• Breaking News

    Kadis PUTR Beri Keterangan Dipersidangan, Terkait Perkara UU ITE


    ROHIL- Pengadilan Negri Rohil kembali menggelar sidang pidana terkait perkara dugaan pencemaran nama baik di media sosial FB oleh terdakwa RH dengan agenda keterangan saksi pelapor Jon Safrindo, Selasa 04 Februari 2020 Pukul 19.00 Wib.


    Akibat mengunggah video proyek pekerjaan jembatan parit cincin hasil investigasi yang dilakukan RH warga Bagan siapi-api  yang berprofesi sebagai aktivis LSM dan Media ini didakwa telah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan.

    Atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan, atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan, atau pencemaran nama baik  sesuai dengan pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE).

    Sebelumnya, terdakwa RH (oknum wartawan) dilaporkan kepolisi terkait postingan diakun media sosial facebook, bulan Juli dan September 2018 yang berbunyi “ANGGARAN APBD MUBAZIR SIA2 UANG RAKYAT YG DIKELOLA PROYEK PUTR THN akhir 2017 DI ERA Kds. JON SAFRINDO PAGU ANGGARAN RP.13 Miliar baru saja dikerjakan kondisi sudah retak2, hsl investigasi ke 2 fisik jembatan tersebut justru retak2 semakin menjalar mencapai 70% lokasi jembatan parit cincin pinggir sungai rokan br & sudah dipanggil PPTK apakah kasus laporan LSM k Kejari Rohil sdh masuk angina kah…???? PAK JAMWAS KEJAGUNG .. TOLONG MONITORING KINERJA KEJARI ROHIL YANG BARU MENJABAT...“ disertai dengan video lokasi jembatan.

    Menurut keterangan saksi Jon Safrindo, pada saat saya diperiksa oleh penyidik polres tentang adanya kegiatan jembatan Parit cincin yang diunggah di media sosial Face Book (Fb) kegiatan tersebut sia-sia dengan anggaran sebanyak Rp. 13 Milyar lebih, setelah pembangunan jembatan itu, saya sempat jumpa dengan saudara terdakwa Rudi, ia menyampaikan kegiatan tersebut dengan gertakan," Jelas saksi.

    " Setelah beberapa hari barulah ada status di media sosial Face Book (Fb) yang diunggah oleh terdakwa tentang kegiatan pembangunan jembatan parit cincin Sungai Rokan dengan anggaran APBD yang retak-retak dan sia- sia," Ujar saksi Jon Safrindo.

    Saat penasehat hukum terdakwa bertanya kepada saksi, apakah saksi menjumpai terdakwa terkait masalah pembangunan jembatan parit cincin tersebut, " ada Buk," jawab saksi. Sebelum itu saya tidak tahu apakah profesi saudara terdakwa, dan terdakwa pernah juga datang ke saya untuk menanyakan hal tersebut , tetapi tidak saya jawab, karena sudah ada bagian hukum saya untuk menjawabnya," Jelas saksi.

    Lanjut penasehat hukum terdakwa, apakah pada saat terdakwa menjumpai saksi pernah menunjukan sebuah video? " seingat saya tidak ada pak," jawab saksi. Pada saat status di media sosial Fb, apakah saksi melihat langsung ke jembatan? " ada pak, saya melihat ke lokasi jembatan parit cincin tersebut," Papar saksi.

    Saya menjabat kepala Dinas PUPR sejak tahun 2016 sampai sekarang, atas unggahan terdakwa di media sosial Fb, atas kegiatan pembangunan jembatan parit cincin di Sungai Rokan yang menyinggung saya, dan keluarga saya banyak yang tahu atas unggahan terdakwa, makanya saya melaporkan terdakwa ke aparat hukum," Ungkap saksi Jon Safrindo.

    Sebelum kegiatan pembangunan jembatan parit cincin ini, terdakwa sering datang ke kantor saya meminta kegiatan atau proyek, tetapi tidak pernah saya kabulkan, setelah itu terdakwa mengancam saya bahwa terdakwa akan mengunggah kegiatan jembatan cincin dalam pemberitaan," Jelas saksi.

    Menurut keterangan saksi Zainudin, saya sebagai saksi karena saya sebagai pelaksana di PT. Cahaya Kurnia Riau dalam kegiatan pembagunan jembatan parit Cincin pada bulan Juni 2017. Setelah pembangunan selesai, saya mendapat informasi dari akun Face Book atas nama saudara RH, yang menyebutkan bahwa jembatan itu anggaran APBD Rohil sia-sia," Ungkap saksi.

    Setelah unggahan itu saya diamkan pak, tapi setelah itu saya berpikir dan saya merasa tidak tenang dan kecewa pak, karena sudah mencemarkan nama baik perusahaa, dan selanjutnya saya menjumpai pak Jon, dan pak Jon pun curhat serta menceritakan kepada saya atas unggahan terdakwa di media sosial," Ucap saksi.

    " Pada saat unggahan di media sosial Fb, pelaksanaan pekerjaan jembatan parit cincin itu masih masa pemeliharaan, dan baut penahan jembatan tersebut ada beberapa baut yang hilang, untuk hasil semua pekerjaan sudah sesuai dengan prosedurnya serta jembatan itu merupakan akses jalan untuk masyarakat di Desa lain. Pekerjaan pembagunan ini saya dapat berdasarkan lelang," Ungkap saksi Zainudin.

    Sidang dipimpin oleh ketua majelis Bayu Soho Raharjdo SH MH, hakim anggota Lukman Nulhakim SH MH, Rina Nose SH, Panitera Pengganti Julpapman Harahap SH, Jaksa Penuntut Umum Maruli Tua Sitanggang SH, Niki Junesmero SH, penasehat hukum terdakwa Fitriani SH dan Selamat Sempurna Sitorus SH.




    Editor: Toni Octora.


    Post Bottom Ad