• Breaking News

    Atas Keterangan 2 Saksi, 2 Terdakwa Keberatan, Itu tidak Sesuai Fakta



    ROHIL- Pengadilan Negri Rohil kembali menggelar sidang pidana terkait tumpang tindih lahan kelompok Tani yang berada di Dusun I, II Kep. Putat Kec. Tanah Putih Kab. Rohil dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU, Rabu 22 Januari 2020 Pukul 21.00 Wib.

    Menurut keterangan saksi Suratman (49),  setahu saya permasalahan ini terkait tumpang tindih lahan anak kelompok anak Rantau Cemerlang, pada tahun 2007 saya sebagai anggota kelompok tani, lahan saya sendiri sebanyak 2 Ha. Saat pertanyaan majelis Hakim, apakah saksi pernah melihat surat tanah asli? " saya tidak tahu pak," jawab saksi.

    Lanjut majelis hakim bertanya kepada saksi, apakah saksi tahu saat terjadinya klem lahan kelompok tani? " Tahu pak, anggota saya yang melaporkan atas klem tersebut? Ucap saksi.

    Saat jaksa penuntut umum bertanya kepada saksi, berapakah jumlah anggota kelompok tapi bapak? " 19 anggota pak, jawab saksi. Berapakah jumlah luas lahan kelompok Tani? " Kalau dulu luasnya 5000 Ha pak, kalau sekarang sudah berkurang menjadi 2800 Ha pak," jawab saksi Suratman.

    Lanjut jaksa penuntut umum, apakah saksi pernah mendengar jual beli lahan kelompok tani tersebut? " pernah pak, dengan cara melakukan MOU atau kerjasama pak," jawab saksi. 

    Saat penasehat hukum terdakwa M Naji L dan Sidarman Amut, Sartono SH MH bertanya, darimanakah bapak lahan kelompok Tani itu? " Dari Ninik Mamak pak, apakah bapak tahu tanah itu masuk dalam kawasan hutan? " saya tidak tahu pak, apakah bapak pernah mendengar bahwa PT. Andika itu pernah dihukum? " pernah pak," jawab saksi Suratman.

    Lanjut penasehat hukum Sartono SH MH, siapakah yang mengeluarkan alas hak tanah tersebut? " pak Naji pak, siapakah yang memegang surat tanah saksi? " PT. Andika pak, siapakah yang mengerjakan tanah saksi? " PT. Andika pak, apakah bapak tahu saudara Arjun Dede mengundurkan diri dari Kelompok Tani? " saya tidak tahu pak," jawab saksi Suratman.

    Apakah saksi menikmati hasil lahan tersebut? " ada pak, saya menikmati hasilnya. Apakah saksi pernah mendengar lahan tersebut diserahkan kepada masyarakat? " saya tidak tahu pak," Jawab saksi Suratman.

    Atas jawaban saksi Suratman, tersangka Sidarman Amut dan M Naji L merasa keberatan dan bertanya kepada saksi Suratman, apakah tanah Nainggolan dan tanah Maulana Saragih ada isinya sawit remaja dan dan tanaman Karet? " saya tidak tahu pak. Apakah saksi ikut dalam musyawarah Ninik Mamak? "saya tidak ikut pak," jawab saksi Suratman.

    Menurut keterangan saksi Mahyudin (54), Saat majelis hakim bertanya, apakah posisi saksi di kelompok tani? " saya pengurus kelompok tani pak, siapakah yang mengeluarkan surat tanah kelompok Tani? " saudara M Naji L pak, Berapakah luas tanah yang diterbitkan? 400 Ha pak? " jawab saksi Mahyudin.

    Lanjut Majelis hakim, Apakah bentuk kerjasama dengan bapak angkat PT. Andika? " dengan sistem 70-30 pak, pada tahun berapakah PT. Andika mengelola lahan tersebut? " tahun 2008 sudah mulai tanah pak. Apakah pernah ada masalah lahan tersebut dengan orang lain? " ada ribut dengan yang menguasai lahan itu pak. Apakah ada hubungan Tarima Nainggolan dan Maulana Saragih? " saya tidak tahu pak. Apakah saksi tahu dugaan pemalsuan surat yang bermasalah? " saya tidak tahu pak," jawab saksi Mahyudin.

    Saat penasehat hukum Sartono SH MH bertanya kepada saksi Mahyudin, apakah saksi mengetahui surat kuasa dari saudara Arjun Dede? " saya tidak tahu pak. " Berapa luas kah luas lahan PT. Andika? " lebih kurang 5000 Ha pak. Lanjut Sartono SH MH, apakah saksi tahu bahwa PT. Andika dalam pengelolaan lahan kelompok Tani itu ada izin? " saya tidak tahu pak. Apakah saksi pernah mendengar saudara Edi Nur pernah dihukum? " kalau Edi Nur dipenjara saya tahu, tapi kalau permasalahannya saya tidak tahu pak," jawab saksi Mahyudin.

    Lanjut Sartono SH MH, apakah saksi pernah ke lahan kelompok tani tersebut? " belum pak. Apakah saksi pernah mengetahui surat kuasa dari Hajun Dede? " saya tidak tahu pak. Kenapa surat kuasa itu bapak tanda tangani itu? " saya tidak tahu pak. 

    Atas keterangan saksi Mahyudin, tersangka Sidarman Amut dan M Naji L bertanya kepada saksi, apakah tanah Maulana Saragih dan tanah Tarima Nainggolan itu ada tanaman sawit muda dan Pohon karet? " saya tidak tahu pak. " saya tidak pernah tahu Hajun Dede sudah berhenti atau dikeluarkan. 

    Lanjut Sidarman, Apakaha hasil uang 1 Juta itu yang baru-baru ini persatu bulan atau pertiga bulan? " saya tidak tahu pak. Tersangka  Sidarman Amut merasa keberatan bahwa, keterangan saksi Mahyudin ini ada yang salah. Karena keterangan yang diberikan tidak sesuai dengan dasarnya," tegas tersangka M Naji L.

    " Bapak saya dulu menjadi Kepala Desa, sudah 3 kali membentuk kelompok tani, tidak ada yang transparan dan jangan berbelit-belit, saya mohon perjuangkanlah kelompok Tani ini demi masyarakat semua," mohon saksi Mahyudin.

    Sidang beberapa hari yang lalu hal ini juga dijelaskan Sartono SH MH selaku kuasa hukum terdakwa," yang Mulia majelis hakim , menurut kami bukti alas hak surat yang dikeluarkan oleh Kelompok Tani KTMB sebanyak 400 surat sudah dibatalkan oleh putusan Pengadilan Negeri Rohil dengan nomor 382/Pid.sus/ 2015. yang dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) dan Mahkamah Agung RI.

    Dalam amar putusannya menyatakan, kawasan lahan KTMB yang dikelola oleh PT.APSL  berada dalam kawasan hutan Produksi  dengan menjatuhkan pidana kepada Aria Fajar selaku Manager Operasional PT.APSL dan Edi Nur selaku Kelompok Tani KTMB dengan Pidana selama 1 tahun subsider 6 bulan penjara dengan  bukti surat alas hak tetap dalam berkas perkara . " Ujar Sartono SH MH sambil memperlihatkan berkas putusan pengadilan kepada majelis hakim.



    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad