• Breaking News

    Pelepasan Aisah ke RS Adam Malik Medan Diwarnai Tangis Haru


    LABUHANBATU - Tak hanya Ganda dan Eli, para kerabat dekatnya juga turut meneteskan air mata sebagai tanda bahagia dan terharu saat acara sederhana pelepasan Aisah, balita pengidap hidrosefalus di Desa Kampung Padang, Dusun Sidodadi B, Kecamatan Pangkatan, Selesa  (17/12/2019).

    Aisah dilepas oleh Rumah Peduli Labuhanbatu bersama Camat Pangkatan, Hulwi dan Kades setempat, Jamri serta unsur pimpinan kecamatan lainnya menuju RS Adam Malik Medan untuk menjalani operasi lanjutan. "Biar Allah yang membalas kebaikan Rumah Peduli Labuhanbatu dan pak camat serta pak kades juga para pendonasi lainnya yang telah berpartisipasi meringankan beban kami selalu orangtua Aisah," lirih Ganda dihadapan para pendonasi sambil terus menyeka tetes air matanya di pipi. 

    Sambil menunjukkan gestur tak dapat menahan rasa bahagia, sedih, dan haru. Ganda perlahan melanjutkan ucapan polosnya dengan suara tertahan. "Tak bisa saya bayangkan kepedulian Rumah Peduli Labuhanbatu. Mulai dari BPJS, transportasi, biaya makan dan lainnya selama di RS Adam Malik Medan semua sudah dipersiapkan. Berkat bantuan Rumah Peduli Labuhanbatu pula mantan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido yang kini bertugas di Jambi turut membantu kami. Terima kasih pak Frido dan para pendonasi lainnya, termasuk SMK Siti Banun, SMPN 1 Ransel yang juga ikut merasakan kesulitan kami," lanjut Ganda sambil terus mengusap mata yang berkaca-kaca. 

    Sementara itu, Camat Pangkatan, Hulwi menegaskan menaruh bangga atas perjuangan Rumah Peduli Labuhanbatu dan relawan lainnya yang telah berjuang menjadi pelopor untuk Aisah. "Sebenarnya kami sebagai pemerintahan setempat merasa malu terhadap Rumah Peduli Labuhanbatu yang justru lebih peka terhadap warga kami. Tetapi, kami juga tidak menutup mata namun dikarenakan keterbatasan sehingga kami juga butuh dukungan semua pihak terutama Rumah Peduli Labuhanbatu yang telah berpartisipasi meringankan beban pemerintah," ucap Hulwi. 

    Senada disampaikan Kades Kampung Padang, Jamri, ia menyatakan akan terus menjalin kerjasama dengan Rumah Peduli Labuhanbatu dalam hal kegiatan positif. "Apresiasi yang setinggi-tingginya dari kami untuk kerja keras Rumah Peduli Labuhanbatu yang telah peduli atas derita Aisah. Tanpa kegiatan sosial yang digalang Rumah Peduli Labuhanbatu, kami akui kami juga tak bisa berbuat lebih untuk meringankan beban bapak Ganda dN ibu Eli," tegas Jamri. 

    Sementara itu, salah satu pendiri Rumah Peduli Labuhanbatu, Sugianto alias Sigondrong Dalam Diam, menegaskan. Rumah Peduli Labuhanbatu akan terus bersinergi dengan semua pihak termasuk pemerintah dalam menggalang donasi dan menyalurkannya kepada warga yang membutuhkan. "Kami hanya bisa mengajak warga lainnya untuk turut peduli terhadap kesusahan sesama dengan berbuat saling bergotong royong. Dengan kekuatan bersama, maka yang berat akan terasa ringan dan meringankan beban kaum papah yang membutuhkan kepedulian kita bersama," ucap Sugianto. 

    Kegiatan ini juga dihadiri, Babinkamtibmas Polsek Bilah Hilir, Safar, perwakilan dari PT Evans Group, Febri, Kepala SMPN 1 Ransel, Supiani, dan para tamu undangan lainnya. Usai kegiatan, Rumah Peduli Labuhanbatu bersama relawan Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Wilayah Rantau Prapat memboyong Aisah, Ganda dan Eli menuju RS Adam Malik Medan. Rencananya, begitu sampai di Medan, Aisah akan terus dalam pengawasan Rumah Peduli Labuhanbatu sampai proses operasi berjalan. **




    Penulis: Najib Gunawan.
    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad