• Breaking News

    Ini Tanggapan Manager Corporate Communication PT. CPI



    ROKAN HILIR- PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) melalui Manager Corporate Communication PT. CPI Sonitha Poernomo mengetahui isu yang disampaikan oleh pihak pemegang kuasa lahan Sintong 6. PT CPI telah melakukan proses verifikasi dan berdiskusi dengan pihak-pihak terkait. Senin 30 Desember 2019.

    Menurutnya," Hasil tes verifikasi lahan memperlihatkan bahwa kadar petroleum hydrocarbon (PH) pada lahan Sintong 6 berada di bawah nilai baku mutu sesuai peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sehingga tidak memerlukan pemulihan tanah," Jelasnya.

    " Sebagai kontraktor dari Pemerintah Indonesia, PT CPI melaksanakan program pemulihan lahan terpapar minyak bumi sesuai arahan dan persetujuan KLHK dan SKK Migas," Paparnya.


    Saat awak media cek lokasi bersama Auzar ( Selaku Penerima kuasa dari pemilik lahan), Jum'at (27/12) secara kasat mata terlihat sangat jelas terdapat bongkahan minyak digalian parit yang dikerjakan sebulan yang lalu.

    Dilanjutkannya, setelah ada pergantian PGPA Duri dari Wafi Khalid ke H.Dirwan pada tahun 2018, kembali lagi pimpinan yang baru turun kelokasi untuk pengambilan sampel kelapangan. Tetapi hasilnya tidak ada.

    Kembali lagi ,pada tahun 2019, pimpinan PGPA Duri diganti dari H.Dirwan kepada Thamrin. Hal yang sama juga dilakukan dengan pimpinan sebelumnya, melakukan uji sample kelapangan .

    Anehnya pihak PT. CPI yang diwakili Sartoko  menjumpai saya melakukan ventori, entah kapan dilakukan Delianiasi itupun tidak tau.karena itu bukan hasil Delianiasi tahun 2016.

    Terhadap Enam (6) batang sawit dengan luas lahan 500 M2 yang dihargai sebesar Rp. 6 Juta itu termasuk Delianiasi tanah sebelah saya. Percakapan Sartoko tersebut ditirukan Auzar.

    " Bukan saya tidak mau dihargai uang 6 juta, saya mau liat dulu hasil Delianiasi Tahun 2016 terhadap lahan saya seperti apa temuannya jangan ada dusta diantara kita lah , apalagi ini perusahan negara. Masa takut berikan hasil delianiasi. Intinya pura-pura tak tahu atau sudah tau hasilnya," Tegas Auzar.
    Jadi alasan apalagi PT.CPI masih mengulur-ulurkan hasil uji sample tersebut.atau menunggu limbah PT.CPI habis dengan sendirinya baru diberikan hasilnya," Tegas Auzar dengan nada geram.

    " Kami menduga PT.CPI ada semacam manipulasi hasil uji laboratariumnya, buktinya belum ada sampai saat ini memberikan hasil uji sample kepada kami. Untuk itu, kami akan menyurati kasus ini ke Kementrian Lingkungan hidup Jakarta dalam waktu dekat ini," Tegas Auzar.



    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad