• Breaking News

    Akibat Dampak Virus Corona, Ekonomi Masyarakat Mulai Anjlok

    Foto iLustrasi

    DUMAI - Sudah Hampir 2 Pekan (Minggu) Persoalan Virus Corona (COVID 19) ini melanda Indonesia, bahkan sudah menjadi persoalan skala Nasional bahkan Internasional.

    Terkait persoalan ini,  Pemko Dumai telah menetapkan status siaga darurat Non Bencana Alam, dalam rangka pencegahan Virus Corona atau Covid-19‎ ini berlaku hingga satu bulan, yakni mulai dari 19 Maret 2020 sampai 19 April 2020. 

    Pemko Dumai juga telah membentuk tim cepat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Dumai.

    Dengan adanya persoalan ini, sepertinya menjadi dampak anjloknya perekonomian masyarakat, khusunya masyarakat ekonomi kebawah.

    Hal ini disebabkan, adanya himbauan larangan dari pemerintah untuk menggurangi aktifitas masyarakat diluar rumah agar tidak terjadi luasnya masyarakat akan terjangkit virus Corona (Covid 19) ini.

    Kemudian pemerintah juga meliburkan anak-anak sekolah baik ditingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan lainnya selama 2 Pekan (Minggu), dengan tujuan antisipasi meluasnya Virus Corona.

    Disebalik ini, dampak perekonomian masyarakatpun mulai anjlok, baik masyarakat Pedagang maupun tidak Pedagang.

    Salah satunya dirasakan yang disapa akrabnya Kak Er wanita paruh baya yang berstatus Janda anak 3 warga Teluk Makmur Kec. Medang Kampai. 

    Yang mana Er kini sudah mulai kesulitan untuk menafkahi ketiga anaknya, Er yang keseharian adalah pedagang, jika pagi ia berdagang di salah satu sekolah SD di Kelurahan Mundam, sore harinya ia berdagang di salah satu Wisata Pantai di Teluk Makmur.

    Namun dikarenakan sekolah diliburkan, maka iapun terhenti sementara untuk berdagang disekolah tersebut. 

    Kemudian Er berdagang di salah satu Wisata Pantai pun juga sudah tak lancar akibat minimnya pengunjung untuk berwisata di tempat pantai yang ia tempat berdagang. Dikarenakan pengunjung ketakutan tertular Virus Corona.

    Alhasil Er kini pun mulai kebingungan untuk menafkahi ketiga anaknya, sebab dagangan yang ia jual tak laku, sehingga ia tidak mendapatkan penghasilan.

    Er mulai kesana kesini mendatangi orang-orang yang dikenalnya, dengan tujuan meminjam uang untuk makan. 

    Namun apa yang dirasakan Er juga dirasakan orang-orang yang dipinjaminya uang tersebut. 

    "Entah macam manalah lagi, penghasilan tak ada. Barang dagangan sayapun sudah mulai habis, karena dimakan sendiri. Lama kelamaan ya akan habis," ucap Er dengan nada sedih.

    "Semoga persoalan Corona ini cepat berakhir, agar ekonomi saya tak terpuruk seperti ini." tandasnya.


    Penulis: Budi

    Tidak ada komentar

    Post Bottom Ad