• Breaking News

    Urip Iku Urup" Ojo "Padam"



    LABUHANBATU- Urip Iku Urup “Hidup itu Nyala”. Makna filosofi Jawa ini luar biasa. Mengajarkan kita untuk bisa menghidupi orang lain layaknya api sebagai penerang kegelapan. 

    Sebab, kita terlahir bukan ujuk-ujuk (tiba-tiba) berada di bumi. Hidup bukan tentang siapa kita dan berdiri sendiri, berkuasa dan semua hanya untuk diri sendiri.


    Akan tetapi kita lahir untuk saling memberi, saling menolong, dan saling membantu sesama tanpa ada rasa pamrih. Maka, filosofi Kejawen ini setidaknya memberikan pendidikan berharga bagi kita tentang tanggungjawab akan kemanusiaan. 

    Dari berbagai sumber: Urip Iku Urup mempunyai makna hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita. Semakin besar manfaat yang kita berikan maka, akan semakin baik bagi kita maupun orang lain.


    Namun, sekecil apapun manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Jangan langsung membusungkan dada hingga kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat. Urip Iku Urup! Bukan Urip pencitraan (berbuat karena ada tujuan tersembunyi). 

    Apalagi, apapun suku, ras dan agama kita. Semua mengajarkan manusia sebagai makhluk sosial harus saling kontak bathin dan menolong kepada sesama. Manfaat yang kita berikan ibarat bara yang menyala. bukan berarti bara yang membakar dan memusnahkan apa saja.


    Bara kali ini bermakna sebagai cahaya yang selalu menyala dan menyinari setiap langkah manusia ke jalan yang betul. Sebab, hidup harus punya nilai manfaat dan memberi terang setiap langkah orang-orang.

    Urip Iku Urup: jika kita belum mampu menerangi jalan orang-orang yang kegelapan. Hendaknya jangan  mengganggu ketenangan mereka. Sebab kita terlahir bukan untuk membuat susah orang-orang sebagai makhluk mulia. 

    Urip Iku Urup: Jikapun kita keliru harus segera introspeksi diri agar anggapan kita atas perbuatan itu adalah lupa. Sebab, bukankah kuda tidak ingin terperosok ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. 

    Dengan begitu, hidup menjadi indah dalam mengisi manfaat menebar kebaikan. Berbuat tanpa berharap, agar perbuatan kita tercatat sebagai investasi akhirat. Maturnuwun!


    Penulis: Najib Gunawan.
    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad