• Breaking News

    Malu Rumahnya Distiker PKH, Dua Warga Bilah Hulu Mundur


    LABUHANBATU - Pemasangan stiker penerima manfaat dana Program Keluarga Harapan (PKH) membuat efek jera bagi warga. Sehingga mereka memilih mundur disebabkan berbagai alasan, terutama rumahnya tidak mau dipasang striker PKH. 

    Kondisi itu terjadi di Dusun Cinta Makmur, Desa Pondok Batu, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Akibat malu dan merasa tidak lagi layak mendapatkan bantuan PKH dikarenakan perekonomian mereka mulai membaik, sehingga pilihan itu diambil meski namanya masih terdaftar di Kementerian Sosial. 


    Camat Bilah Hulu, Hamdy Erazona, kepada media ini menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan sesuai amanah dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial setempat tentang pemasangan striker melalui Petugas Pendamping PKH. 

    "Tingkat kesadaran warga seperti inilah yang menjadi contoh baik. Karena, perekonomian kita dari pra sejahtera kan seketika bisa menjadi mampu," sebut Hamdy, Senin (10/2/2020). 

    Diuraikan Hamdy, dirinya tidak memiliki wewenang mengutak-atik data PKH sebab data tersebut dari Dinas Sosial dan ditembuskan ke Kementerian Sosial lalu mekanismenya pihak kecamatan menjalankan instruksi. 

    "Banyak yang berasumsi kami (kecamatan, red) tidak mendata sesuai kondisi di lapangan. Nah, perlu saya jelaskan, kami tidak memiliki wewenang itu. Maka data PKH mutlak dari Kementerian Sosial dan eksekusinya di Dinas Sosial didampingi Pendamping PKH dan kecamatan," paparnya. 

    Sementara ini, dua warga yang mengundurkan diri dari Dusun Cinta Makmur, Desa Pondok Batu itu telah membuat surat pernyataan resmi secara tertulis, 24 Januari 2020 lalu. "Dengan adanya pelabelan stiker PKH di rumah, penerima merasa malu dan mundur, sebab sudah tidak layak lagi sebagai penerima manfaat ini," tegas Hamdy. 



    Penulis: Najib Gunawan.
    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad