• Breaking News

    Diduga SPBU Bukit Timah Layani Pengisian BBM Ke Jerigen, Ada Apa...?


    DUMAI - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) adalah tempat pelayanan pengisin BBM bagi pengendara baik kendaraan sepeda motor maupun mobil sumbu kecil maupun sumbu besar.

    23 September 2019 lalu Pertamina mengeluarkan aturan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilarang untuk melayani pembelian jerigen.

    Seperti dilansir dari media Kompas.com yang mana Sebagai Berikut Peraturan Pertamina Mengenai Penggunaan Jerigen di SPBU Pertamina.

    1. SPBU hanya boleh menyalurkan BBM Premium dan Minyak Solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir dan dilarang keras menjual Premium dan Minyak Solar pada wadah kemasan/jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

    2. Penjualan Bahan Bakar Khusus Jenis Gasoline Series (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) dapat dilayani menggunakan wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari material dari unsur logam.

    3. Penjualan bahan Bakar Khusus Jenis Diesel Series (Pertamina Dex, Dexlite) dapat dilayani dalam wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari bahan/material dari unsur logam atau bahan HDPE (High Density Polyethylene) sejenis thermoplastic khusus yang terdapat simbol HDPE2 pada kemasan.

    Sebagaimana disebut Kepala SPBU COCO Pertamina MT Haryono (31.128.02) Jakarta mengatakan kepada media Kompas.com, pada dasarnya mengenai pembelian bensin dan solar memggunakan jerigen sudah di atur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.
    "Jerigen Plastik tidak diperbolehkan, sebab berkaitan dengan segitiga api, yaitu BBM, panas dan udara cukup. Kerigen plastik juga listrik statis yanh ditakutkan bisa memicu api," ujarnya kepada Kompas.com Jum'at 13/09/209) lalu.

    Namun sepertinya diduga aturan PT.Pertamina ini hanya di anggap angin lalu oleh pihak SPBU 14.288.652 yang terletak di Jalan Lintas Bukit Timah.

    Hal ini didapat informasi dari Laporan sumber terpercaya (Masyarakat) dengan mengirim foto-foto kepada Media erapublik.com, yang mana diduga terlihat adanya jerigen-jerigen yang sedang antri di sebalik tembok SPBU dan juga terlihat pegawai SPBU tersebut sedang mengisi BBM ke jerigen.
    Diduga pihak SPBU ini melakukan Penyalahgunaan Izin dengan menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kepada orang yang membeli menggunakan jerigen yang di anggap jelas melanggar aturan PT.Pertamina.

    Menurut pria paruh baya yang tidak mau di sebut namanya ini kepada mesia erapublik.com menjelaskan, bahwa pihak SPBU ini diduga sering melakukan pengisian BBM ke Jerigen.

    “Diduga hampir setiap hari pihak SPBU tersebut melakukan pengisian BBM ke jerigen, baik skala kecil maupun skala besar," ucap sumber ini.



    Editor: Budi

    Post Bottom Ad