• Breaking News

    Harmi: Kami Akan Melakukan Aksi, Karena PT. Chevron PHP Lagi



    ROHIL- Belum adanya titik temu negosiasi harga yang dilakukan PT. CPI kepada ahli waris Armi Hasyim terkait ganti rugi lahan yang terkontaminasi limbah PT.CPI di Meno GS  Menggala North 17 masih tanda tanya. Senin 03 Pebruari 2020, Pukul 12.30 Wib.

    Pasalnya dari hasil negosiasi dilakukan oleh pihak PT. CPI itu tidak masuk akal, dalam pertemuan pertama tersebut  PT. CPI melalui Pihak PT. CPI Rumbai Budi Harsono, PGPA Duri Thamrin, PGPA Bangko, Maneger ABB Darma bersama Ahli Waris Armi Hasyim yang bertempat di Aula Bangko Camp yang dihadiri Pihak Polres Rokan Hilir, Kapolsek Bangko dan Sekretaris Desa belum ada kesepakatan harga.hasil negosiasi jauh dari tuntutan awal.

    Ahli waris Armi saat dikonfirmasi melalui telpon selularnya mengatakan," pihak PT. CPI sudah mengajak negosiasi kedua tanpa dihadiri pihak kepolisian setempat, namun hasilnya tidak sesuai harapan," Jelas Armi.

    " Dari dua kali pertemuan kita sudah menurunkan harga tuntutan kita ke PT.CPI, tapi PT.CPI tidak bisa juga memenuhi tuntutan kita," ungka Ahli Waris. Yang lebih rancunya lagi, Pihak PT. CPI diwakili Muhammad Saptoko sampai - sampainya mendatangi rumah ahli waris, Sabtu (28/12) untuk melakukan negosiasi ketiga, namun dikata negosiasi ketiga tidak sesuai tuntutan awal yang kami berikan," Papar Armi.

    Lanjut Armi Hasyim," Dalam hal ini saya selaku ahli waris menyayangkan pihak PT. CPI tidak ada serius dalam menyelesaikan persoalan ini. Mengingat kontrak PT. CPI akan berakhir pada 2021, dan permasalahan pencemaran limbah masih belum terealisasi," Tegas Armi.

    " Harapannya saya, PT. CPI segera menyelesaikan tuntutan ahli waris, jika tidak dalam bulan ini ada kesepakatan, maka kami akan lakukan aksi yang lebih besar lagi dilapangan, karena ada juga beberapa warga yang lahannya terkena limbah minyak PT. CPI di dekat lahan saya," Tutur Armi.

    Sebelumnya Pihak PT. CPI berjanji akan melakukan pemulihan lahan yang terkontaminasi limbah selama dua tahun, alhasilnya PT. CPI tidak sama sekali mengerjakannya. Ini jelas merugikan kami, dari tahun 2013 sampai tahun 2020 ini kami tidak bisa mengambil hasil buat sawit dilahan kami, sudah berapa kerugian kami, tolong anda pikirkan," tegas Armi.




    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad