2014) menjadi 70,81 (tahun 2017) dan mencapai 71,39 pada tahun 2018.

    IPM Dumai tahun 2018 menyentuh angka 74,06 di atas Siak (73,73), Bengkalis (72,94), Kampar (72,50), dan di bawah Pekanbaru (80,66).

    IPM per propinsi yang tertinggi diraih DKI Jakarta (80,47), Yogyakarta (79,53), Kaltim (75,83), Kepulauan Riau (74,84), dan Bali (74,77). Sedangkan Riau baru mencapai 72,44.

    IPM provinsi terendah adalah Papua (60,06) diikuti Papua Barat (63,74), NTT (64,39), Sulbar (65,1), dan Kalbar (66,98).

    Misi pemerintah kota harus memberikan layanan kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja dan berusaha, perlindungan hukum, membina kerukunan beragama, serta menciptakan suasana kondusif untuk keamanan dan kenyamanan hidup.

    Layanan kesehatan harus menjangkau segenap wilayah dengan ketersediaan fasilitas, obat, dan tenaga kesehatan. Aktivitas pendidikan mesti terdistribusi secara merata, pemberdayaan rumah ibadah sebagai pusat pendidikan moral dan ekonomi masyarakat, serta menunjang pendidikan berbasis kompetensi. Selain meningkatkan peran dan fungsi balai latihan kerja, program link and match antara dunia pendidikan dengan pasar kebutuhan, serta mendukung ekonomi kreatif dan sektor informal.

    Dumai menjadi kota yang berbudaya, berkah, dan sejahtera adalah cita-cita dan tujuan kita bersama. Sedangkan misi seorang pemimpin bagaimana membentuk pemerintahan yang layak, kota yang layak, dan kehidupan yang layak.

    DUMAI (Datang Untuk Majukan Dumai). Pemimpin bijak, negeri berbakti. Semoga !

    Salam Sang Perantau,
    BANG DEL PASAR SENGGOL



    Editor: Budi

    Post Bottom Ad