• Breaking News

    Yok! Bantu Keluarga Pak Paimun


    LABUHANBATU - Sejak beberapa tahun belakangan, Pak Paimun (70) terserang stroke. Sejak itulah perekonomian keluarganya ditopang sangat istri, Suwarti (51) yang kesehariannya menjadi buruh pencetak batu bata di Desa Kampung Padang, Dusun Sidodadi A, Kecamatan Pangkatan. 

    Dari upah menjadi buruh pencetak batu bata, ibu Suriati hanya mengantongi Rp20 ribu tiap harinya. Mimpi ibu ini sederhana, ia hanya ingin memiliki usaha kecil-kecilan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. 

    Mimpi itu ia tuangkan kepada tim Rumah Peduli Labuhanbatu dan Kepala Desa Kampung Padang, Jamri serta perangkat desa setempat saat menyambangi rumah tumpangannya di bekas Kantor KUD setempat, Selasa (17/12/2019). Pada kesempatan itu, tim Rumah Peduli Labuhanbatu dan Jamri memberikan donasi berupa sembako dan tali asih. 

    Derita keluarga kecil ini bisa dibilang cukup komplit. Jangankan buat angsuran BPJS, untuk biaya hidup saja mereka harus putar otak. Beruntung, Jamri langsung menyambut derita mereka dan berjanji akan mengurus perubahan BPJS dari wajib angsuran menjadi gratis dengan tanggungan pemerintah setempat. 

    "Saya sudah tidak bisa ngebengkel (service motor, red). Sejak itulah istri saya yang banting tulang. Beruntung kami masih diberi tumpangan tempat tinggal di bekas Kantor KUD milik pemerintah," ucap Pak Paimun sambil menangis hari saat disambangi Rumah Peduli Labuhanbatu dan Kades Kampung Padang, Jamri. 

    Paimun menambahkan, meski kondisinya sedang menderita stroke, ia tak tega melihat istrinya harus banting tulang setiap harinya. "Kamipun tak ingin hidup seperti ini. Tapi apa yang bisa kami perbuatan di saat terpuruk seperti ini. Buat makan pun kami kesulitan," sambung Paimun diamini istrinya yang juga turut menyeka air mata. 

    Mimpi istri pak Paimun sederhana, ia berharap mendapat bantuan modal usaha dari Rumah Peduli Labuhanbatu. Niatan baik itupun disambut Rumah Peduli Labuhanbatu dan Kades Kampung Padang, Jamri. "Coba ibu pikirkan dengan matang, mau usaha apa? Sampaikan kepada kami biar kami pikirkan cari modal usaha buat ibu," sambut Jamri. 

    Hingga diakhir pertemuan kemarin, memang istri pak Paimun belum menyatakan dengan tegas usaha apa yang akan ia jalani. "Nanti saya pikirkan, dalam waktu tiga hari ini akan saya sampaikan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu. Terima kasih sudah membantu saya," lirih istri pak Paimun, Suwarti. 



    Penulis: Najib Gunawan.
    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad