• Breaking News

    Artikel: Peran Guru Dalam Dunia Pendidikan Dalam Mengikuti Perkembangan Zaman



    Oleh: Martini,SE

         Guru masa lalu,guru masa kini dan guru masa depan ,masing masing memeliki standar dan tuntutan yang berbeda dan dan tergantung  pada situasi dan kondisi yang melingkupi pada masanya masing masing.

      Istilah guru pada saat ini mengalami penciutan nama Guru adalah orang yang mengajar disekolah orang yang bertindak seperti guru yang berada disuatu lembaga atau pelatihan tidak disebut guru tetapi tutor atau pelatih padahal mereka itu tetap saja bertindak seperti guru.mengajarkan hal hal baru pada peserta didik.

         Setelah sekian tahun merasakan bekerja sebagai aparatur sipil negara dengan status  jabatan fungsional guru,tuntutan profesionalismenya semakin tinggi,dibarengi dengan berbagai tututan pemenuhan kebutuhan sebagai akses dari peningkatan  profesionalisme itu sendiri yang harus dipenuhi sesuai tuntutan profesi sesuai dengan perkembangan zaman.

         Terlepas dari penciutan makna peran guru dari dulu sampai sekarang tetap sangatdiperlukan .dialah yang membantu manusia untuk menemukan siapa dirinya ,kemana manusia akan pergi dan apa manusia yang harus lakukan  didunia.manusia adalah mahluk lemah yang dalam perkembanganya  memerlukan bantuan orang lain ,sejak lahir sampai meninggal .orang tua mendaftarkan anakanya kesekolah  dengan harapan guru mendidiknya secara optimal untuk memupuk kemampuan  minat dan bakat anak didik akan menjadi orang yang berhasil dan berguna untuk bangsa dan negara.

    Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dalam mengisi kemerdekaan Indonesia yang salah satu sangat berperan aktif adalah guru, dan guru merupakan tenaga pendidik profesional. Hal tersebut guru telah memiliki kualifikasi akademik yang profesional dibidang ilmu dan memiliki kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, serta sehat jasmanidan rohani dalam upaya mencapai tujuan pendidikan Nasional tentunya menjadikan pendidikan yang berkualitas. Kualitas dalam sektor pendidikan dan anak bangsa tentunya peran guru, dan guru adalah hal yang terdepan dalam mencerdaskan anak Bangsa dan terpenting dalam upaya menciptakan pendidikan yang bermutu. Guru memiliki tugas tidak saja hanya memberikan ilmu pengetahuan akan tetapi berperan aktif menjadikan siswa yang berakhlak.

    Menciptakan kualitas pendidikan sebagai wujud dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara intens  dan optimal . hal tersebut tentunya dalam rangka meraih masa depan peserta didik yang berkualitas dimasa yang akan datang. Kualitas seorang peserta didik adalah cerminan daripada sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu dalam meraih pembangunan pendidikan yang diharapkan. Untuk itu guru memiliki beban yang cukup berat dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut.

    Ketika tidak terlaksananya fungsi dan peran guru secara maksimal ,misalnya tidak terbinanya ahklak dan moral siswa,beberapa kebiasaan buruk siswa tidak berlaku disiplin dari berbagai peraturan yang telah disepakati bersama,malas dan kurang berlaku sopan dan sebagainya.hal ini berarti tugas guru sebagai seorang pendidik belum maksimal.tugas mengajar mungkin sudah terlaksana dengan baik tapi tugas mendidik? Karena itu,beberapa peran dan tugas guru merupakan sebuah keharusan untuk diimplementasikan walaupun memerlukan  pemikiran dan pengorbanan yang lebih banyak.dengan cara ini barulah guru dapat dikatakan  sebagai sebuah profesi,dimana guru mampu memberikan solusi terbaik dari berbagai masalah yang dialami kleinnya
    .
    Tuntutan tidak hanya langsung datang dari pemberi kerja yang tertuang dalam berbagai peraturan resmi  seperti UU ,Perpres,Permen,PP,Pergub,Perda,Perkab dan sampai peraturan yang terendah mungkin SK  Kepala Sekolah ,tetapi tuntutan juga datang dari pekerjaan  yang dilaksanakan dalam rangka memenuhi tutuntan pekerjaan .jika dicermati  ternyata ketika diurai dan susun secara hierarkis” rantai tuntutan”membentuk piramida yang dasarnya makin melebar ke samping kiri dan kanan serta semakin dalam menghunjam kebawah manakala prasayarat pemenuhan tuntutan belum terpenuhi. 

     Salah satu contonya, ketika ditutut untuk mengajar peserta didik  menggunakan kurikulum 2013 ,maka seorang guru dituntut  harus menguasai komputer .itu baru tututan tingkat pertama dan kedua ,sedangkan tuntutan ketiga dan seterusnya adalah guru harus memilki komputer.harus  menyediakan waktu untuk merawat komputer ,harus menyediakan tambahan pulsa listrik ,harus memahami prosedur penyusunan laporan yang tertuang didalam beberapa Permendikbud dan seterusnya. Jika tuntutan untuk menguasai komputer  belum terpenuhi,maka rantai tuntutan nya akan bertambah semakin panjang ,ikut diklat berhari hari membuat laporannya yang berarti harus  beli modul,beli tinta dan kertas,flashdisk ,rol kabel,kopi dan snack untuk “ cagak lek”dan seterusnya dan sebagainya .

    Hubungan nya dengan sertifikasi guru ,yaitu dengan adanya peningkatan  kualitas dan kesejahteraan guru maka beberapa peran dan tugas guru yang telah diuruikan diatas kemungkinan dapat diimplementasikan. salah satu alasan guru tidak mampu melaksanakan peran  dan tugas secara maksimal karena persoalan kurangnya pendapatan / gaji .maka dengan kebijakan baru pemerintah yakni sertifikasi guru ,maka harapan kita kedepan guru mau dan mampu memasimalkan peran dan tugasnyaSebagai seorang guru yang profesionalisme maka juga harus memahami banyak peraturan.setiap peraturan berbeda  tergantung pada tujuan yang ingin dicapai misalnya kebutuhan untuk kenaikan pangkat ,maka harus mempelajari dulu peraturannya .dan peraturan yang dipelajari harus disesuaikan dengan instansi  yang menaungi.jika dibawah kemendiknas  ada aturan permendiknas ,jika dibawah kemenag ada permenag dan  ada juga kepmen.selain itu ada UU yang menaugi seluruh ASN ,ada juga UU yang menaungi seluruh guru,baik ASN  maupun non ASN.
                 Mau tidak mau memang seperti itu keadaanya yang lazimya disebut sebagai sistem yang sudah dipikirkan  dengan matang oleh pemikir diatas sana sebelum ditetepkan dilapangan.
         Nah,yang perlu penekanan  disini menurut saya adalah makna profesionalisme.sebagai tenaga profesional tentunya aspek rasional menjadi pertimbangan yang mendasar.saat melaksanakan pekerjaan dari pembari kerja tentunya sudah ada semacam kontrak kerja dan prosedur serta standar hasil pekerjaan.standar pekerjaan juga tentunya sudah diukur  melaluyi proses analisis menyangkut waktu pemenuhan biaya yang dibutuhkan  dan kualitas pekerjaan serta aspek – aspek lain yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung.

          Yang sering kita tahu selama ini selalu saja ada tuntukan  atau motivasi dari sesama penerima kerja  yang kebetulan berada disruktur  yang levelnya lebih tinggi perihal idealisme seorang tenaga profesional.bahwa sebagi guru preofesional harus selalu siap melaksanakan trugas yang diberikan ,meskipun tugas tersebut merupakan  tugas yang sifatnya sama sekali baru atau mungkin juga peruybhan dari tugas lama.idealnya memang seorang guru harus meningkatkan kompetensinya secara terus menerus, demi tercapainya tujuan  sipemberi kerja.namun ada pertanyaan yang lama  mengendap dibenak ,dimana diletakan faktor rasionalitas seorang guru.sehungga harus melaksanakan tugas yang katakanlah sifatnya tambahan dan waktu pemenuhannya  terasa mustahil  terpanuhi  jika mamerhatikan  faktor – faktor  manusiawi.sudahkah dilakukan analisis menyeluruh dan detil serta adil terhadap beban tugas.

           Aturan tentang jam kerja sudah jelas yang sudah ditetapkan oleh masing masing instansi baik sekolah SD,SMP maupun SMA, tetapi guru zaman sekarang harus meningkatkan kompetensinya melalui diklat dan berbagai macam seminar yang pelaksanaannya “ harus diluar jam kerja”dan itu akan diakui oleh pemerintah jika ada rekomendasi dari atasan langsung dan ada surat tugasnya .bayangkan,diluar jam kerja tetapi harus memakai surat tugas .ada surat tugas tetapi biaya ditanggung  oleh pribadi.

            Selama ini tuntutan  pekerjaan selalu berubah ( menjadi lebih tinggi) ditengah proses pelaksanaan pekerjaan .Ibaratnya saat kontrak awal hanya dituntut untuk membangun rumah satu lantai tetapi ditengah jalan ditutut menyelesaikan 2 lantai.tampa perubahan pondasi dan biaya bongkar.

    Martini,SE merupakan guru aktif di SMA Negeri 2 Bantan

    Post Bottom Ad