• Breaking News

    Sultan Al Ikhwan Tanggapi Terkait Spanduk Penolakan Warkah LAMR Dumai


    DUMAI - Terkait adanya Spanduk yang bertuliskan penolakan Warkah LAMR Dumai terus menuai kecaman dan tanggapan, sebelumnya persoalan ini dikecam oleh Agus Tera Ketua DPD KNPI Dumai dan Panglima Hulubalang Junjung Negeri (HJN) Dumai Feri Windria.

    Yang mana Agus Tera Ketua DPD KNPI dan Feri Windria Panglima HJN Dumai ini mengecam adanya Spanduk  tak jelas tersebut dengan bertuliskan mengaku Warga Dumai Menolak Warkah LAMR.

    ”Kita mengecam atas tindakan yang diduga dibuat dan di pajang oleh orang yang menurut kita adalah orang yang tidak bertanggung jawab," ungkap Ketua DPD KNPI dan Panglima HJN Dumai.
    Ternyata persoalan ini mendapat tanggapan dari salah seorang Tokoh Muda Dumai Sultan Al ikhwan, ia berkomentar melalui akun Facebook pribadinya.

    Menurut Sultan, semestinya spanduk-spanduk penolakan ini tidak perlu ada.

    "Seandainya kita semua arif memaknainya, Warkah LAMR Dumai tersebut memang telah ada sejak tahun 2004 lalu, dimana pada salah satu pointnya ada yang mengatakan bahwa yang akan memimpin Kota Dumai harus putra-putri Melayu. Hal itu bukanlah bermakna sempit, tapi mempunyai makna luas," ujarnya. Sabtu(01/02/2020).

    Lanjut Sultan, Warkah yang dikeluarkan LAMR tersebut, bertujuan jangan sampai yang akan memimpin di Kota Dumai orang luar yang dengan tiba-tiba datang ke Dumai untuk mencalonkan diri.

    Akan tetapi jika ada yang sudah lama hidup di Kota Dumai, ikut membangun Dumai, meskipun orang luar suku Melayu, tetap masuk dalam masyarakat Melayu. Maka tetap bisa memimpin di Kota Dumai, dan Warkah tersebut Insha Allah saya kira akan terus berlaku. 

    "Pastinya Warkah tersebut dibuat, setelah melalui persetujuan dari seluruh pengurus LAMR di Kota Dumai. Harapan kita kepada seluruh masyarakat Kota Dumai, kita harapkan untuk tetap menjunjung tinggi marwah Melayu lebih baik ke depan," ucap Sultan. 

    “Apa Tanda Negeri Melayu,
    Negerinya Disuluh Azan Selalu,
    Apa Tanda Orang Melayu
    Negeri Dijaga Marwah Didulu,”

    “Esa Hilang Dua Terbilang
    Patah Tumbuh, Hilang kan Berganti
    Tak kan Hilang Melayu di Bumi,”  tandasnya.



    Penulis: Budi

    Post Bottom Ad