• Breaking News

    Ini Identitas 6 Warga Hilang Banjir Bandang di Labura


    LABURA - Banjir bandang yang menyapu bersih Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kecamatan Nasambilan-Nasapuluh, Sabtu (28/12/2019) sekira pukul 22.30 WIB lalu meninggalkan pilu yang mendalam. Enam warga dikabarkan hilang dan hingga kini para petugas dan warga bahu membahu mencari mereka.

    Tak hanya korban nyawa, 122 rumah rusak berat dan fasilitas lainnya terputus akibat diterjang kayu gelondongan besar serta material bebatuan besar berikut lumpur. Bencana bandang ini akibat aktivitas perambahan hutan di hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang berlangsung cukup lama.


    Aktivis hukum dan sosial serta lingkungan, Sutan Parlaungan Harahap, yang kerab menyuarakan pencabutan izin penerbangan hutan yang dikantongi PT Labuhanbatu Indah (LBI) menegaskan agar pemangku kebijakan saatnya melakukan tindakan nyata. "PT Labuhanbatu Indah (LBI) harus bertanggungjawab atas musibah bandang ini. Bencana ini memang sengaja diundang. Mereka babat habis Hutan Hapang meski mengantongi izin dengan beralihfungsinya rimba menjadi perkebunan kelapa sawit," tegas praktisi hukum ini, Rabu (1/1/2020).

    Sutan mengungkapkan, demi alasan kemanusian, pemangku kebijakan baik daerah Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Labura hingga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar harus mencabut izin PT LBI sebagai pemilik Izin Penebangan Kayu (IPK) dan Izin Koridor hutan tersebut. "Begitupun pihak penegak hukum wajib secepatnya melakukan investigasi terkait kegiatan PT LBI selama ini terkhusus Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu. Itu solusi yang terbaik saat ini," pintanya.


    Apalagi, sambung putra Labuhanbatu ini, dari sisi kemanusiaan aktivitas PT LBI jelas-jelas mengesampingkan hak masyarakat setempat. "Setiap warga negara memiliki hak untuk hidup. Maka Sudah cukup penderitaan warga. Bantu mereka mengakhirinya," ujar pria yang kerab turun ke setiap daerah demi memantau dan menginvestigasi masalah hukum, sosial dan lingkungan ini.

    Dikabarkan Sutan, dengan mengantongi syarat dan izin dari pemerintah, aktivitas PT LBI  berlangsung cukup lama. "Benar PT LBI mengantongi izi koridor sepanjang 7.289 meter dan Izin Pengolahan Kayu (IPK) seluas 150 hektar menjadi dasar kuat PT LBI membabat surga alam Hatapang. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggungjawab?," keluhnya.

    Tabel: Berikut Identitas masyarakat Dusun Siria-ria B, Desa Pematang yang sampai saat ini belum ditemukan. Kepala Keluarga : Ahmad Albar  Sipahutar NIK: 1223060108880004,T.Tanggal Lahir.  : Sira-ria, 01-08-1988, Pekerjaan : Petani/Pekebun
    Orang Tua: Sarmi Munthe

    Istri : Cahaya Nasution
    NIK.: 1223065505890005
    T.Tanggal Lahir.  : Padang Nabidang,
                                   15-05-1989
    Pekerjaan. : Mengurus Rumah Tangga
    Orang Tua : Ayah-Ibu- Jaiya Munthe

    Anak Pertama : Reny Yana Sipahutar.
    NIK. : 1223066405120001
    T.Tanggal Lahir.  : Siria-ria, 24-05-2012
    Pekerjaan. : Pelajar
    Kelas Sekarang. :
    Alamat Sekolah  : SD N 112327 Siria-ria

    Anak Kedua : Irul Sipahutar.
    NIK.  : -
    T.Tanggal Lahir: Siria-ria, 
    Pekerjaan : Belum/Tidak Bekerja
    Anak Ketiga : Reza Sipahutar.
    NIK : -
    T.Tanggal Lahir: Siria-ria, 
    Pekerjaan : Belum/Tidak Bekerja

    Masing-Masing Alamat : Dusun Siria-ria B Desa Pematang Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara.



    Sumber: Adv Sutan Parlaungan Harapan.
    Penulis: Najib Gunawan.
    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad