• Breaking News

    Ketua LAMR DPH Provinsi Riau : Pencalonan Syarudin Husin Tidak Melanggar ADRT LAM-R


    DUMAI - Akhir-akhir ini terkait Pencalonan Datuk Seri Syarudin Husin yang merupakan Ketua DPH LAM-R Dumai sebagai Bacalon Wako Dumai 2020-2025 menjadi bahan polemik bagi sekelompok masyarakat Dumai, sebab sang Datuk Adat ini dianggap melanggar aturan Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT LAM-R).

    Kuat dugaan, hal ini ada kaitannya tentang mencuatnya nama Datuk Syarudin Husin yang kian hari kian mencuat kepermukaan tentang dirinya mencalonkan sebagai Bacalon Wako Dumai 2020-2025.

    Alhasil situasi perpolitikan pun kini mulai terlihat memanas, sehingga Syarudin pun mulai banyak mendapat tuduhan-tuduhan yang diduga tidak mendasar, dan iapun didesak untuk mundur dari pencalonan Walikota Dumai oleh pihak sekelompok masyarakat Dumai tersebut.

    Munculnya persoalan ini membuat Ketua  DPH LAM-R Provinsi Riau Datuk Syahril Abu Bakar kepada awak media angkat bicara.

    Datuk Syahril Abu Bakar mengatakan, bahwa bagi LAM-R jika ada tokoh-tokoh Melayu yang ingin maju untuk memimpin suatu daerah, tentunya kita mendukung.

    "Bila ia seorang pengurus LAM-R atau Ketua, itu tidak ada masalah. Sebab dalam ADRT LAM-R atau PO Organisasi tidak diatur untuk mundur mencalonkan sebagai kepala daerah," ucap Ketua  DPH LAM-R Provinsi Riau Datuk Syahril Abu Bakar kepada awak media. Jum'at (10/01/2020).

    Karena apa, lanjut Syahril, sebab pengurus atau ketua bukanlah pejabat Negara atau pejabat Publik, tentunya kita berbangga ada putra daerah mencalonkan sebagai Bacalon Walikota.

    "Karena ini kita beri kesempatan bagi mereka untuk maju, dan ini juga adalah hak mereka sebagai warga Negara diakui, serta dilindungi oleh Negara dan tidak ada kewenangan kita atau melarang pengurus LAM-R maupun saya untuk melarang maju sebagai kepala daerah," ujarnya.

    Terkait ada yang mengatakan kalau Tokoh Melayu kalah, sehingga nanti malu. Menurut saya kalau kita benar-benar solid mendukung, pasti menang, karena Dumai lebih 30 % Melayu.

    ”Untuk itu kita menghimbau kepada semua pihak, jangan terjebak dengan konspirasi politik. Karena kami menilai muatan politiknya sangat tinggi, nah menurut kita yang menolak ini, terindikasi tim Sukses,” ungkapnya

    Datuk Seri Syahril Abu Bakar juga menyampaikan, jangan sembarangan memakai gelar-gelar Adat Melayu, kalau tidak mendapat Anugrah Gelar dari Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau, itu sudah diatur didalam ketentuan Adat Melayu .

    "Tidak sembarang orang memakai gelar adat tersebut, kalau betul-betul merasa orang Melayu. Mari kita kembangkan politik yang santun, dukung bakal calon kita masing-masing," ungkapnya.

    "Hidupkan lampu setrongkeng masing-masing, jangan matikan lampu setrongkeng orang lain. Apalagi kita sesama Melayu, nanti pada waktunya mana putra putri terbaik kita mendapatkan perahu, baru kita dudukan secara mantap." tandas Ketua  DPH LAM-R Provinsi Riau Datuk Syahril Abu Bakar kepada awak media via selulernya.



    (Tim)

    Post Bottom Ad